Cinta Terlarang Duyung

Cinta Terlarang Duyung
Speed boat


__ADS_3

Cordelia POV


Setelah makan selesai , kak nam mengajakku berjalan menuju dermaga. Jarak tempat makanku lumayan jauh dari dermaga. Saat aku tanya kenapa harus jalan kak nam bilang dengan santai.


"Kita akan terguncang di speed boat nanti. Jadi aku ngga mau kamu sampe mual di kapal. Pastikan makanan yang baru dimakan aman di perut." Begitu kurang lebih kata kak nam padaku.


Tentu sebelum naik ke speed boat aku minta kak nam untuk memfotoku di bawah tulisan dermaga Jomtien.


Selesai berfoto aku dan kak nam langsung naik ke kapal cepat yang sudah di pesan kak nam untukku. Karna aku nggak mau campur dengan orang lain jadi aku harus sedikit boros dengan menyewa semuanya sendiri.


Sebelum naik speed boat seseorang membantuku dan kak nam menggunakan pelampung warna orens khas lautan.


"Apa ini aman?" Tanyaku sedikit takut. Aku memang bisa berenang walau jatuh ke laut. Tapi kita harus mengurangi kejadian kejadian tidak di inginkaaan.


00


Begitu naik dan speed boat Mulai berjalan. Aku berpegangan pada kapal sangat kuat.


Angin yang berhembus kencang, juga kapal yang melaju dengan sangat cepat membuatku seperti sedang naik wahana permainan.


"Aaaaaakh." Dan akhirnya teriakan keluar dari mulutku. Jujur saja ini sangat menyenangkan.


Tapi aku juga sedikit takut, jadi aku memilih tetap berteriak sambil berusaha tetap tertawa. Sangat berbeda dengan kak nam yang tenang dan malah mengambil fotoku tanpa permisi.


Sampai aku melihat bagian bawah kapal sudah terkena air dan hampir menggenang. Aku harus antisipasi, kapal ini nggak akan tenggelam tapi kakiku yang terendam bisa jadi masalah.


Aku segera menyingkirkan air dari sekeliling kakiku dengan kekuatan ku. Tak hanya menahan diri dari rasa takut karna kapalnya terlalu cepat juga menahan diri agar tidak terendam air.


Kadang aku merutuk diriku sendiri karena memilih liburan di kelilingi air begini. Tapi aku pengen banget cobain parasailing ayo semangat pasti bisa.


"Aaaaaakh." Dan kapal yang kencang membuat ku berteriak lagi. Rambut yang sudah tersisir rapi juga jadi berantakan karna tertiup angin. Cukup lama perjalanan dari dermaga Jomtien ke coral island.


00


Sampai di coral island aku sibuk mencari oleh oleh lagi. Masalah para sailing bisa nanti lagi aku harus mencari sesuatu untuk embun.


Setelah membeli beberapa baju juga aksesoris di pasar coral island aku membeli cemilan dan juga jus semangka yang sangat segar.


"Kak nam, are you tired?" Tanyaku sambil menggigit makan aneh asal Thailand.


"Kita harus semangat kan?" Katanya memberi semangat.

__ADS_1


"Kak nam mau naik parasailing juga nggak?" Tanya ku padanya sedikit menantang.


Kak nam menatapku tak percaya. Dan sedikit terkejut, lalu tertawa.


"Kenapa? Nggak berani?" Kataku Dengan nada menantang sambil menaikkan  kedua alisku.


"Aku udah sering naik parasailing. Tapi kalo kamu maksa ayo." Katanya dengan senyum mengejek.


Karna ini pertama kalinya aku naik parasailing, jujur saja setengah diriku ketakutan. Tapi kita harus tetap semangat.


"Kak nam, boleh kan ya kalo kita naik parasailing ini lebih dari sekali?" Tanyaku pada kak nam yang sedang mengantri untuk naik parasailing.


"Boleh bayarnya juga lebih dari sekali." Ucap kak nam menggodaku.


"Akakkaakakak. Siaaap." Kataku menjawab nya yang kini sibuk mengobrol dengan pengurus parasailing.


00


Kak nam sudah mendekatiku dan bilang sebentar lagi giliranku. Jadi ada beberapa orang pekerja yang memasangkan peralatan keamanan untuk naik parasailing juga pelampung pada badan.


"Kak nam... Is that oke?" Tanyaku pada kak nam yang hanya tertawa tipis dan menganggukkan kepalanya.


"Jadi nanti kamu akan di pasang tali yang menghubungkan kapal sama parasutnya. Terus pas nanti bapak bapak itu suruh kamu buat lari. Langsung lari yaaa. Karna kalo nggak lari nanti bisa cedera. Ok, ngerti kan caranya." Jelas kak nam padaku yang mulai Tremor sedikit takut. Tapi tetap penasaran.


"Ayo go go kamu pasti bisa." Kata kak nam menyemangati dari jauh aku yang sekarang sedang di pasangkan tali yang akan menggabungkan diriku dan parasut.


"You are beautiful." Kata Abang Abang dan bapak bapak yang memasangkan pengait padaku.


"Run ok. Run fast as you can." Kata Abang Abang yang tadi memasang kan tali tali parasailing padaku.


"Yes waaaaaaah." Dan aku mulai berteriak saat mereka mendorongku untuk berlari.


Pertama aku menutup mataku untuk berlari tapi tetap berteriak. Ah ya, woman and her screaming Kan sudah seperti saudara kembar tak bisa pisah.


Aku berhenti berlari karna kakiku sudah tidak menapak lagi, dan mulai membuka mata juga menenangkan diri sendiri sambil melihat pemandangan indah.


"Waaah ini keren bangeeeet." Dan lagi lagi teriak saat berhasil terbang.


"Aku bisa terbaaaang.. aaaah, papa, mama, kak Celo, kak gigi. Aku terbang. Aku duyung yang bisa terbang. Aaaaaaaah." Aku berteriak senang dengan semua pemandangan indah dari atas sini dan juga angin yang bertiup sangat segaaar.


"Aaaaaah. Kereeeeen." Teriakku lagi. Energi ku tadi sudah terisi penuh. Jadi sekarang aku bisa teriak sepuasnya.

__ADS_1


Saat aku turun kak nam langsung menepuk tanganku senang.


"You're Soo amazing..." Katanya dan aku melompat senang.


"Aku mau sekali lagi. Tapi kak nam harus naik itu dulu." Kataku masih Ter engah engah.


"Liat aku udh pake pelampung. Habis ini aku, jadi kamu tunggu disini yaaaa. Aku udh foto kamu tadi pas terbang dari sini. Jadi kamu bisa sambil cek. Nggak papa kan sendirian." Katanya menepuk bahuku dan ikut bapak bapak untuk memasang pengait pada tubuh kak nam.


Bahkan kak nam yang katanya sudah sering naik parasailing pun tetap berteriak saat berlari sebelum terbang.


"See itulah wanita dan semua teriakannya. Ahahahahaha." Aku tertawa melihat kak nam yang melambai lambaikan tangannya padaku.


00


Selesai naik parasailing 3 kali, aku dan kak nam memilih beristirahat dulu sambil meminum jus buah segar di sana. Mengatur nafas dan menghilangkan lelah.


"Kamu senang?" Tanya kak nam padaku.


"Sangaaaat. Ini adalah pengalaman yang nggak akan pernah aku lupain. Yeeeey terbaik memang." Aku bertepuk tangan sambil menikmati jus enak.


00


Sampai di pantai jomtien aku dan kak nam makan siang di tempat tadi dengan menu yang beda. Lalu menikmati pijatan pinggir pantai yang sangat membuat diri ini relax setelah parasailing dan speed boat yang membuat tubuh lelah.


"Kak nam, malam ini kita kemana?" Kataku padanya yang sedang di pijat di sebelah ku juga.


"Kita jalan sebentar kesana setelah sunset ke jomtien night market. Disana banyak banget makanan kamu bebas pilih." Jelas kak nam padaku.


"Let's find delicious food..." Kataku semangat.


.


.


.


.


.


To be continued

__ADS_1


Nadiapuma


07.06.2020


__ADS_2