Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 41 Bukti


__ADS_3

Reyhan datang ke kantor rendy dengan langkah terburu - buru,


"hei winda.. apakah pak rendy ada di dalam..?


tanya reyhan pada winda asisten di kantor rendy.


"Ada.. masuklah, sejak tadi pak rendy menunggumu..


"Baiklah..


Reyhan mengetuk pintu itu..


tok tok tok..


"Masuklah..


rendy mempersilahkan reyhan masuk.


"selamat pagi pak rendy..


"iya selamat pagi, bagaimana hasil penyelidikan nya..?


"seperti yang pak rendy duga, kebakaran itu memang ada unsur kesengajaan yang di lakukan oleh anak buah handoyo.


"lalu apa kamu mendapatkan bukti - buktinya..?


"tentu.


reyhan pun menyerahkan amplop coklat yang sedari tadi di pegang.


rendy membuka amplop coklat itu, melihat dengan detail setiap bukti yang ada.


"kau akan membayar nya handoyo.. ucapnya geram.


"Hubungi handoyo untuk menemuiku..


"baik.

__ADS_1


"lakukan sesuatu dan kelabui dia agar ia tidak tau kita sedang menyelidiki kebakaran itu, buat seolah kita percaya bahwa itu murni kebakaran biasa.


"baiklah saya permisi.


reyhan pun keluar dari ruang kebesaran rendy. seperti yang rendy perintahkan, ia menghubungi handoyo, meminta nya untuk datang ke kantor bos nya.


"halo.. pak handoyo


"iya.


"pak rendy ingin bertemu dengan anda di kantor nya.


"benarkah..? baiklah saya akan segera kesana.


reyhan memutuskan sambungan telfon tersebut dan kemudian pergi melanjutkan tugas nya.


...


di kediaman handoyo


dengan senyum nya yang mengembang dan perasaanya yang di liputi rasa kemenangan.


"vina.. bukakan pintu, ayah ingin bicara..


"vina tidak mau ayah, menjauhlah.


"vina.. ayah punya kabar bagus.. cepatlah buka pintu..


"bicara saja ayah.


"kau tau nak.. rendy meminta ayah untuk menemuinya, apakah kau akan ikut bersama ayah..?


"benarkah ayah..?


"iya benar.


vina melonjak kegirangan mendengar apa yang ayahnya ucapkan, ia langsung berdiri dan membuka pintu untuk ayahnya.

__ADS_1


ia memeluk ayah nya dengan erat lalu dengan tidak sabarnya ia akan bersiap siap.


"makanlah dulu nak.. kau dari kemarin belum makan.


"iya ayah setelah siap aku akan makan dulu.


"baiklah, ayah akan suruh bibi untuk menyiapkan nya.


handoyo keluar dari kamar putri nya dan memerintahkan pembantu nya untuk menyiapkan makan untuk putrinya.


handoyo melangkah meraih ponsel yang tadi ia letakan di atas meja ruang tamu, ia menghubungi anak buah nya.


"halo.. suara orang di sebrang sana.


"iya halo.. kerja bagus, saya puas dengan hasilnya.


"bagaimana dengan sisa pembayaran nya..?


"temui saya di tempat biasa jam 3 sore.


"baik.


sambungan telfon di putusnya kemudian ia bergegas ke kamarnya, menyiapkan uang untuk bayaran orang suruhan nya.


vina melangkah keluar dari kamarnya dengan raut kebahagiaan terpancar di wajahnya.


ia berjalan menuju meja makan dan menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh pembantu nya.


"ayah.. apa ayah tak ingin menemaniku makan.. teriaknya pada sang ayah.


"tidak, kau makanlah nak, ayah sudah makan tadi,


"baiklah ayah.


beberapa menit berlalu, vina dan handoyo pergi melajukan mobil nya menuju kantor rendy.


tidak ada yang ia cemaskan saat itu hanya ada rasa bangga dan menang atas apa yang sudah ia lakukan.

__ADS_1


MA group.. kedua nya telah sampai di area parkiran perusahaan milik rendy itu.


kedua nya turun dari mobilnya, melangkah dengan sombong nya menuju ruang kebesaran rendy.


__ADS_2