Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 19 Rencana pernikahan


__ADS_3

keesokan harinya, dita tidak masuk kerja ia dan rendy mencari rumah kontrakan yang baru, berkeliling kesana kemari di beberapa komplek perumahan yang ada di sekitaran daerah batu aji.


akhirnya pencarian itu membuahkan hasil, kedua nya mendapatkan rumah sederhana yang di inginkan.


setelah menemui pemilik kontrakan itu rendy segera membayar nya dan kedua nya pun pindah ke kontrakan yang baru di saat itu juga.


setelah selesai pindahan kedua nya istirahat, berbaring bersama di ruang tamu dan merenung dengan keputusan mereka.


dita bertanya kepada rendy.


"ren.. apa kamu yakin dengan keputusanmu ini.. apakah kamu tidak takut persembunyian ini di ketahui teman dan juga keluargamu..?


"tenanglah tidak usah di fikirkan, biar semua aku yang memikirkan nya.


dita mengangguk lalu bangkit dan beranjak menuju dapur untuk mengambil air minum.


rendy mengikutinya dari belakang.


dita sibuk membuat teh hangat untuk mereka berdua, rendy memeluk nya dari belakang dan mencium tengkuk nya.


"apa - apaan sih ren..


"ssstttt diamlah dan tetaplah seperti ini.


aku merindukanmu, selalu merindukanmu, bisiknya.


dita membalikan tubuhnya memandang lekat wajah pria yang di cintainya. ia membalas pelukan rendy.

__ADS_1


ia tenggelam dalam dada bidang rendy, nyaman amat nyaman ia berada di sana.


rendy mengelus puncak kepala dita ia mencium nya berkali kali seolah baru saja bertemu dari sekian tahun berpisah.


erat pelukan nya kian erat.


rendy memegang lembut dagu dita dan membuatnya menengadah menatap dirinya.


Cup


ia mendaratkan bibirnya pada bibir pink milik dita, seketika kedua nya pun berpagutan, kian dalam ia memasuki rongga rongga milik dita, cukup lama ia melakukanya hingga nafas kedua nya tersengal, sesekali melepaskan pagutan itu mengambil nafas dan memulainya lagi. keduanya sangat larut dalam suasana itu.


sepersekian detik rendy mengangkat tubuh mungil dita, namun bibirnya tak melepaskan pagutan nya, ia membawa dita ke dalam kamar, menghempaskan tubuh dita di atas kasur empuknya.


kedua nya larut dalam gelora seolah saling tak ingin melepaskan..


nafas kedua nya semakin tak beraturan rasanya ingin, ingin sekali melakukan nya, namun seketika dita tersadar dengan apa yang di lakukan nya.


"stop.. cukup rendy, jangan berbuat terlalu jauh.


rendy menghentikan aksinya. ia pun tersadar dan kemudian beranjak ke kamar mandi membersihkan dirinya.


ia pun mengutuki dirinya..


"akhhh bodoh.. bodoh.. kenapa aku bisa tak mampu menahanya. ucapnya.


dita kembali ke dapur membawa 2 gelas teh hangat yang tadi di buatnya. ia menunggu rendy di ruang tamu, selang beberapa saat rendy keluar dan menghampiri dita.

__ADS_1


"dita.. maafkan aku telah khilaf.


dita hanya diam dan kemudian beranjak pergi meninggalkan rendy.. ia bergegas untuk mandi.


rendy tak hentinya merutuki dirinya menyesali apa yang hampir saja di buat nya. ia menunggu sampai aktifitas dita selesai.


dita keluar dari kamar mandi, dengan handuk di kepala nya.


rendy memanggilnya, memintanya untuk mendekat.


"dita sayang, kemarilah.. panggilnya.


dita pun mendekat.


"ada apa ren..?


"kemarilah dan biarkan aku yang mengeringkan rambutmu, menyisir rambut indahmu.


dita menurut.. ia melangkah ke dalam kamarnya mengambil hair dryer miliknya dan memberikanya pada rendy.


rendy pun melakukan aksinya dengan begitu lembut.


"dita.. setelah ini kita ke tanjung pinang ya.


ucap nya di sela - sela kegiatan menyisir rambut dita.


"untuk apa kita kesana ren.. apa kamu tidak lelah.

__ADS_1


"aku tidak akan lelah selama bersamamu.. kita nikah disana. ada pamanku disana.


__ADS_2