Cinta Terlarang Duyung

Cinta Terlarang Duyung
Monday


__ADS_3

"The past is past... Forgive forget"


Author POV.


Setelah mengambil bekalnya yang tertinggal di mobil, Cordelia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan make up-nya. Lalu mengulang lagi menggunakan sunscreen dan pelembab wajah juga lip tint favorit nya.


"Tau gini kan pagi tadi aku nggak usah bangun pagi pagi cuma buat dandan." Dumel Cordelia sambil berjalan menuju kelasnya.


Sudah setengah jam Cordelia menunggu di kelas. Karna sebenernya kelasnya baru akan mulai setengah jam lagi. Tapi kelas tampak sepi tidak seperti biasanya.


Sampai dia sadar membuka ponselnya dan ternyata perkuliahan pagi ini di batalkan.


"Oh shit." Umpatku menatap layar ponsel yang menyatakan kelas tak jadi di laksanakan.


"Untuk kedua kalinya aku merasa sia sia." Cordelia mengacak rambutnya kesal.


Dan memilih langsung memesan ojek mobil online. Lalu berjalan keluar dari kelasnya.


#brak...


Cordelia menabrak seseorang dan menjatuhkan banyak buku yang di bawa oleh orang itu.


"Eh sorry sorry ya." Cordelia memungut buku buku milik orang itu yang terjatuh.


"Eh ia nggak papa. Makasih ya." Jawab laki laki yang berdiri di depan Cordelia saat sudah selesai mengumpulkan buku.


"Lo luka nggak? Atau ada yang rusak nggak?" Tanya Cordelia takut dia terluka.


"Delia? Lo Cordelia Kan?" Tanya laki laki yang berdiri di depan Cordelia.


"Ia. Lo siapa ya?" Tanya Cordelia sambil mengingat ingat siapa orang di depannya ini.


"Kenalin. Temen kecil Lo di rumah pantai." Laki laki itu memberikan tangannya untuk berjabat tangan.


Ah dia ingat. Saat kecil dulu Cordelia memang punya teman di rumah pantainya, tapi dia pindah entah kemana setelah berusia 15 tahun.


Dan dia tau jika Cordelia bukanlah manusia seutuhnya.


"Sean. Astgaaaa udah lama banget gw nggak ketemu Lo." Cordelia menjabat tangan Sean akrab.


"Lebih tepatnya 5 tahun sih" balas Sean sambil membenahi bawaannya.


"Lo kuliah disini juga? Kok baru liat ya?" Cordelia tampak mengecek ponselnya yang mendapat telfon dari Abang ojol.


"Eh bentar bentar mau angkat telfon dulu ya." Dan mereka pun berhenti berbincang.


"Lo mau balik?" Tanya Sean pada Cordelia yang baru selesai mengangkat telfon.


"Eh ia. Kasian nih abangnya udah nunggu. Kapan kapan ketemu lagi ya kita." Ucap Cordelia menepuk pundak Sean pelan.


"Duluan ya." Sean hanya membalas Cordelia dengan lambaian tangan.

__ADS_1


"Akhirnya kita ketemu lagi ya." Gumam Sean dengan senyum tipis di bibirnya sambil berjalan lagi.


-0-


Cordelia POV


Ternyata nggak ada Senin di dunia ini yang bagus yaaa. Buktinya Senin yang ku tunggu tunggu pun berantakan.


"Makasih ya pak." Balasku keluar dari mobil online.


"Kok ada Coco?" Tanya mama yang akan mengunci pintu rumah.


"Kuliahnya batal. Coco mau tidur lagi aja." Aku tak bersemangat dan menerima kunci rumah dari mama.


"Ya udh mama mau Anter kak gigi dulu ya." Dan mama melesat pergi begitu saja.


"Rusak semua rusak." Kataku kesal dan memilih untuk tidur lagi saja.


-0-


Kring....


Aku menatap jam yang berbunyi barusan, sudah menunjukkan pukul 12.00. Membuka ponsel ku yang tidak ada notif sama sekali menandakan tidak ada kuliah hari ini.


"Ini kara juga nggak chat gw apaaa? Ah lelaki macam apa dia itu." Teriakku sambil menjatuhkan badanku ke kasur.


"Brengseeeeek. Gw udah dandan udh heboh nggak jadi pula. Nanas mangga pisang jambuuu.." Teriakku seperti orang bodoh.


Aku memilih turun ke bawah untuk berenang tapi setelah melihat cuaca yang sangat panas aku memutuskan masuk lagi ke dalam rumah.


"Siapa nih? Kok nomer baru." Ku pandangi ponselku lalu memilih untuk mengangkat nya.


Aku hanya menempelkan handphone pada telingaku tanpa bicara apapun. Sampai suara di sebrang sana muncul.


"Hallo. Apa benar ini nomer Cordelia" tanya suara dari sebrang yang belum ku kenali suaranya.


"Ini siapa?" Kataku datar. Aku segera mencari tempat duduk nyaman di meja makan.


"Ini Sean, mau ngabarin kalo berkas kak gigi ketinggalan di mobil gw. Sekarang gua lagi jalan ke rumah Lo." Jelas Sean yang membuat ku sedikit bingung.


"Kok Lo tau alamat rumah gw?" Tanyaku bingung.


"Ia tadi gua balik bareng kak gigi. Ya udah ini gua udah di depan." Katanya memutus telfon sepihak.


Aku menghembuskan nafas kesal dan berlari ke depan untuk menemui Sean.


00


"Hai Cordelia?" Sapa Sean yang sudah ada di depan rumahku.


"Hai... Mau masuk dulu nggak?" Tanyaku basa basi ada Sean.

__ADS_1


"Nggak ush ini berkas kak gigi gw langsung balik yaaa." Katanya yang melambaikan tangannya dan masuk mobilnya lagi.


"Byee. Thanks yaaa." Kataku melambaikan tanganku padanya juga.


"Heeem, aneh" kataku dan masuk ke rumah lagi.


00


"Kaaaak" aku mengetuk kamar kak.


"Nggak di kunci." Jawab sang empunya kamar.


"Kak cari apa?" Tanyaku yang melihatnya berjongkok di pinggir kasur.


"Ini tadi tas isinya berkas kok nggak ada ya? Liat gk dek?" Kak gigi menatapku dan menemukan berkasnya dalam pelukanku.


"Kok di kamu deeeek." Dia langsung berjalan mendekatiku dan merebut berkasnyaaa.


"Gw udah cari kemana mana. Ya ampuuun ini kok di Lo? Lo sembunyiin ya?" Tuduh kak Gigi padaku dengan muka kepo.


"Gak, tadi Sean kesini anterin itu katanya ketinggalan di mobil dia." Jelasku yang hanya di angguki.


"Lo ceroboh banget sih kak. Masa berkas kaya gitu gede nya bisa ketinggalan. Untung kenal." Omelku yang memilih duduk di kasurnya.


"Ssssst... Diem diem." Katanya sambil membereskan buku buku yang sudah di bawah semua.


"Kak, Lo kasih nomer gw ke Sean ya?" Tanyaku langsung.


"Ia kan dia minta jadi gw kasih aja." Jawab kak gigi masih sibuk mengurus barang barangnya.


"Kok Lo gitu sih. Nggak boleh tau nyebarin nomer orang gitu." Kataku kesal.


"Nggak papa kan dia temen kita dulu. Sering maen bareng loh dari kecil kita sama dia." Jelas kak gigi yang mendekatiku.


"Tapi kan udh lama banget kita nggak ketemu diaaaa. Kakak nih gimana sih. Kalo dia udah bukan Sean yang kita kenal lagi gimana? Kalo dia sekarang jadi orang jahat gimana. Kakak maaaah." Rengekku sambil memikirkan hal hal buruk yang bisa terjadi.


Kak gigi menoyor kepalaku sadis. "Halu aja kerjaannya, kebanyakan baca komik kamu makanya jadi kaya gini." Katanya yang sekarang sudah duduk di sebelahku.


"Dek." Panggilnya


"Apa" jawabku lempeng.


"Si Sean sekarang ganteng banget yaaaa." Aku menatap kesal kak gigi yang sekarang sedang tersenyum aneh.


"Udah gitu keren lagi sekarang. Beda banget sama yang dulu kucel, kumel. Sekarang lebih terawat gitu. Bajunya juga rapih." Kak gigi menjelaskan padaku seakan akan aku nggak pernah liat Sean. Dan dengan senyum sumringah di wajah kak gigi.


"Dah lah." Balasku yang memilih keluar dari kamar kak gigi.


00


To be continue....

__ADS_1


21.05.2020


Nadiapuma


__ADS_2