
Selamat pagi dunia, selamat pagi lautan. Selamat pagi Cordelia yang masih takut bertemu lautan. Dari kecil Cordelia memang lebih suka daratan daripada laut. Walaupun semua yang ada di daratan membuatnya panas, tapi daratan terasa lebih aman dibanding laut.
"Sean." Cordelia melambaikan tangan sambil memanggil Sean yang sedang lari pagi.
Sean yang mendengar seseorang memanggilnya menengok ke arah orang itu dan balas melambaikan tangannya. Hanya sepintas Sean melanjutkan larinya.
"Dih, sombong banget langsung lewat gitu aja." Cordelia menutup kembali jendela kamarnya karena kesal.
"Cordelia, ini sarapannya udah siap." Ucap Bu Ari art di rumah pantai.
"Aku mau ke belakang dulu deh. Makannya nanti aja." Ucap cordelia pada ART dan bergegas keluar untuk bermain air.
Bagian belakang rumah pantai ini tertutup rapat dengan pagar tinggi yang mengelilingi. Tempat teraman untuk menjadi duyung atau sekedar bermain air.
00
Cordelia menatap wajahnya lewat pantulan air kolam renang yang sangat jernih.
"Udah lama aku nggak main air." Cordelia menggunakan kemampuan nya untuk membuat bentuk air mancur.
-dreet dreet-
Cordelia terkejut dan membuka ponselnya. Matanya membelalak lebar karena orang yang selama ini di tunggunya akhirnya mengirimkan pesan.
"Hai Cordelia apa kabar?" Begitu isi pesan shankara yang berhasil membuat Cordelia tersenyum lebar.
"Tunggu jangan di bales dulu sabar sabar." Ucap cordelia pada dirinya sendiri.
"Inget kata bang Celo jangan agresif. Tahan Coco, ayo kamu bisa." Belum sampai 2 menit jemari Cordelia sudah dengan otomatis membalas pesan dari shankara.
"Gua baik. Kalo Lo gimana? Apa kabar?" Begitu isi pesan dari Cordelia. Tanpa menunggu waktu lama Cordelia Sudah mengirimkan pesan itu.
"Baik juga. Lo liburan kemana?" Balas Shankara cepat.
Tanpa sadar senyuman tipis itu menghiasi wajah manis Cordelia.
"Cuma ke pantai doang kok. Lo liburan kemana?" Cordelia dengan semangat membalas chat dari shankara.
"Gue gabut di rumah doang. Btw gue lagi ada bisnis baju gitu. Boleh bantuin share nggak? Tapi kalo keberatan mah nggak papa kok." Mendapat balasan seperti itu senyum Cordelia yang sejak tadi mengembang mendadak runtuh.
"Sialan, dia ngechat gue cuma mau minta bantu promosi. Dasar hiu paus kepiting." Teriak Cordelia sambil mengayun ayunkan kakinya di air.
__ADS_1
Air kolam yang tadinya tenang menjadi tinggi seperti tsunami yang siap menghantam Cordelia.
"Mampus." Ucap Cordelia sambil menutup mata karena air itu menerjangnya cukup kuat.
00
Senja sore ini terlalu merah sampai membuat pantulan cerah di laut. Mood Cordelia yang sudah hancur dari pagi makin parah karena bosan.
Dari jauh Cordelia melihat Sean sedang berjalan bersama perempuan menuju ke arahnya. Dengan cepat Cordelia bersembunyi ke balik pohon.
Cordelia menatap mereka berdua dari atas hingga ke bawah. Mereka tampak akrap mengobrol bersama. Sesekali perempuan itu tertawa sok imut sambil mencoba menutupi mulutnya.
"Ish genit banget jadi manusia." Keluh Cordelia pelan.
Setelah Sean dan perempuan itu jauh Cordelia memilih kembali ke rumahnya. Lampu rumahnya sudah menyala dengan terang karena hampir malam.
00
Cordelia Naik ke kamarnya dan menatap jendela yang terbuka dan ada amplop yang tergantung di jendelanya.
"Ini peta? Apaan sih aneh banget." Cordelia menatap peta itu dan membaliknya.
"Follow me. By Sean." Begitu tulisan di balik itu.
Cordelia membuka amplop nomer satu dan membaca suratnya.
"Selamat kamu sudah menemukan harta Karun. Sekarang datang ke tempat buih laut memudar. Nanti begitu sampai sana buka amplop 2 ya..." Cordelia berpikir keras dengan maksud dari kata kata itu.
"Buih laut memudar? Maksudnya pantai mungkin yaaa. Gas lah kita kesana." Cordelia berlari menuju keluar rumah dan membuka amplop kedua.
"Pandang baik baik ke arah batu rahasia. Kalau kamu menemukan cahaya, buka amplop 3." Merasa sedikit kesal tapi penasaran Cordelia mencari cahaya dari balik karang tempat rahasia dirinya dan Sean.
Tak kunjung melihat cahaya, Cordelia dengan cepat naik ke atas pohon agar bisa melihat bagian atas batu itu. Dan benar saja terlihat cahaya yang lumayan terang.
"Kalau kamu bisa berenang kesana, kamu nggak akan bisa baca surat kelima karena basah. Tapi disana ada sesuatu yang menunggumu." Begitu selesai membaca itu Cordelia segera turun.
"Apaan sih nggak jelas banget Sean. Mana bisa aku berenang kesana, jelas jelas malem gini air pasang. Tau juga aku nggak bisa berenang. Tapi penasaran." Cordelia menendang pasir pantai cukup kuat.
"Apa aku bisa ya?" Tanya cordelia pada dirinya sendiri.
"Ah jelas jelas dia pasti lagi sama cewe itu mau buat aku panas. Tapi salahnya mencoba kan." Cordelia akhirnya memutuskan untuk berenang.
__ADS_1
"Pikirin aja, hadiah hadiah hadiah dont be afraid." Cordelia melihat ke kanan dan ke kiri begitu aman Cordelia mencoba berenang.
"Remember everything gonna be ok. I can breathing in water so it's ok." Ombak malam itu memang tidak begitu kuat, tapi ketakutannya membuat badannya terasa sedikit kaku.
Dengan kebut Cordelia akhirnya bisa sampai di sana. Tapi dirinya nggak menemui apa apa. Di putarinya batu yang lumayan besar itu. Tapi tak kunjung menemui apapun.
"Gila gue kena tipu." Cordelia duduk di batu besar itu. Nggak lama terdengar suara kembang api besar di langit.
Melihat itu memori tentang masa kecilnya bersama Sean seakan kembali. Betapa mereka sangat suka melihat kembang api bersama sama.
"Apa Sean siapin hal Aneh kaya gini buat aku?" Tanya cordelia pada dirinya sendiri.
Tanpa di sadari olehnya, senyuman muncul dari bibir Cordelia.
"Ah Surat ke empat." Cordelia segera membuka surat keempat yang ada di genggamannya sejak tadi.
"Hai Coco, im so proud of you Karena sudah bisa berenang sampai batu itu. Aku harap kamu bisa coba berenang ke tempat lain lagi. If something gone wrong just remember I always there for you. This fireworks will be your friend in dark sea. Congratulations." Cordelia tersenyum menatap surat itu.
"Let's try it." Cordelia berusaha memberanikan diri lagi untuk berenang.
"Cordelia, we can do it." Kedua tangan cordelia di angkat tinggi tinggi untuk memberinya semangat.
Semua air ini terasa asing, namun di saat bersamaan juga sangat nyaman. Banyak ikan, banyak hewan, apakah akhirnya aku bisa berenang lagi. Aku sudah bisa bergerak dengan sesukaku. Aku segera mencoba berenang ke dalam.
Begitu sampai di tempat tinggal Cordelia di dalam laut. Dia tak lagi bisa melihat kembang api yang terang di atas sana.
"Sean, thank you." Gumam Cordelia.
.
.
.
.
.
Tbc ...
19.02.2021
__ADS_1
Nadiapuma