
aku akan katakan nanti saat bertemu denganmu, sekarang sudahi saja makan malam kalian, ini jauh lebih penting dari pada itu.
baiklah setengah jam lagi kita bertemu di rumahku. ucap rendy lalu memutuskan panggilan itu.
ia kembali duduk dan menyudahi acara makan malam nya.
maaf fina, ada hal penting yang harus aku selesaikan. aku harus pergi.
tapi ren.. kita baru saja bertemu, ayolah..
vina langsung mendekat dan memeluk tubuh rendy, menahan nya agar rendy mengurungkan niat nya untuk pergi, namun sayang usahanya sia - sia.
maaf sepertinya aku harus pergi.
rendy berdiri dan langsung pergi meninggalkan vina setelah sebelumnya ia membayar makanan yang sudah ia pesan.
vina mengerucutkan bibirnya, wajah yang berseri seri itu berubah masam.
ia ingin mengikuti kemana arah rendy pergi, ia pun bergegas menuju parkiran mengambil mobil nya dan mengejar mobil rendy,
rendy menyadari jika vina membuntutinya, ia semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, lalu memutar arah mobilnya melalui jalan lain, sampai akhirnya vina kehilangan jejak nya.
__ADS_1
siallll.... aku kehilangan jejak nya.. ucap vina dengan emosi.
rendy tertawa puas karena berhasil mengecohkan vina, namun ia tak ingin vina menemukanya kembali mengingat arah kediaman nya searah dengan kediaman vina, ia menyiasati dengan cara lain.
rendy memarkirkan mobil mewah nya di depan salah satu hotel yang ia lewati, kemudian ia pulang dengan menggunakan taxi.
dan benar saja beberapa saat kemudian vina melihat mobil rendy terparkir di halaman hotel, vina pun emosi dan membelokan mobilnya di hotel yang sama tempat rendy memarkirkan mobil nya.
sialll... menemui siapa dia di sini, berani sekali bermain - main denganku.. gerutunya.
vina pun turun kemudian berjalan menuju resepsionist. ia menanyakan keberadaan rendy di sana.
selamat malam nona, ada yang bisa kami bantu, ucap resepsionist itu.
atas nama siapa nona..?
atas nama rendy..
resepsionist itu membenarkan bahwa ada yang menyewa atas nama rendy sekitar 10 menit sebelum nya.
benar nona sekitar 10 menit yang lalu ada atas nama rendy memboking salah satu kamar vip di sini.
__ADS_1
benarkah..?
iya benar nona,
apa dia sendirian..?
tidak nona, dia bersama seorang wanita yang sebelumnya sudah menunggu di sini.
begitu penjelasan dari resepsionist itu.
vina pun semakin kesal di buat nya
kurang ajar...!!! berani sekali kamu rendy...!!! kamu akan tau akibatnya.. ucap vina dengan emosi.
tunjukan pada saya dia ada di kamar nomor berapa..? tanya vina dengan nada emosi nya.
maaf nona sesuai peraturan hotel ini, kami tidak boleh menunjukan nya tanpa persetujuan si penyewa, mungkin nona sudah membuat janji dengan nya, nona bisa menghubunginya, jika ia mengizinkan kami akan mengantar nona ke kamar tersebut.
aku tidak ada janji dengan nya, tapi dia calon suamiku jadi tolong antarkan aku kesana...!!! ucap vina dengan nada menekan.
maaf nona itu privasi tamu kami, kami di larang menunjukan pada orang lain yang belum ada janji dengan tamu kami, jika nona bersedia silahkan duduk dan tunggu di sana nona. ucap resepsionist itu sambil menunjuk salah satu sofa yang ada di sudut ruangan itu.
__ADS_1
dengan kesal vina pun duduk dan menunggu rendy keluar dari persembunyian nya.