
Cordelia pov
Aku pulang. Aku kembali ke habitat asliku, lautan yang sangat aku rindukan. Ketakutanku sudah berubah menjadi kebahagiaan, ini rumahku kaaaan.
Beberapa temanku menyapaku di lautan, aku setuju untuk menghabiskan sehari di laut. Aku segera pulang ke rumahku yang ada di laut. Sampai di rumah, orang yang bekerja disana terkejut melihatku.
"Ini bener Cordelia?" Tanya penjaga rumah padaku.
"Ia benar sekali. Akhirnya aku bisa kembali ke laut." Kataku senang sebelum akhirnya masuk.
Aku mengganti pakaian dan segera menghubungi orang tuaku. Tak lupa minta tolong untuk menghubungi Sean kalau aku baik baik saja. Malam ini aku akan tidur di laut. Hal yang lama aku rindukan tapi juga sudah terlupakan.
00
Pagi pagi teman dekatku datang untuk menemuiku.
"Coco ini beneran kamu kan?" Tanyanya padaku sambil berenang mengelilingi aku.
"Ia bener Alifa akhirnya kita ketemu ya." Aku memeluk Alifa yang berdiri di depanku.
"Huwaaa, sudah lama banget kamu nggak ke laut. Sekarang ayo kita sapa teman teman lain." Alifa yang sangat antusias menarik tanganku untuk pergi.
"Ayo kita pergiii..." Kataku semangat.
Pemandangan ikan ikan dan makhluk hidup laut lainnya menjadi sangat indah. Aku teringat saat pergi ke Thailand aku nggak bisa melihat ikan ikan di bawah laut. Tapi sekarang aku bahkan bisa memegang mereka dengan senang hati.
Alifa membawaku ke taman dimana ada banyak teman temanku yang sudah berkumpul. Beberapa dari mereka seakan nggak percaya akan kehadiranku. Aku memang sudah lama tidak kembali ke laut. Banyak pertanyaan dari teman temanku tentang daratan.
Walaupun kami sama sama duyung. Tapi nggak banyak dari mereka yang bisa bertahan di darat. Terlebih banyak orang yang mengatakan kehidupan di darat sangat mengerikan. Bisa dibilang hanya keluargaku dan beberapa orang yang benar benar kaya saja yang bisa bertahan di darat.
"Cordelia, ago kita belanja baju baju untukmu. Aku yakin baju baju di lemarimu sudah jelek dan ketinggalan jaman. Tau nggak ada hiasan sirip terbaru juga. Ayo aku nggak sabar." Alifa dengan semangat membujukku untuk ikut belanja dengannya.
Dasar kehidupan wanita darat dan laut sama saja. Kalau bukan tentang makanan ya jelas baju, dan tujuan tujuan hang out yang keren menjadi bahan pembicaraan.
"Aku juga ingin tau gimana mall di laut sekarang. Apakah ada perubahan atau malah semuanya tetap sama. Aku jadi nggak sabar lif." Kataku pada Alifa.
__ADS_1
"Yeeeey, let's goooo." Ucap Alifa.
00
Jika di daratan ada mobil, jika di laut kami harus berenang, atau naik kendaraan yang di tarik oleh lumba lumba. Atau malah menaiki penyu berusia ratusan tahun.
Sesampainya di mall lautan aku terkejut dengan pemandangan depannya yang sudah di renovasi. Sekarang bagian depannya sudah memiliki pintu, kalau dulu biasanya kami langsung berenang ke atas tanpa masuk pintu di bagian bawah.
"Alifa, apa kita harus masuk lewat pintu itu?" Tanyaku pada Alifa yang terlihat sangat senang.
"Nggak perlu dong, karena kita bisa berenang ke atas, jadi kita bakal langsung ke atas aja. Ayo aku ajak ke tempat yang bagus." Alifa menggandeng tanganku dan membawaku berenang sangat cepat menuju toko yang di bicarakan olehnya.
Daerah tempat tinggal kami ini memang jauh dari jangkauan hewan hewan buas. Jadi kami bisa hidup dengan damai disini.
00
"Jadi sekarang kita bisa mengganti sirip kita? Waaaw hebat!!." Kataku setengah berteriak.
Alifa ternyata mengajakku ke sebuah salon mungkin jika manusia daratan bilang. Karena disini mereka mengecat sirip kami seperti orang mengecat rambut, atau juga kuku.
"Hahahahahaha, keren kaan. Aku akan coba pakai sirip dengan warna campuran baby pink dan biru pastel. kalau kamu mau warna apa?" Alifa menunjukan warna yang sangat cantik.
"Baiklah kalau gitu, karena kita sudah Sampai sini nggak mungkin kalau kita pergi begitu saja kan. Jadi ayo kita warnai kuku dulu. Baru kita cari baju dan aksesoris sirip." Alifa mengangkat satu tanganku untuk bersemangat bersamanya.
"Semangaaaat yeeeey." Aku juga bersemangat dengan adanya Alifa yang menemaniku hari ini.
00
Kami pergi ke toko lain untuk membeli baju setelah selesai mewarnai kuku. Kebahagiaanku dan Alifa seakan terhempas begitu saja saat aku melihat Oki berjalan memasuki toko itu.
"Alif diem ya. Aku mau sembunyi." Aku segera masuk ke dalam kolong lagi agar tidak ketauan. Rencana hanyalah rencana tanpa di laksanakan
"Kenapa kamu malah duduk si atas makanan. Hey itu nggak baik Cordelia." Bisik Alif padaku.
"Kamu tunggu oki yang di situ pergi saja ya." Kataku membisikkan Alif yang hanya mengangguk.
__ADS_1
"Kenapa sih harus ketemu oki. Memangnya dunia ini sesempit itu sampai aku bisa bertemu oki disini juga." Batinku kesal.
00
Hari ini memang sangat menyenangkan. Alifa adalah sahabatku yang selalu ada, kemanapun aku pergi, apapun yang aku beli selalu ada hubungannya dengan Alifa. Sahabat ku.
Tapi sayangnya begitu dia pulang, aku juga pulang. Rasanya dunia di laut ini terasa sangat sepi. Apalagi rumah sebesar ini hanya di isi dengan aku dan beberapa orang yang menjaga. Rasanya aku benar benar merindukan daratan dimana aku bisa membuka jendela kamar dan melihat Sean lewat di Pantai.
"Kalau di laut sudah jelas tidak akan ada Sean kan. Huuft, aku bahkan belum berterimakasih sama sean." Kataku pada diriku sendiri
Akhirnya aku memilih untuk tidur dan akan kembali ke daratan besok. "Sean, aku akan bertemu denganmu besok." Tanpa aku sadari aku tersenyum saat mengatakan hal itu.
00
Pagi ini suara anak anak kerang menyapaku. Mataku terbuka dengan lebar dan sempurna, nafasku bukan lagi udara, tapi air. Setelah sarapan aku segera naik ke atas.
Sampai di atas, aku masuk lewat pintu laut di bagian belakang rumah pantai. Tempat teraman agar nggak ada yang mengetahui atau melihatku.
Merasa badanku sangat lengket karena air laut, aku memilih mandi dengan air biasa di kamarku. Baru semalam aku pergi, tapi aku sudah merindukan menatap luar rumah pantai lewat jendela kamarku yang sangat besar ini.
Sambil mengeringkan rambutku dengan hair dryer, aku bisa melihat Sean berjalan berdua dengan perempuan yang aku lihat tersenyum dengannya kemarin.
"Siapa sebenarnya perempuan itu? Kenapa kelihatan Deket banget sama sean. Apa mereka pacaran? Atau jangan jangan mereka sudah di jodohkan akan menikah?" Aku yang terkejut dengan kata kataku sendiri dan Sean yang menatap ke arah jendelaku. Aku segera menurunkan tubuhku agar tertutup tembok.
.
.
.
.
.
To be continued...
__ADS_1
20.02.2021
Nadiapuma