
rendy hanya diam dan berlalu pergi meninggalkan sang kaka.
ia memasuki kamarnya dengan perasaan kesal, kemudian ia membaringkan tubuhnya di atas kasur nya. ia merenung memikirkan apa yang akan ia lakukan untuk menghindari pertunangan itu.
ia meraih benda pipih di saku celananya,
ia mengirim pesan kepada dita.
"sayang kamu lagi apa.. (rendy)
"tiduran aja... (dita)
"istirahatlah, kamu pasti lelah (rendy)
"iya kamu juga... (dita)
😚😚😚 (rendy)
rendy meletakan benda pipih itu di atas nakas nya. ia kembali merenung frustasi.
"ah kaka kenapa harus ada perjodohan ini segala.. ini bukan jaman nya siti nurbaya.. batin nya.
lelah memikirkan itu hingga ia pun tertidur dengan pulasnya.
...
keesokan hari nya dita tengah bersiap untuk berangkat kerja sift pagi.
seperti biasa ia selalu mengabarkan setiap aktifitasnya kepada rendy terlebih dahulu.
"sayang, aku berangkat kerja dulu, hari ini sift pagi. (dita)
__ADS_1
"iya sayang hati - hati.. kabari kalau sudah pulang..(rendy)
"ok sayang. (dita)
dita pun berangkat menggunakan mobil jemputan nya.
sementara rendy masih bingung memikirkan cara untuk membatalkan pertunangan itu, ia pun belum memberi taukan pada dita tentang rencana kaka nya.
"akhhhhh... aku harus apa...? ya tuhan tolong aku. ucap rendy frustasi.
di ruang tengah sang kaka tengah sibuk mempersiapkan acara pertunangan rendy dengan vina.
ia ingin acara itu di gelar dengan megah,
semua saudara rendy sudah berkumpul begitu juga dengan kaka ipar dan keponakan nya, semua tengah berkumpul disana, sibuk dengan tugas nya masing - masing.
hampir tidak ada yang bersantai ria.
ia berjalan menuju dapur, mengambil air minum dalam kulkas dan meminum nya.
"den rendy.. di suruh panggil ke depan sama pak agus. ucap bi inah pembantu kakanya.
"baiklah bi. makasih. jawab rendy.
rendy berjalan mendekati kaka nya.
"ada apa ka agus memanggilku..
"loh.. kok ada apa, ini acara pertunangan kamu, siap-siaplah.
"kak.. aku tidak pernah menginginkan perjodohan ini,
__ADS_1
"kaka tidak mau dengar penolakan apa pun, atau kamu mau namamu di coret dari keluarga ini...!!!
seketika rendy hanya diam berfikir.
dari kejauhan kak bima menatap adik bungsunya yang kini tengah terdiam setelah mendengar ucapan agus adik nya yang ketiga.
kak agus berlalu meninggalkan rendy yang tengah terdiam.
kak bima datang menghampiri rendy.
ia menepuk pundak adik bungsunya.
"rendy.. apa pun keputusanmu, kaka akan dukung, kaka tau cinta tak bisa di paksakan.
jangan khawatir, kaka ada di belakangmu. ucap kak bima sambil memeluk adik bungsunya.
"terima kasih kak. sejauh ini hanya kak bima yang mengerti aku. apa yang harus aku lakukan ka, kakak tau sendiri, kak agus tidak bisa di tentang dan dia lah yang menguasai semua nya. ucap rendy.
"Tenanglah.. bukankah kaka sudah bilang akan mendukung apa pun keputusanmu, dan kaka ada di belakangmu.
"baiklah ka trima kasih. ucap rendy sambil memeluk kaka nya erat. ia pun berkata kepada ka bima.
"ka, bantu aku untuk kabur dari sini.. ucap nya.
"apa kamu yakin dengan keputusanmu rendy..?
rendy hanya mengangguk, kemudian kak bima berkata.
"baiklah, lakukan itu setelah maghrib nanti, saat semua nya tengah lengah. kaka akan bantu. lalu kamu akan kemana.
"entahlah ka, yang penting aku keluar dulu dari sini.
__ADS_1
"oke, yang penting kabari kaka nanti.