Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 33 Mulai Terkuak


__ADS_3

seorang perawat memanggil pasien dengan nomor antrian kedua, dan seorang ibu muda pun memasuki ruang dokter itu, sementara pasien dengan nomor urut 1 masih berada di dalam nya.


dita dan rendy berpindah posisi duduknya, tepat di depan pintu masuk ruang dokter itu,


Rendy terus tersenyum dan mengelus perut dita yang masih rata, kedua nya nampak bahagia sekali.


seseorang dari dalam ruang dokter membuka pintu dan akan keluar dari ruangan tersebut, rendy dan dita tidak mempedulikan nya sampai orang tersebut sudah keluar dan berada tepat di depan nya, memandang kedua nya dan menyebut nama kedua nya.


"dita... rendy...???


dita dan rendy yang mendengar namanya di sebut pun seketika menoleh dan terbelalak melihat mba runtia berada persis di depanya, menatap kedua nya dengan penuh tanda tanya.


dita dan rendy pun menjadi salah tingkah, bingung harus menjelaskan bagaimana dan mulai dari mana.


"eh.. mba runtia, apa kabar mba.. ucap dita memecah keheningan dan menyembunyikan rasa gugup nya.


rendy mengusap wajahnya kasar, ia tak tau harus bagaimana.


"kalian.. apa yang kalian lakukan disini...?


ini kan ruang dokter kandungan, jangan jangan kalian...

__ADS_1


mba runtia menghentikan ucapanya dan menutup mulutnya.


tak selang berapa lama dita pun di panggil oleh perawat dan di persilahkan masuk.


rendy mengikuti istrinya masuk ke dalam ruangan dokter tersebut dan meninggalkan mba runtia yang masih dengan tanda tanya besarnya.


mba runtia memutuskan untuk duduk dan menunggu kedua temanya itu keluar dari ruang pemeriksaan,


sementara di dalam dita dan rendy antusias mendengarkan penjelasan sang dokter.


"janinya bagus, normal dan baik - baik saja, hanya kandungan nya cukup lemah, ibu dita harus banyak istirahat dan tidak boleh kelelahan, sekarang usia kandunganya memasuki 6 minggu. ucap sang dokter.


dita dan rendy pun mengangguk mengerti dengan penjelasan dokter tersebut.


kedua nya pun mengajak mba runtia turut serta ke rumahnya.


mba runtia pun menurut dan menunggu kedua nya memberikan penjelasan atas apa yang di lihatnya.


sesampainya di rumah dita membuatkan teh hangat untuk mba runtia dan juga suaminya.


hening.. sesaat suasana itu hening tanpa ada yang membuka suara, sampai akhirnya mba runtia pun memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"sudah berapa bulan dit.. ?


"6 minggu mba..


"sejak kapan kalian berhubungan dan tinggal bersama di sini..? selidiknya.


"sudah 4 bulan mba..


"tidakah kalian tau, tindakan kalian akan mencoreng nama baik komunitas kita, dan merusak harum nya nama kota kita di perantauan ini... !!! ucap mba runtia dengan tegas.


"mba runtia.. ini tidak seperti yang mba run bayangkan. ucap rendy.


"maksud kamu...?


Rendy dan dita tidak menjawab pertanyaan itu, kemudian rendy melangkah pergi meninggalkan dua wanita yang masih dalam keheningan,


sesaat kemudian rendy datang kembali dan membawa bukti pernikahan nya dengan dita yang di laksanakan 4 bulan yang lalu.


mba runtia pun membuka buku pernikahan itu, ia membacanya dengan seksama,


terlihat wajah penuh kelegaan disana namun juga tersirat wajah yang penuh tanda tanya besar.

__ADS_1


mba runtia menutup kembali buku nikah itu dan menyerahkanya kepada rendy, ia terdiam tidak mengerti dengan sikap kedua teman nya itu, mengapa harus menutupi pernikahan itu


__ADS_2