Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 34 Sebuah Penjelasan


__ADS_3

rendy dan dita menatap mba runtia yang kini tengah terdiam tak mengerti.


kemudian rendy mulai membuka suara, menceritakan semua yang telah terjadi, hingga akhirnya mba runtia pun mengangguk mengerti dengan keputusan yang di ambil kedua nya.


rendy memintanya untuk tidak membocorkan rahasia itu pada siapa pun,


namun kecemasan terlihat jelas di wajah mba runtia.


"mba runtia kenapa..? kenapa terlihat cemas..? tanya rendy


"Maafkan aku ren.. tadi semasa kalian di ruang dokter, aku terlanjur mengirim pesan pada anton dan juga sinta, aku memberitaukan pada mereka tentang kalian berdua yang berada di ruang dokter kandungan.


maafkan aku ren.. sungguh aku tak tau jika sebenarnya seperti itu..


ucap runtia dengan penuh sesalnya.


"aarrrrggghhhhh.. kacau.. ucap rendy.


"tenanglah sayang berdoa saja semoga akan baik - baik saja. ucap dita menenangkan.


suasana pun kembali hening.. mba runtia merasa bersalah atas tindakan nya, ia terdiam dan meneteskan air mata kesedihan, ia tak tau harus berbuat apa.


ia terus meminta maaf kepada rendy dan juga dita.

__ADS_1


rendy dan dita pun memaafkan nya dan menganggap itu memang sudah jalan nya.


rendy mengantar mba runtia hingga sampai di depan rumahnya, lalu kembali melajukan mobil nya dan kembali pulang.


malam hari suara ponsel kedua nya tak hentinya berdering, beberapa panggilan dan pesan masuk dan di biarkan begitu saja,


tak satu pun di angkat dan tak satu pesan pun di balas.


..


keesokan hari nya


rendy meminta dita untuk berhenti bekerja mengingat kondisi kandungan nya yang lemah, dita pun menurut.


dengan di temani rendy suami nya..


surat pengunduran diri itu pun di terima,


rendy dan dita bersiap kembali ke rumahnya namun saat dalam perjalanan seseorang menghentikan laju kendaraanya tepat di depan mobil yang rendy kendarai,


beberapa orang berhenti dan mengetuk kaca mobil rendy.


orang itu tak lain dan tak bukan adalah anggota komunitas nya. ia meminta rendy untuk mengikutinya, rendy pasrah dan menuruti apa yang di inginkan anggota nya itu.

__ADS_1


beberapa saat kemudian sampailah mereka di sebuah pantai, tak pernah ia duga sebelumnya ternyata semua anggota komunitasnya tengah berkumpul di sana menantikan kehadiran rendy dan dita.


Rendy turun dari mobilnya, ia melarang dita ikut dan meminta nya untuk tetap menunggu di dalam mobil, berjaga jaga takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,


rendy melangkah dengan gagahnya mendekati sekerumunan orang yang kini tengah menatapnya penuh dengan kebencian.


dita hanya memandang dari dalam mobil dan berdoa semoga tidak terjadi hal yang tidak di inginkan terhadap suaminya.


rendy melangkah pasti dan duduk di antara orang - orang yang menatapnya dengan sinis penuh kebencian.


seorang ustadz yang selalu jadi panutan dalam komunitas tersebut juga nampak hadir.


rendy menyalaminya penuh hormat dan mencium telapak tangan ustadz itu.


sang ustadz menepuk pundak rendy dan kemudian membawanya dalam pelukanya.


"anak yang hilang telah kembali... lirihnya di telinga rendy, sang ustadz pun menitikan air matanya, menepuk kembali pundak rendy,


meminta rendy agar bersabar dalam menghadapi ujian nya, dan memintanya untuk menjelaskan permasalhan yang ada.


rendy menatap semua anggota nya untuk beberapa saat,


sebagian dari mereka menghujat dan mengeluarkan kata - kata tak pantas,

__ADS_1


menghina dan mencaci rendy dan juga dita


__ADS_2