Cinta Terlarang Duyung

Cinta Terlarang Duyung
kenapa Senin cepat datangnya.


__ADS_3

"Kenapa harus ada sang Senin saat Minggu menyenangkan.?"


-0-


Cordelia POV


Aku sudah menunggu Senin datang menjemput kuuu. Khusus Senin ini aku sangat menantinya. Biasanya Senin adalah hari yang paling menyebalkan.


Bangun lebih pagi, mandi sambil scrubbing agar badan wangi dan bersih. Pakai body butter agar makin wangi, pakai parfum juga jangan lupa.


Dan, pakai make up yang lebih cerah dari biasanya. Karna biasanya aku kuliah hanya pakai sunscreen dan pelembab kulit juga liptint tipis.


Khusus hari ini aku akan pakai cusion, blush on, eye shadow tipis, tak lupa bulu mata badai dan lip cream. Apakah aku sudah gilaaaaaa. Aaaaargh


"Jangan lupa juga, kaca dan perlengkapan touch up ke dalam tas kuliah." Kataku memasukkan barang barang dan turun ke bawah untuk sarapan.


-0-


Ruang makan


"Good morning mama." Sapaku pada mama yang ada di ruang makan dengan semangat.


"Waw kok sudah siap? Biasanya jam segini kamu masih berantem sama gigi karna nggak bisa di bangunin." Tanya mama bingung melihatku yang sudah rapih.


Aku hanya menaikkan alisku sambil tersenyum lebar.


"Kamu mau ke mall?" Tanya mama menatap mukaku bingung.


"Aduuuh please mama cantik, hari ini aku mau kuliah pagi pagi, jadi boleh ya aku berangkat duluan naik ojek mobil?" Mohonku dengan wajah di buat imut.


"Kalo berangkat pagi kenapa nggak bilang kak Celo?" Tanya mama lagi.


Aku sibuk mencari kotak makan di lemari untuk membawa bekal. 'bisa hilang lip cream ini kalo pake acara makan dulu.'


"Terus itu buat apa kotaknya?" Sekarang mama sudah berhenti membuat sandwich ikan dan menyandarkan badannya pada pantry sambil menatapku lekat dari atas sampai bawah.


"Aku mau bekal ma. Karna kan ini pagi jadi aku harus makan di jalan ya kan maa..." Jelasku masih dengan senyum manis.


"Ma, nanti gigi sama Coco suruh berangkat sendiri ya mendadak aku ada urusan di kantor sortir mutiara." Kak Celo berhenti saat menatapku sudah rapi.


"Loh? Kok kamu udah siap? Mau kemana? Menor banget lagi." Omel kak Celo yang cukup hampir merusak mood ku.


'tarik nafas buang. Tarik nafas lagi buang. Sabar sabar nggak boleh kesel' kataku dalam hati.

__ADS_1


"Itu tuh dia aneh. Katanya mau ada kuliah pagi tapi dandannya heboh banget kaya mau main." Bela mama melebih lebihkan.


"Ia kak aku mau ada kelas pagi jadi minta bekal sama mama. Dan mau berangkat sekarang." Kataku menjawab biasa.


"Ya udah, Anter Gih adeknya ini sarapannya mama bawain ya. Nanti biar gigi mama yang anter." Jelas mama memberikan kotak bekal pada kak Celo.


"Ayo dek. Berangkat dulu ya ma." Kak Celo berjalan cepat ke luar.


"Berangkat dulu ma. Bye" kataku dan ikut lari kak Celo.


-0-


Di mobil.


"Ngaku kamu mau kemana?" Tanya kak Celo tepat setelah mobil keluar dari gerbang rumah.


"Ya kuliah. Nih tentengan aku udah banyak." Jawabku santai.


"Dengan pipi Semerah itu kamu mau kuliah. Ih geli deh." Aku menatap sinis kata kata kak Celo.


"I'm sure. Make up aku udh pas dan nggak menor ya kak. Ini tu daily make up." Jelasku sudah terpancing emosi.


"Kebanyakan nonton youtup nih. Jadi sok sok pake make up nggak jelas gini. Orang tu tau porsinya ya mau kuliah sama mau maen beda mukanya." Oceh kak Celo.


Aku mengipas ngipas diri sendiri agar tidak panas. Dan menarik nafas buang untuk mengatur agar tidak membentak nya. Inget sama yang lebih tua nggak boleh kurang ajar.


"Oooh, gitu. Mau ikutan temen temen." Jawab kak Celo dengan nada menyindir.


"Ya bagus lah kalo kamu sadar diri kalo buluk. Jadi pake make up." Lanjut kak Celo sambil sedikit tertawa.


"Apaaaa?" Teriakku kesal.


"Kakak nggak tau aku udh bangun pagi pagi biar bisa mandi wangi, pake make up dan nggak telat. dan sekarang kakak bilang aku BULUK?!!" Dan akhirnya emosiku meluap.


"Haaaah. Aku beda ya sama pacar kakak yang ada di laut sana yang pake make up nya dari bahan bahan yang aku nggak ngerti apa sampe sekarang. Please nggak usah ikut ikutan komen hidup aku kalo kakak ngga ngerti apa apa tentang cewe." Omelku balik.


"Kenapa kamu jadi bawa bawa pacar kakak sih. Nggak ada hubungannya yaa. Dia di laut kamu di darat ya beda lah." Jelas kak Celo dengan nada biasa.


'aku ingin berkata kasar sekarang jugaaaaaaaa!!!' batinku kesal.


"Kan kakak cuma ngasih tau, be yourself nggak usah menor gitu. Kenapa kamu malah marah dan banding bandingin pacar kakak sama kamu. Nggak ada hubunganyaaa, dan kakak juga nggak akan ngerti masalah cewe karna kakak bukan cewe yang susah di mengerti kaya kalian. "


"Ini masih pagi ya dek. Kakak tu punya banyak urusan dan kamu malah marah marah padahal udah kakak Anter. Ya maaf kalo kakak nggak bisa ngertiin kamu, tapi kalo menurut kakak nggak baik pasti bakal kakak kasih tau ke adek adek kakak. Bukannya kakak mau menjerumus kan kamu ya." Kak Celo berhenti bicara dan menepikan mobilnya.

__ADS_1


"Sekarang kamu turun." Katanya dengan nada dingin.


Aku menatap sekitar, dan ternyata kita sudah sampai. Walaupun dia marah tapi dia nggak benar benar menurunkanku di jalan.


"Maafin Coco ya kak. Coco nggak maksud buat marah kok, cuma semua cewe juga pasti kesel kalo di bilang menor." Balasku padanya yang masih melihat ke depan.


"Ia kakak juga minta maaf ya. Ya udh sana turun nanti telat. Udah sepi gini buruan." Kak Celo berusaha tersenyum padaku.


"Bye kak. Makasih" kataku yang sudah keluar dan melambaikan tangan padanya. Yang di balas lambaian.


Dan sekarang aku di penuhi dengan penyesalan karna sudah bicara pada kak Celo dengan nada tinggi. Aku benar benar jahat kaya nenek sihir.


Sial, dasar aku dan kebodohan. Harusnya aku nggak marah tadi, bener juga kata kak Celo pasti dia bakal nuntun adiknya ke jalan yang bener ya.


"Aku chat kak Celo deh." Kataku pelan sambil berjalan menuju kelas.


Belum sempat aku mengirim pesan kak Celo sudah menelfonku.


"Dek buruan ke tempat tadi ya ini bekal kamu ketinggalan di mobil. Kakak lagi jalan kesitu." Katanya dalam telfon.


Aku pun tersenyum lebar dan dengan senang hati menuju ke tepat kak Celo mengantarku tadi.


"Makasih kaaak I love youuu." Kataku setelah mengambil bekalku.


"Akakakakakak bye deeek" katanya yang tak membalas cintaku dan malah tertawa.


Dasar. Kak Celo kadang keren kadang menyebalkan, kadang juga membuat geram.


.


.


.


To be continued


30 Maret 2020


*Pesan singkat dari author


Dear kalian semua, please jangan pernah bilang cewe itu menor.


Bilang baik baik, kayanya warna bibir kamu kurang cocok deh, atau bahasa yg lebih lembut. Dan please jangan pas lagi rame kamu bilang make up kita kurang pas. Maluuu sumpah ih.

__ADS_1


Karna kita semua wanita akan sangat parno dan mengira muka kita sangat buruk sehingga tidak percaya diri.


Sekian*


__ADS_2