
"Menjaga rahasia orang lain bukan lah hal yang sulit untuk kau jaga, kecuali saat kamu sedang marah dengan orang itu"
"Terkadang mulut ini lancang di saat marah."
Author POV
Cordelia Dan Sean sudah mengikatkan janji mereka.
"Aku nggak bisa kasih liat kamu di darat aku takut ada orang lain yang liat ." Jelas Cordelia menarik tangan Sean menuju ke balik batu karang besar.
Cordelia menatap ke sekeliling nya dan memastikan tidak ada orang lain disana. Lalu melompat dan duduk di atas batu karang kecil yang sering di gunakan nya untuk duduk.
Sean yang melihat Cordelia ternyata seorang duyung hanya menatap tak percaya Cordelia dengan mulut sedikit terbuka.
"Sean, kamu sudah janji ya nggak akan kasih tau siapapun." Cordelia menatap penuh harap Sean di depannya.
"Ka.... Kamu jadi... Ini..." Sean tergagap dan menatap tak percaya Cordelia dari ujung rambut hingga ke sirip.
"Sini naik, duduk di sebelah aku." Cordelia mengulurkan tangannya untuk di raih Sean, dan kini Sean duduk di sebelah nya.
"Aku sebenernya adalah duyung. Aku hidup di daratan karna Keluarga ku punya bisnis mutiara sama seperti papamu. Tapi kami nggak cuma memproduksi mutiara dari kerang saya. Tapi dari air mata kami. Aku, kak Celo dan kak Gigi harus mengumpulkan mutiara untuk di berikan pada papaku." Jelas Cordelia pada Sean di sebelahnya yang sedikit bingung.
"Jadi kamu bisa berubah jadi manusia dan juga duyung? Gimana caranya?" Tanya Sean bingung.
"Aku hanya tinggal mengeringkan siripku dan membayangkan memiliki 2 kaki. Dengan begitu kami bisa berubah jadi manusia. Kami juga nggak bisa sembarangan kena air, apalagi air laut. Biasanya kaki ku langsung berubah ketika terendam air laut atau air biasa sebentar." Jelas Cordelia lagi.
"Kamu nggak akan takut sama aku kan?" Tanya Cordelia lirih.
"Kenapa aku harus takut, kamu kan sahabat aku. Kita sahabat jadi kita nggak boleh tinggalin satu sama lain kan." Sean menggenggam tangan Cordelia kuat dengan tatapan memberi semangat.
"Terimakasih yaaaa sahabatku." Cordelia meneteskan air mata yang langsung di tanggap oleh Sean.
"Air mata kamu beneran jadi mutiara?" Tanya Sean kaget.
Cordelia hanya mengangguk dan menatap mutiara di tangan Sean. Mutiara itu berwarna hijau.
"Sean kami biasanya menangis dan menghasilkan mutiara putih. Tapi jika berwarna biru biasanya kita menangis karna orang terdekat kita membuat kita bahagia." Jelas Cordelia singkat.
"Jadi sekarang kamu udah seneng kan?" Tanya Sean yang langsung di tanggapi dengan anggukan mantab.
"Sebagai sahabat bisakah kamu simpan mutiara ini?" Tanya Cordelia.
"Aku bisa. Aku nggak akan lupain semua ini, juga nggak akan kasih tau siapa siapa. " Sean mengangkat jarinya membentuk peace.
"Biasanya kami di cari oleh manusia. Jadi identitas kami yang sebenarnya nggak boleh terungkap. Terimakasih yaa sahabat." Cordelia menjabat tangan Sean senang.
Kini rahasia terbesar dalam hidupnya telah di ketahui oleh orang lain. Semoga Sean tidak lupa dengan janjinya untuk menjaga rahasia ini.
__ADS_1
-0-
Cordelia POV
Minggu ini lagi lagi sibuk sibuknya ujian. Sudah pasti kak gigi dan aku nggak bisa di ganggu oleh semua orang.
Biasanya kalo Minggu ujian gini aku menghasilkan lebih banyak mutiara. Karna sebelum belajar untuk ujian biasanya aku menangis dulu agar pikiran ku sedikit tenang.
Kadang aku berpikir untuk apa sih repot repot jadi manusia yang sibuk kaya gini. Jika di bandingkan duyung di laut yang kerjanya hanya seputar bersosialisasi dan menangkap ikan.
Tapi pendidikan itu penting sih. Jadi kita bisa bedain mana yang baik mana yang buruk. Juga bisa punya pengalaman yang banyak.
-0-
Libur tlah tiba, libur tlah tibaaaa. Horeee horeee horeeee....
Biasanya kalo sudah libur semester gini kak gigi sibuk minta pulang ke laut. Ingin bucin katanya. Aku yang jomblo ini jadi kesal dan ingin menangis sajaaaaa.
Udah beberapa tahun ini aku nggak pernah ikut ke laut. Jadi kayanya aku bakal pergi traveling aja deh. Aaaah ku ingin makan sebanyak banyaknya.
"Kunci utama untuk traveling adalaaaaah. Uaaaang. Jadi sekarang waktunya siapkan tempat buat simpen mutiara, juga film film sedih. Hahahahahahahaha." Aku segera berbaring di ranjang dan menyalakan laptop.
Drrrrrttt drrrrrttt
"Sapa nih?" Tanyaku menatap handphone ku bergetar.
"Halo." Kataku dari telfon.
"Haaaai Del? Udah selesai ujiannya?" Tanya Sean dari balik telfon.
"Udah nih. Lo udh?" Tanyaku balik.
"Udah dong. Eh ia semester depan gw pindah ke kampus Lo. Seneng ya bisa ketemu terus kita. Hehehehe." Sean terkekek di balik telfonku.
"Eh serius?" Tanyaku kaget.
"Hahahahaha ia serius deh. Gw mah nggak bakal bohong sama lo. Papa gw pindah ke sana lagi, ke rumah pantai." Jelas Sean dengan nada pelan. Seperti menyiratkan sebuah arti di dalam kata katanya.
"Lo masih sering balik ke rumah pantai Del?" Tanya Sean tenang.
"Gw udah jarang banget ke rumah pantai. Kalo boleh tau kenapa dulu Lo pindah rumah? Kaget banget dulu mendadak Lo pindah." Tanyaku pelan takut menyakiti hatinya.
"Ada lah pokoknyaaa. Kalo Lo mau tau jalan yuuuk. Nanti gue ceritain deh." Sean sedikit menggodaku.
"Ah nggak asik Lo." Jawabku kesal
"Akakakakakaka, kalo mau gw jemput ya besok jam 10 pagi Sekalian kita melepaskan penat dan stress paska ujian akakakak. bawa baju tambahan jangan lupa, takut kena basah." Lagi lagiiii dia ketawa di telingaku
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanyaku bingung.
"Ada deh. Rahasiaaaaaa.. see you tomorrow deeel. Pokoknya Lo harus ikut besok. Kita bakal seneng seneng yaaa besok." Dan Sean menutup telfonnya.
"Ih dasaaar. Sok misterius. akakakaka, kayanya bakal asik juga sih jalan sama Sean berhubung kak gigi pergi juga malam ini." Aku melanjutkan menonton drama yang sedih.
-0-
"Itu jahat banget, suaminyaaa... Huwaaaa kenapa sih dia jahat amat ingin ku hujat... Omaygaaaat." Aku mengusap mataku yang sudah memerah.
Baru juga 2 eposide udah di jahatin aja ini pemeran nyaaa. Dasar aku balada balada alay galau... Berkat drama sedih ini aku sudah mengumpulkan mutiara sampai penuh 1L botol air mineral.
"Aku bakal jadi kaya kaaan. Hiks soon aku bakal traveling dan puas makan dengan uang sebanyak ini... Huwaaaaa" aku melanjutkan lagi tangisku sambil mengumpulkan mutiara yang berceceran di atas kasur.
Tok Tok Tok...
"Masuuuk. Hiks." Kataku menjawab suara orang yang mengetuk pintu.
"Eh kenapaaaa? Kok nangis gituuu?" Kak gigi segera menghampiriku dan memelukku erat.
"Aku cuma nonton drama orang jahat. Huwaaaa sedih banget." Kataku makin menangis saat kak gigi memelukku erat.
"Ya ampun deeek. Kenapa sampe merah banget gini matanyaa. Udah dulu yaaa nontonnya nanti nonton lagi yaaaa. Sayang." Kak Gigi mengelap pipiku yang sedikit basah. Dan menatap mataku iba.
"Kakak mau berangkat yaa?" Tanyaku pada kak gigi.
"Iaaa aku mau balik ke laut. Kakak tinggal nggak papa kan?" Kak gigi mengusap rambutku sayang
"Ia kakak balik aja nggak papa. Hati hati yaaaa kak." Kataku mengangguk mencoba membuatnya tenang.
-0-
.
.
.
To be continued
Katanya kakak adik itu punya ikatan batin yang kuat?
Emang ia yaaah?
Kalo bener atau salah menurut kalian gimana? Komen yaaaaa don't forget...
25.05.2020
__ADS_1
Nadiapuma