
dita berjalan menunduk, menutupi raut wajah sedih nya karena pernikahan nya yang tidak di hadiri oleh keluarganya.
ia menahan tangis nya, entah apa yang ia rasakan saat itu, bahagia karena menikah dengan pria yang di cintainya, namun sedih atas pernikahan nya yang jauh dari keluarga.
"ibu.. andai saat ini engkau ada disini menemaniku, pasti aku sangat bahagia.
kakak.. tau kah kakak sekarang adalah hari pernikahanku, tidakah kau punya keinginan untuk menjadi waliku saat ini.. batin dita saat itu.
"dita.. jangan sedih, ayo jalan, calon suamimu sudah tak sabar menunggumu di sana.
ucap bi vivi.
"tapi bi, dita merasa sedih, seharusnya ini tidak terjadi sekarang, dita tidak bisa menikah tanpa kehadiran ibu dan juga kaka dita bi.
"sudah jangan sedih lagi, simpan air matamu nak, nanti hilang cantikmu.
"bibi, jika bibi di posisiku apa yang akan bibi lakukan..?
"kalau bibi sih tetap melanjutkan pernikahan bibi, karena bibi akan menikah dengan pria yang bibi cintai.
"tapi bi...
"sudah - sudah jangan sedih.. ayo lanjutkan jalanya.. lihat tuh semua nya udah nunggu.
semua kagum melihat kecantikanmu dita.
__ADS_1
"bibi... rengek dita..
namun bi vivi tetap menuntun dita dan membawanya ke ruang ijab qobul itu.
dita duduk di samping calon suaminya dengan wajah yang masih tertunduk.
"sayang.. jangan sedih dan jangan menunduk terus dong,
"rendy... sepertinya aku tak bisa melanjutkan nya.
"apa...!!! apa yang kamu katakan sayang. apa kamu mau membatalkan pernikahan ini.
ucap rendy dengan gaya sok kaget nya.
sementara ibu dita menatap putri nya dari belakang dengan rasa haru namun ia menahan diri nya untuk segera memeluk putri tercinta nya.
kak robi menatap kagum pada kedua calon pengantin yang terlihat saling menyayangi itu. ia pun tetap diam sampai waktu nya tiba ia akan menikahkan adiknya.
"rendy bagaimana bisa aku menikah tanpa di hadiri keluargaku..
ucap dita dengan menahan tangisnya.
rendy menggenggam kedua telapak tangan dita lalu mencium nya di hadapan semua orang.
"sayang.. jangan sedih, aku tau apa yang kamu rasakan.. sekarang lihatlah ke belakang..
__ADS_1
pinta rendy.
dita pun menurut, perlahan ia memutar lehernya melihat ke arah belakang dan..
"ibuuuu... kak robi...
"SUREPRIZE....!!!
ucap rendy dengan penuh bahagia nya.
seketika suasana menjadi haru biru, dita tak kuasa menahan tangis kebahagiaan nya, ia tak menyangka akan mendapatkan sureprize sebesar ini dari calon suami yang sangat di cintai nya.
dita bangkit dari duduknya. memeluk tubuh kurus ibu nya. ia pun memeluk kak robi, suasana menjadi sangat melow..
semua mata tertuju pada mereka, rasa turut bahagia menyelimuti hati mereka,
acara terjeda beberapa saat, membiarkan ibu dan anak serta kakak itu saling melepas rindu. rendy pun tak kuasa menahan tangis kebahagiaan nya tatkala ia berhasil membuat sureprize untuk wanita yang sangat di cintai nya bertemu dengan ibunda tercinta nya.
"hooo so sweet sekali kamu anak nakal..
ucap bi vivi pada rendy sambil mencubit lengan keponakan nya dengan gemas.
"sudah - sudah, di lanjut nanti lagi nangis nya, ayok dita ikut bibi sebentar, lihat tuh riasanmu luntur karena air matamu. ucap bi vivi.
kemudian bi vivi menuntun dita kembali ke kamar nya, membetulkan rias wajah dita yang luntur terkena air mata.
__ADS_1