
Cordelia POV
Hari ke 7 di Thailand. Hari ini kak nam sudah nggak mendampingi ku. Tapi aku beberapa kali chat dirinya untuk minta tolong di terjemahkan.
Bangun kesiangan adalah hal yang paling nikmat. Jadi hari ini aku putuskan tidur dan melewati sarapanku.
Siang ini aku hanya pergi jalan jalan ke tempat tempat dekat wave hotel. Ada beberapa tempat pijat dan spa yang cukup mewah dan pegawainya tau bahasa Inggris dengan baik. Jadi aku bisa berkomunikasi dengan mereka.
Makan siang di pantai Pattaya dengan menu pilihanku yang jujur saja aku nggak tau artinya. Seperti tebak tebak berhadiah aku memilih dari gambar yang paling menarik di menu.
Setelah makan aku menikmati sunset yang sangat indah. Senja yang berwarna orens entah kenapa disini seperti ada perpaduan warna merah muda di warna langit senja.
"Aku nggak pengen pulang." Kataku berjalan di tepi pantai. Aku ingin berenang ke laut. Serasa seluruh tubuh ku tertarik oleh ombak.
Aku menatap ke arah laut. Lautan tenang dengan ombak kecil memantulkan sinar rembulan.
Langit penuh bintang dan cahaya bulan yang sangat terang membuat suasa di pantai ini tidak terasa gelap apalagi mencekam.
Mendadak mataku mengeluarkan air mata.
"Ma, Coco kangen. Coco mau pulang Coco mau peluk mama." Dan entah kenapa aku malah menangis di pinggir pantai.
"Dasar Cordelia bodoh. Lo nggak boleh nangis di tempat umum Lo bisa kena hukuman kalo sampe ada yang tau kalo Lo ini bukan manusia." Aku segera mengelap air mataku. Beberapa tetesan air mataku sudah jadi mutiara di atas pasir.
Aku malah menguburnya dengan pasir dan berjalan meninggalkan pantai menuju penginapan.
00
Airport
Aku menatap sekeliling mencari keadaan mamaku. 20 menit lalu mamaku menelfon jika supir akan segera sampai.
Atau jangan jangan memang bukan mama yang menjemput ku tapi malah pak supir doang.
"Padahal aku udah kangen banget sama mama. Aku nggak sabar bawain makan enak dari Thailand." Kataku sambil terus mengecek notifikasi.
Ada panggilan masuk dari pak supir. Aku segera mengangkat nya dan menanyakan keberadaan nya.
Setelah bertemu dengan pak supir dan menuju mobil aku nggak tanya ke pak supir apakah jemput aku sama mama atau nggak.
Tapi begitu aku masuk ke mobil ada mama yang duduk dengan tenang sambil mengarahkan AC ke Arah kursi kosong di sebelahnya.
__ADS_1
"Maaaaa, i really Miss youuuu." Kataku langsung masuk dan memeluk mamaku.
"Why sayang? Ada sesuatu kah?" Tanya mamaku padaku sambil mengusap rambutku sayang.
"Nggak papa aku cuma kangen mama aja. Belum pernah aku pisah sama mama sampe lebih dari seminggu gini kaaan." Kataku pada mama setelah melepas pelukannya.
"Ok ok duduk yang bener dulu, kita mau jalan pulang. Gimana liburan nya? Panas disana?" Tanya mamaku memancing ku untuk bahagia lagi dan menceritakan banyak hal padanya.
00
Di rumah Cordelia.
Ini hari kedua aku di rumah. Semua oleh oleh makanan dan juga pakaian sudah ku bagikan pada mama dan papa. Punya kak gigi dan kak Celo masih tersusun rapi di atas ranjang mereka masing masing.
Rencanyanya hari ini embun mau datang ke rumah. Dan aku akan memberikan oleh oleh dari thailand untuknya.
Dreeet dreeet...
"Halo, embun kenapa?" Tanyaku pada embun lewat panggilan telfon.
"Jadi ini gw udh sampe depan rumah yang ada di alamat Lo kirim. Tapi gerbang ketutup. Udah gitu ada satpamnya juga. Gimana?" Tanya embun dari balik telfon.
"Bentar bentar." Cordelia menelfom satpam menggunakan telfon rumah yang di gantung di tembok. Dan memberi instruksi pada pak satpam di depan.
Embun ini memang satu satunya sahabat ku di kampus. Karna aku biasanya di antar jemput jadi embun nggak pernah ikut ke rumahku.
Dia adalah orang pertama yang aku undang ke rumah setelah Sean. Ah kalo Sean aku nggak pernah undang dia. Tapi berhubung beberapa kali dia Anter pulang kak gigi. Jadi yaa dia ke rumah.
Aku sudah menunggu embun sampai ke depan pintu rumahku. Dia sedang naik mobil golf ke arah pintu rumahku.
"Embuuuun." Teriakku antusias melambai lambaikan tanganku ke arahnya yang hampir sampai.
Embun segera turun dari mobil golf yang mengantarnya dan segera menghampiriku.
"Yuk masuk yuk." Kataku mengajaknya masuk ke rumah.
"Kita langsung ke kamar aku aja yaah, soalnya yang barang barang kamu masih di kamar. Nanti aku minta mba buat bawain makanan. Tenang aja anggap aja rumah sendiri. Eits tapi jangan di jual." Kataku yang membuat embun tertawa.
Sampai di kamar aku langsung menelfon mba yang berada di dapur untuk mengantarkan makanan.
Biasanya rumahku kosong. Karna mba mba yang bersih bersih di rumah cuma ada waktu pagi sampai kerjaan selesai baru pulang.
__ADS_1
Kebetulan hari ini mereka lagi sibuk pengenalan anak baru yang akan menggantikan seorang ART di rumahku.
"Del ini apa?" Tanya embun padaku yang baru selesai menelfon mba tadi.
Embun mengambil sebotol 1.5 liter berisi mutiara yang aku kumpulkan kemarin.
"Dasar Cordelia aneh. Kenapa nggak Lo bawa pergi sih itu mutiara." Batinku dalam hati sebelum menjawab embun.
"Em itu kelereng. Ia punya kakak gw. Dia suka koleksi kelereng gitu. Macem macem warna dan ukuran nah kemaren dia baru beli terus pamer gitu ke gw karna warnanya putih dan kecil kecil gitu." Jelasku panjang lebar meyakinkan embun.
"Tapi di atas nakas Deket lampu itu ada juga. semangkok, itu kelereng juga?" Tanya embun dengan tatapan kepo minta penjelasan.
Sebelum aku menjelaskan embun sudah mendekati mangkuk itu dan mengambil isinya.
"Ini kaya mutiara deh. Ia nggak sih?" Tanya embun mungkin meyakinkan dirinya dengan menatap mutiara itu tanpa menatapku.
"****** deh gw mau jawab apa niiih. " Batinku lagi sambil menjambak rambutku sendiri kesal.
"Ah itu kelereng juga." Kataku tanpa pikir panjang.
"Kemaren gw di kasih sama kakak gw karna warnanya bersih banget. Gitu." Jelasku pada embun yang hanya mengangguk anggukan kepalanya dan meletakkan kembali mutiara yang di pegangnya tadi.
"Gw belum pernah liat mutiara laut beneran sih. Tapi itu bagus banget mengkilat, kaya mutiara bukan kelereng." Ucap embun pelan yang masih bisa ku dengar.
Aku yang takut tidak bisa menjelaskan memilih mengajak embun untuk memilih sendiri oleh oleh yang mau dia bawa pulang. Juga memintanya untuk mencoba baju yang ku belikan.
.
.
.
.
.
To be continued
Nadiapuma
IG : nadia_puspita
__ADS_1
13.06.2020