Cinta Terlarang Duyung

Cinta Terlarang Duyung
History


__ADS_3

"Terkadang aku malu akan sikap bodohku selama jadi anak anak di jaman dahulu..." UPS...


Author POV


"Ma, Coco mau main ya sama kak gigi." Coco kecil menghampiri sang mama yang sibuk menata hiasan di teras rumah.


"Ia tapi jangan jauh jauh yaa." Jawab mama yang tidak memperhatikan Coco dan Gigi kecil.


"Kak kita main pasir yuk." Ajak Cordelia pada sang kakak. Mereka bergandengan tangan menuju pantai yang tepat di depan rumah mereka.


Cordelia Dan Gianira sedang sibuk membuat istana dari pasir. Ala anak anak. Sampai seorang anak laki laki datang menghampiri mereka.


"Kalian anak baru ya disini?" Tanya anak laki laki yang tingginya sama seperti Cordelia.


Cordelia Dan Gianira hanya menatap anak itu bingung.


"Namaku Sean Adriatik." Jawab Sean dan menjulurkan tangannya pada kedua anak perempuan itu.


"Nama aku Cordelia." Jawab Cordelia langsung menjabat tangan Sean.


Gianira langsung menepis tangan Sean dan Cordelia yang sedang berjabatan.


"Ssssst... Kita nggak boleh ngobrol sama orang asing tau. Inget nggak kata mama" perotes Gianira pada sang adik.


"Kita nggak mau ngomong sama orang asing yaaa." Jawab Gianira dengan muka sewotnya


"Aku kan bukan orang asing. Buktinya aku udah kenal Cordelia." Jawab Sean yang membuat Gianira terkejoed.


"Ia kak nggak papa lagian dia sama tingginya Sama Coco berarti kan temenan sama Coco ya kan Sean." Jawab Coco polos.


"Adeeeeeek." Teriak Gianira yang malah langsung berlari meninggalkan Cordelia Dan Sean.


"Kakaaaak." Teriak Cordelia yang hendak menyusul sang kakak tapi terjatuh.


"Kamu nggak papa del?" Tanya Sean yang membantu Cordelia Duduk.


"Ya ampun muka kamu penuh pasir." Ucap Sean yang menatap muka Cordelia penuh pasir.


Tanpa di suruh Sean sudah membersihkan pipi, hidung, hingga kening Cordelia dari pasir. Cordelia hampir menangis karna jatuh.


"Sakit ya?" Tanya Sean pada Cordelia yang masih menahan tangisannya.


"Jangan nangis yaaaa. Kalo kamu nangis nanti pasirnya lengket." Jelas Sean yang masih sibuk membersihkan muka Cordelia dari pasir.


Posisi jatuh Cordelia yang tersungkur ke pasir membuat sekujur tubuh depan nya penuh dengan pasir pantai.


"Cordelia kuat." Gumam Cordelia sambil membersihkan bajunya.


"Iaa kamu nggak boleh nangis. Kamu kuat." Ucap Sean sambil tersenyum ke arah Cordelia.


"Makasih Sean." Kini Cordelia Tak jadi menangis dan malah tersenyum ada Sean.

__ADS_1


Kini giliran datang Gianira dengan sang mama dalam gandengannya.


"Maaa itu dia orang asingnya." Tunjuk Gianira pada Sean.


"Ya ampuuun, Coco kenapaaa? Kok penuh pasir gini?" Sang mama sibuk membersihkan baju Cordelia dengan muka khawatir.


"Coco nggak papa kok ma. Tadi Coco di tolongin sama Sean." Jawab Cordelia tenang.


"Haai naak. Nama kamu sean? Makasih ya sudah bantuin Delia. Kamu tinggal di Deket sini juga?" Tanya mama pada Sean yang kini sudah berdiri.


"Ia Tante, Sean tinggal di sana." Tunjuk Sean pada rumah panggung tapi modern tepat di sebelah rumah mereka.


"Oooh kita tetangga ya berarti. Panggil aja Tante dory yaaa. Ini Gianira, yang ini Cordelia." Ucap mama memperkenalkan anggota keluarganya.


"Gianira, mulai sekarang Sean ini bukan orang asing yaaa. Sean ini tetangga kita. Dia tinggal di sebelah rumah kita." Jelas sang mama.


"Sean mau ikut ngga kerumah Tante? Kebetulan tadi ada papa mama kamu di rumah, bertamu sebagai tetangga baru." Tanya mama Dory pada Sean.


"Boleh Tante." Jawab Sean.


"Coco bisa jalan kan?" Tanya sang mama menatap anak bungsunya duduk di pasir.


"Bisa kok ma." Cordelia berdiri dan dengan santai menggandeng tangan Sean dan sang mama di kanan kirinya.


"Ayo." Ucap Cordelia dengan senyum lebarnya.


-0-


"Ayo buruan ikut aku." Sean menggandengnya tangan Cordelia mengajaknya ke dekat batu besar di pantai.


"Kita ngapain disini?" Tanya Cordelia menatap sekeliling.


"Aku mau tunjukin kamu sesuatu. Tunggu disini ya." Sean masuk ke dalam air dengan waktu yang sedikit lama.


"Sean?" Panggil Cordelia khawatir.


"Sean jangan lama lama berenang nyaaaa.. Sean." Kali ini nadanya semakin tinggi.


"Seaaan!!" Teriak Cordelia yang mendekat ke arah air. Cordelia tidak bisa masuk ke air karna nanti Sean bisa tau jika dia bukan manusia seutuhnya.


"Huwaaaaah." Sean muncul dari air dan segera mengambil nafas dalam.


"Kamu ngapain sih? Kenapa lama banget." Tanya Cordelia dengan mata berkaca kaca.


"Aku ambil kerang ini. Kamu bisa makan kerang ini tanpa di masak dan ini enaaaaaak banget. Emang agak susah carinya tapi sebanding sama rasa kerangnya yang enak banget." Jelas Sean sambil menyodorkan kerang ke arah Cordelia.


"Waaaah ini memang kerang Ter enaaaak. Ayo kita makan." Kini mood Cordelia seakan membaik saat Sean mengajaknya menyantap kerang enak.


Mereka tertawa bersama di pantai itu. Sambil menikmati kerang yang di ambil oleh Sean tadi.


"Terimakasih yaaa Sean." Ucap Cordelia dengan wajah senangnya.

__ADS_1


"Mau aku ambilin lagi nggak?" Tanya Sean pada Cordelia.


"Boleh deh, tapi jangan lama lama kaya tadi yaaaa." Ucap Cordelia sedikit khawatir.


"Tenaaang." Jawab Sean ringan.


Sean sudah masuk ke dalam air, kini tersisa Cordelia yang menunggu Sean di daratan.


"Kok lama banget, ini udah lebih lama dari yang pertama tadi." Cordelia berjalan mondar mandir sambil terus menatap air.


"Kalo dia tenggelam gimana?" Tanpa pikir panjang Cordelia langsung masuk ke dalam air.


Kakinya langsung berubah menjadi sirip ikan yang lebar. Dia menatap ke sekeliling air memang tidak terlalu dalam tapi cukup untuk menenggelamkan anak seusia mereka.


"Sean." Teriak Cordelia.


Cordelia terus berenang mencari Sean tapi dia tidak menemukan nya. Sampai dia memutuskan untuk melihat ke daratan.


"Cordelia?" Sean menatap Cordelia yang muncul dari air.


"Aku cariin kamu dari tadi, kok kamu malah di air juga?" Tanya Sean bingung.


Bukannya menjawab Cordelia malah menangis dengan sebagian tubuhnya masih di dalam air.


"Kamu jahat. Kenapa kamu lama banget di dalem air tadi. Aku kira kamu mati." Cordelia menangis menjatuhkan Mutiara mutiara ke lautan.


Sean yang khawatir malah berenang mendekati Cordelia Dan menarik tangannya ke daratan.


"Aku nggak bisa kesana." Ucap Cordelia menahan Sean.


"Kenapa?" Tanya Sean pelan.


"Janji ngga akan tinggalin aku apapun yang terjadi?" Cordelia menjulur kan jari kelingkingnya untuk membuat janji dengan Sean.


"Aku janji. Kok"


"Janji juga nggak akan kasih tau siapapun." Tambah Cordelia lagi.


"Aku Sean berjanji. Nggak akan tinggalin dan nggak akan kasih tau sama siapapun tentang apa yang bakal Cordelia kasih tau ke aku." Sean mengucapkan janjinya dengan lantang dan menggandeng kan jari kelingkingnya ke jari kelingking Cordelia.


.


.


.


To be continue...


22.05.2020


Nadiapuma

__ADS_1


__ADS_2