Cinta Terlarang Duyung

Cinta Terlarang Duyung
Sahabat


__ADS_3

Bener nggak kalo temenan sudah lebih dari 7 tahun bakal jadi sahabat sejati?


Author POV


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00, tapi Cordelia tampak masih tidur dengan nyenyak di kamarnya.


Beberapa kali alarm berbunyi tapi tak di hiraukan dan memilih tidur dengan nyenyak.


Semalam energinya habis untuk menangisi drama yang membuat matanya bengkak dan menghancurkan hati terdalam atas penghianatan cinta.


-0-


Tok tok tok..


"Coco." Panggil mama yang mengetuk pintu kamar Cordelia.


Tak kunjung dapat jawaban dari pemilik kamar, mama mencoba membuka pintu kamar Cordelia namun terkunci.


"Deeeel. Cordeliaaa." Panggil sang mama sedikit lebih kencang.


"Ada tamu itu katanya janjian sama kamu. Cordeliaaa ada Sean Dateng katanya mau jemput kamu. Deeel." Sang mama tetap mengetuk pintu kamar Cordelia kencang dan masih tidak ada jawaban.


Mama menutup matanya dan menggerakkan air dari dalam kamar mandi Cordelia untuk menyiram Cordelia dengan kekuatan yang di miliki duyung.


"Dingiiin!!!!." Teriak suara dari dalam kamar.


"Buruan mandi, keringin badannya, siap siap. ada Sean katanya mau pergi sama kamu." Jelas sang mama kesal.


"Ha? Siapa maaa?" Cordelia Langsung terduduk dari tidur nya.


"Ada. Sean. Buruan." Jawab mama penuh penekanan.


Cordelia segera melihat jam pada ponselnya. Ternyata sudah jam 09.45 dan Cordelia masih di atas kasur.


Cordelia segera turun dari ranjangnya dan berkemas.


-0-


A few years later *pake nada SpongeBob"


Setelah satu jam berlalu barulah Cordelia menemui Sean dengan membawa ransel cukup besar.


"Maaf yaaa Lo jadi nunggu lama gini." Ucap Cordelia yang baru masuk ruang tamu.


Disana sudah ada mama dan papanya yang tadinya sedang mengobrol dengan Sean. Tapi sekarang mendadak hening saat Cordelia datang.


"Susah banget yaaa putri tidur ini di bangunin." Sindir sang mama kesal.


"Sorry maaa... Ya udh sekarang Coco berangkat ya..." Cordelia berjalan mendekati pintu.


"Kamu kan belum sarapan. Mending sarapan dulu sama Sean. Nanti sampe tempatnya kalian makan siang. Nggak baik kalo pergi tapi perut kosong." Jelas sang mama pada anak bungsunya itu.


"Tapi Coco nggak laper."

__ADS_1


Greeeet....


Dan suara perut Cordelia muncul tepat saat Coco bilang tidak lapar. Otomatis semua orang di ruang tamu tertawa.


"Ayo Sean makan dulu yuk, biar aja itu Cordelia katanya nggak laper. Aaah tu gitu kita makan dari tadi kan." Sindir sang mama lagi.


"Dasar perut nggak bisa di ajak kompromiiii..." Racau Cordelia dalam hati.


"Ayo Sean." Kini mamanya sudah berdiri dan mengajak papa juga Sean untuk masuk ke ruang makan.


"Ia Tante. Makasih." Sean juga berdiri mengikuti mama Cordelia.


"Ikut dong." Dan Cordelia mengikuti mereka sambil sedikit berlari.


-0-


Di perjalanan.


Suasana mobil masih hening. Cordelia tampak belum nyaman dengan situasi yang hanya ada mereka berdua. Tapi dia tak mau tenggelam terlalu dalam dengan rasa canggung.


"Sorry banget yaaa. Gw kesiangan banget." Ucap Cordelia akhirnya memulai pembicaraan.


"It's ok. Oh ia ada sesuatu buat Lo. Itu di dalem situ." Ucap Sean sambil menunjuk laci dashboard.


Cordelia menemukan kotak hadiah berwana hijau tosca sebesar kotak kaca mata juga kotak kacamata di sebelahnya.


"Ia itu yang warna tosca. Buat Lo." Jelas Sean lagi.


"Kok Lo repot repot sih." Jawab Cordelia sambil membuka kado dari Sean.


"Pake deh pas banget kayanya buat Lo Del." Ucap Sean menatap Cordelia sebentar sambil tetap fokus menyetir.


Cordelia menggunakan kaca yang ada di sun visor. Untuk melihat dirinya yang menggunakan kacamata hitam pemberian Sean.


"Aaaah makasih banyak yaaa. Keren kan gw ahahahahaha." Cordelia menghadap ke arah Sean sambil berpose.


"Akakakakak keren banget. Eh mau juga dong pakein gw kacamata yang di dalem situ." Lagi Sean menunjuk laci dashboard mobil di depan Cordelia.


"Sini sini aku pakein. Aaaah keren jugaaaa." Cordelia bertepuk tangan girang menatap Sean menggunakan kacamata hitam yang tak kalah keren.


"Keren kan gw." Katanya sambil bergaya.


Mereka tertawa terbahak, menghilangkan semua keheningan yang muncul tadi di awal dan mengubah nya dengan kebahagiaaan tanpa canggung.


"Nah pas banget lampu merah gini. Kita harus foto bareng udah keren gini yakaaan." Cordelia mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto selfie untuk mereka berdua.


"Satu dua tiga. Smileeee." Cordelia mengambil potret mereka berdua beberapa kali.


"Keren bangeeeet, OMG harus ini di buat snap Ig." Ucap Cordelia bersemangat.


"Nama Ig Lo apa? Biar gw follow terus gw tag." Cordelia menatap Sean senang.


-0-

__ADS_1


Setelah beberapa jam berlalu, mereka sampai di padang bunga yang sangat luas. Aroma bunga bunga mekar sudah tercium saat mereka membuka pintu mobil mereka.


"Del, do you like it?" Tanya Sean yang berdiri di sebelah Cordelia sambil menatap hamparan ladang bunga


"Aaaarh. Makasih banyak ya udh ajak aku kesini. Sumpah ini tu keren banget tempatnya." Jelas Cordelia sambil merangkul lengan Sean.


Kebiasaan Cordelia sejak dulu yang tak pernah hilang. Menggandeng orang di sebelahnya tanpa canggung.


"Dasar kaya bocah kamu." Sean mengusap kepala Cordelia gemas.


"Kita makan dulu yuk, cape Kan kamu?" Sean mengajak Cordelia berjalan memasuki sebuah restoran terbuka yang di penuhi dekorasi bunga.


"Sumpah keren banget. Lo kok tau tempat bagus gini sih. Pokonya gw mau ambil foto sebanyak banyaknya." Cordelia sangat senang dengan mata berbinar bahagia.


Mereka duduk di meja yang sudah di reservasi sebelumnya oleh Sean. Dan menikmati jus semangka dan makan siang yang sedikit telat dari waktu yang sudah di jadwalkan.


"Fotoin gw dooong pleaseee." Cordelia berpose dengan senyum mengembang lebar di kursinya sambil menatap makanannya.


"Udah puas foto fotonya?" Tanya Sean senang menatap Cordelia.


"Sudah. Selamat makaaaan." Cordelia lagi lagi bertepuk tangan senang sebelum makan.


-0-


Suasana sudah sedikit tenang saat mereka menikmati makan siang dengan pemandangan ladang bunga yang sangat luas.


Ada teh dari bunga chamomile Ada juga dessert puding bunga yang terasa manis di lidah.


"Oh ia, Lo bilang mau ceritain kenapa Lo pindah mendadak gitu dulu." Tanya Cordelia sambil memotong daging steak miliknya.


"Oh emang ia yah?" Tanya Sean sok sok an lupa.


"Nah nah mulai lagi. Sok sok amnesia." Cordelia menatap Sean dengan tatapan sinisnya yang menunjukan bahwa dirinya kesal.


"Selow dooong. Awas itu nanti matanya keluar." Sean tertawa terbahak saat melihat Cordelia memutar bola matanya kesal.


Karna kesal jadi bahan tertawaan Cordelia menginjak kaki Sean kesal. Sontak Sean kaget dan mengeluh sakit.


"Tenaganya kuat banget gilaaa Cordelia." Tapi masih tetap tertawa terbahak melihat tingkah Cordelia yang sekarang melipat kedua tangannya dan memasang Wajah kesal.


-0-


.


.


.


.


To be continue


Nadiapuma

__ADS_1


27.05.2020


Menurut pengalaman ku selama ini. Seorang sahabat walau sudah berpisah bertahun lamanya pasti pas udh kumpul lagi nggak akan canggung 😅 menurut kalian gimana?


__ADS_2