
malam telah tiba, dita dan bi vivi sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka sambil menunggu paman nya pulang, seperti biasa paman nya pulang pukul 20.00 wib.
sementara rendy asik memainkan benda pusaka milik pamanya yang dulu sering ia gunakan latihan bersama paman nya.
sesekali dita dan bi vivi menertawakan tingkah kelucuan nya.
rendy.. yah.. bukan rendy namanya kalau tak mampu menciptakan gelak tawa.
dita dan bi vivi selesai menyiapkan makan malam untuk mereka, kemudian menatanya di meja makan,
di luar paman mendengar keramaian dari dalam rumahnya, ia pun penasaran dan cepat cepat membuka pintu..
"Assalamu'alaikum...
"wa'alaikumsalam...
sahut ketiga nya dan kemudian menyambut kedatangan pamanya.
"ehhh kamu rendy.. paman pikir siapa.. ucapnya.
"siapa lagi kalau bukan keponakan paman yang paling ganteng ini..
ucap rendy dengan pedenya sambil melirik memainkan alisnya.
__ADS_1
semua pun tersenyum mendengar jawaban rendy.
tak lupa rendy mengenalkan dita pada pamanya.
dita pun menyalami sang paman dengan ramah nya.
paman bergegas membersihkan diri kemudian segera pergi ke meja makan karena semua nya sudah menunggunya, dan perutnya pun sudah keroncongan sedari tadi.
"mama masak apa.. tanya sang paman pada istrinya.
"Masak sayur pakis kesukaan rendy ni yah.. mumpung disini dia, tapi ini dita yang memasaknya.. ucap sang istri.
"benarkah.. wahhh sepertinya ini enak, paman tak sabar ingin mencoba nya.
"ah.. tidak mungkin.. masakan paling enak sedunia itu masakan bibimu.. ucap sang paman tak mau kalah..
"sudah - sudah ribut melulu, ayo kita makan.. ucap bi vivi.
semua nya pun tertawa dengan tingkah paman dan keponakan nya itu yang dari dulu tidak pernah berubah, selalu saja bisa membuat orang tertawa dan seketika menghilangkan rasa sedih yang melanda.
bi vivi mengambilkan sepiring nasi, sayur pakis dan ayam goreng untuk suami tercintanya, kemudian ia pun mengambilkan untuk rendy dan juga dita, lalu ia mengambil untuk dirinya sendiri
"waahhh bener katamu ren.. ini bener -bener masakan terenak sedunia.. ucap sang paman memuji.
__ADS_1
"tuh kan apa rendy bilang.. eeittt jangan banyak - banyak ambilnya paman, nanti rendy gak kebagian.. ucap rendy menggoda paman nya.
"yah.. kalo habis masak lagi... hahaha jawab sang paman.
dita hanya tersenyum memandang paman serta keponakanya itu. sementara bi vivi menggelengkan kepala sambil berucap.
"kalian ini dari dulu gak pernah berubah.
"yahhh bibi.. gimana bisa berubah kita kan bukan satria baja hitam.. ucap rendy dan berhasil membuat gelak tawa semua nya pecah.
setelah acara makan selesai dita dan bi vivi membersihkan meja makan dan piring kotor nya lalu mencucinya.. kemudian ikut bergabung dengan rendy dan juga paman nya setelah pekerjaan dapur selesai.
tiba - tiba suara hening, rendy tak lagi mengeluarkan kata -kata konyol nya.
bi vivi diam dan dita juga ikut terdiam.
beberapa waktu kemudian rendy mengutarakan keinginanya pada sang paman, bi vivi pun membantu menjelaskan, paman mendengarkan dengan seksama, ia terlihat manggut - manggut dan seperti sedang memikirkan sesuatu. lalu ia berkata.
"baiklah, paman setuju dengan keputusanmu rendy. paman akan dukung kamu, besok akan paman siapkan semua nya untuk keponakan tercinta paman,
"benarkah paman...???
ucap rendy kegirangan dan ia pun memeluk paman dan bibi nya, mengucapkan banyak terima kasih untuk kedua nya. ia meneteskan air mata kebahagiaanya.
__ADS_1