Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 8 semakin dekat


__ADS_3

hari telah berganti minggu dan minggu telah berganti bulan,


dita dan rendy semakin dekat saja, hampir setiap hari mereka bersama, dan hampir di setiap acara mereka selalu datang bersama dan pulang bersama,


seseorang di antara mereka mulai mencurigai kedekatan kedua nya,


sinta, dialah sinta,


sinta yang sesungguhnya menaruh hati pada rendy mencoba merenggangkan hubungan kedua nya,


saat itu mereka sedang berkumpul dengan teman lainya hanya sekedar untuk ngopi santai, sinta mengajak rendy untuk duduk bersama dan sedikit menjauh dari teman lainya, sinta menanyakan hubungan rendy dengan dita,


rendy hanya menjawab hubungan kedua nya hanya sebatas teman.


namun sinta tak sepenuh nya percaya pada jawaban rendy, karena yang ia lihat, di mana pun dan di setiap acara apa pun rendi selalu bersama dita dan kurang open dengan teman lainya termasuk dirinya, sinta merasa rendy semakin menjauhi nya, tak seperti biasanya rendy yang selalu mengajak nya namun kini seakan tidak pernah lagi, sehingga menimbulkan rasa iri di hati nya.


sinta pun berusaha menjauhkan rendy dari dita, ia berkata kepada rendy.

__ADS_1


ren.. kalau kamu mencari pacar, atau istri, sebisa mungkin cari yang baik, jangan dita, aq percaya kamu bisa mendapatkan yang lebih dari dita, dita tidak baik untukmu.


rendy yang mendengar ucapan sinta pun tertawa terbahak, yah rendy adalah orang yang lihai dalam menyempunyikan perasaanya, seketika itu rendy berkata kepada sinta,


sin.. antara aku dan dita hanya sebatas teman dan tidak lebih, aku menganggap nya teman terbaik.


tapi bahasa tubuhmu berkata lain saat bersama nya ren... ucap sinta.


sudah lah itu urusanku, jangan terlalu di fikirkan, toh aku masih biasa saja, masih punya waktu untuk kalian semua, masih mengutamakan kalian dan komunitas yang kita dirikan.


sinta, kamu jangan khawatir, aku dan dita bisa membawa diri dan bisa membagi waktu. tidak ada yang di abaikan atau pun terabaikan. ucap rendy


lalu kedua nya saat itu pun kembali bergabung dengan teman lainya.


dan bersikap biasa saja seolah tidak terjadi perdebatan sebelumnya.


kebetulan saat itu dita tidak ada bersama mereka karena ia bekerja shift malam.

__ADS_1


ucapan sinta selalu terngiang di telinga rendy meski ia sudah mencoba melupakan ucapab itu,


meski sikap nya saat bersama teman - temanya tidak menunjukan dirinya terpengaruh oleh ucapan sinta, namun pada kenyataanya selalu terngiang jelas di ingatanya.


ia mulai mempertimbangkan ucapan sinta, namun sikap nya terhadap dita tetap seperti sebelumnya, dan bahkan semakin dekat saja.


hingga suatu ketika kedua nya bertemu di salah satu acara yang di gelar oleh komunitas lain, mereka menghadiri undangan itu dan tidak seperti biasanya mereka datang sendiri sendiri.


dita masih seperti biasa berkumpul dengan teman lainya, begitu juga dengan rendy,


di tengah acara itu, rendy sedikit sibuk karena selain sebagai ketua di komunitasnya ia juga di percaya untuk menjadi salah satu pengisi acara tersebut mewakili komunitas nya, ia duduk di antara tamu undangan penting lainya, menunggu giliranya di panggil ke atas panggung untuk menyampaikan apresiasi nya, sementara dita berkumpul dengan teman lainya di belakang panggung acara.


tak berapa lama nama rendy pun di panggil dan ia pun naik ke atas panggung,


dita melihat nya dengan antusias,


Menawan dan sangat berwibawa sekali, terpesona dita melihatnya

__ADS_1


__ADS_2