
dengan langkah pasti rendy melangkahkan kaki nya memasuki ruang kebesaranyan..
seminggu lebih ia meninggalkan pekerjaan nya dan mempercayakan pada asistenya.
ia duduk di kursi kebesaranya..
tok tok tok
winda sang asisten mengetuk pintunya.
"Masuk..
rendy mempersilahkan winda untuk masuk dan menyerahkan laporan perusahaan nya selama seminggu ini.
rendy menerima laporan itu dan meneliti semuanya.
"sial....!!!! ucapnya penuh emosi.
"Maaf pak rendy, kemarin pak agus datang mengambil alih saham nya, dan pak handoyo memutuskan kerja samanya dengan perusahaan kita, di susul dengan klien kita yang lain juga mundur.
ucap winda dengan gemetar.
"oke... kamu boleh keluar.. ucap rendy mempersilahkan asistenya untuk keluar ruangan.
rendy menatap langit - langit ruangan nya, tak menyangka kakanya benar - benar melakukan nya, ia mulai memikirkan cara untuk bangkit dan membangun perusahaan nya yang kini di ambang kebangkrutan..
"baiklah kaka.. akan aku tunjukan bahwa aku bisa berdiri meski tanpa bantuanmu.. aku akan buktikan itu.. ucap rendy dalam batin nya.
__ADS_1
rendy bangkit dari duduk nya, berjalan menuju kamar yang berada di ruang kebesaranya.. ia mencari sesuatu di dalam lemarinya..
ia mencari sebuah buku yang sangat berharga baginya, buku peninggalan kedua orang tuanya.
buku yang menuliskan tentang perjuangan orang tuanya, menuliskan keinginan orang tuanya terhadap kelima anaknya.
buku itu berhasil ia temukan, ia membuka dan membacanya lembar demi lembar,
tidak di temukan nya pernyataan orang tuanya yang menjodohkan dirinya dengan vina putri pak handoyo.
rendy semakin yakin perjodohan itu hanya akal - akalan kaka nya dan pak handoyo hanya demi urusan bisnis atau apa pun itu.
rendy menutup buku itu dan kembali duduk di kursi kebesaranya.
"winda...
winda pun masuk dan menghadap bos nya.
"iya pak rendy ada yang bisa saya bantu...?
"winda tolong atur jadwal meeting untuk hari ini bersama beberapa klien yang masih tersisa.
"baik pak, apa ada lagi...?
"tunggu di luar nanti akan aku serahkan sesuatu yang harus kamu kerjakan setelahnya..
"baik pak..
__ADS_1
winda pun permisi keluar ruangan.
rendy menyiapkan sesuatu yang akan di jadikan bahan meeting nya kali ini,
dan kemudian menyerahkan nya pada winda dan meminta nya untuk menyalin beberapa lembar..
rendy kembali masuk ke ruang kebesaranya meraih ponsel nya dan mengirimkan sebuah pesan untuk istrinya,
"sayang... siang ini aku ada meeting, jangan lupa makan siang dan kabari kalau mau pulang.
rendy kembali menutup ponselnya dan bersiap menuju ruangan meeting.
di ruang meeting sudah berkumpul beberapa staff dan klien nya.
rendy pun memulai meeting tersebut, menyampaikan keadaan perusahaanya saat ini dan mempresentasikan produck baru yang akan di luncurkanya beberapa waktu ke depan,
rendy sangat yakin dan optimis akan mampu membangkitkan kembali perusahaanya tanpa bantuan kaka dan juga pak handoyo.
meeting berlangsung cukup lama, namun membuahkan hasil yang cukup memuaskan.
rendy melirik arloji nya kemudian menyudahi meeting itu, ia berjalan kembali ke ruang kebesaranya, membuka ponselnya dan melihat balasan pesan dari istrinya.
"baik sayang.. semoga meeting nya berjalan lancar, jangan lupa makan juga, sepertinya hari ini aku tidak lembur.
melihat balasan dari istrinya rendy langsung bergegas menuju parkiran motor nya, dan akan menjemput istrinya.
beberapa staff memandang nya kagum,
__ADS_1
selain ramah, baik, suka bergurau meski dengan bawahanya dan ia selalu berpenampilan sederhana, tidak menampakan kemewahan yang di milikinya, sifatnya sangat jauh dari kata glamour dan sombong, berbanding terbalik dengan kakanya yang angkuh dan sikap berkuasanya.