Cinta Terlarang Duyung

Cinta Terlarang Duyung
Kerang mutiara


__ADS_3

Kebahagiaan itu datangnya dari diri sendiri. Tapi bukan berarti kita nggak butuh orang lain untuk membuat kita bahagia.


Author POV


"Ok, sekarang serius yaa.." Sean duduk tegap di kursinya sambil menatap Cordelia, pembicaraan serius di mulai.


"Hem." Cordelia mengangguk dan menatap Sean lurus.


"Papa gw bangkrut. Beberapa kali gagal panen mutiara bahkan beberapa kerang nggak bisa lagi hasilkan mutiara. Waktu itu papa Lo juga ngalamin yang sama. Tapi, gw inget rahasia Lo. Tentang mutiara ini." Sean mengeluarkan liontin kalungnya. Mutiara hijau yang mengingatkan kisah persahabatan mereka.


"Lo masih simpen itu?" Tanya Cordelia pelan.


"Pasti. Gw bakal simpen mutiara ini sama halnya kaya nyimpen Lo di ingatan gw." Sean menatap Cordelia dengan senyum manis menenangkan. Dapat terlihat jelas Cordelia kaget dengan kata katanya.


"Waktu itu papa Lo nggak akan bangkrut. Tapi beda cerita sama papa gw. Beberapa kali papa Lo bantu bisnis keluarga gw, sampe akhirnya kita mutusin buat pindah ke daerah lain yang menghasilkan banyak mutiara sambil benahin yang di rumah pantai kita. Untungnya mutiara di tempat baru ini memang berkembang pesat, kita juga kerjasama sama beberapa penghasil emas. Karna kondisi disana stabil gw sama keluarga pindah ke rumah pantai lagi untuk benahin yang di sini. Dan gitu doang sih ceritanya. Big thanks to your family yang selalu support bisnis keluarga gw. Sampe sekarang bisnis kita masih jalin kerjasama." Jelas Sean panjang lebar.


"Gw kira Lo kenapa anjay pindah mendadak gitu." Cordelia tampak kesal dan melempar potongan tisu ke arah Sean.


"Lo kaget ya?" Tanya Sean seakan berharap.


"Lo tu sahabat gw satu satunya dari dulu. Temen gw cuma kak gigi sama kak Celo itupun mereka selalu gangguin gw karna gw adek paling kecil. Pas tau Lo pindah rasanya gw nggak bakal punya temen lagi di darat." Jelas Cordelia sambil menatap hamparan kebun bunga di sana.


"Terus Lo marah sama gw?" Tanya Sean penasaran.


"Tadinya, tapi sekarang nggak lagi deh. Kan Lo baik ajak gw jalan jalan ke tempat bagus gini." Kini Cordelia tersenyum lebar pada Sean. Tak ingin kesedihan larut terlalu dalam.


"Mau gw fotoin di sana gk? Masih ada satu tempat lagi soalnya yang harus kita datengin." Sean berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya sebagai pegangan Cordelia.


"Dengan senang hatii..." Jawab Cordelia yang langsung menggenggam tangan Sean dan berjalan bersama menuju hamparan bunga.


-0-


Setelah mengambil banyak foto Cordelia juga foto mereka berdua, Sean memberikan sebuah kejutan.


"Sekarang Lo tutup matanya. Percaya sama gw ini gw iket yaaa biar Lo nggak bisa ngintip. Percaya sama gw jangan lepas tangan gw. Ok?" Sean mengikatkan kain untuk menutup mata Cordelia.


"Ah Lo mah kenapa sih harus kek gini." Protes Cordelia tapi tetap menurut saja di tutup matanya.


"Sekarang ayo jalan. Pegangan yaaa dengerin suara gw juga." Cordelia merangkul lengan Sean erat. Mencoba percaya pada Sean seutuhnya.


Cordelia beberapa kali berteriak karna Sean memintanya melangkah dengan langkah besar. Yang membuatnya panik.


"Lo mah bohongin gw Mulu yaaa mentang mentang di tutup gini matanya." Cordelia hampir menangis karna takut. Tapi Sean hanya tertawa puas akan kelakuannya.

__ADS_1


-0-


Setelah beberapa menit mereka berjalan, sampailah mereka di depan kereta terbuka yang akan membawanya berkeliling kebun binatang.


"Naaah udah sampe. Sekarang kita buka yaaaa" Sean membuka penutup mata Cordelia namun tetap memegangi tubuh Cordelia karna Cordelia mungkin saja masih oleng.


"Waaaaah. Kita mau naik ini?" Tanya Cordelia Melihat ke arah kereta itu.


"Yaps, do you like it?" Sean berharap Cordelia menyukainya.


"Eh Lo tau nggak ini pertama kali sumpah gw ke kebun binatang. Ayooo gw nggak bisa nunggu lama lama." Kini Cordelia sudah naik ke atas kereta dan memasangkan sabuk pengaman dirinya.


Sean duduk di sebelahnya, sedikit terkejut dengan semangat Cordelia.


"Sini foto dulu." Sean mengajak Cordelia selfie di atas kereta itu sebelum jalan.


"Oh ia pake ini. Takut kamu kena air nanti." Sean memakaikan jas hujan sekali pakai pada Cordelia.


"Thaaaanks."


-0-


"Liat liat itu jerapah kan?" Tanya Cordelia ke sekian kalinya pada Sean yang ada di sebelahnya.


"Waaah ternyata tinggi banget yaaa lehernya kereeeen." Cordelia bertepuk tangan dengan tawa senang.


Dan di saat saat seperti ini Sean mencuri foto Cordelia dari samping dengan pemandangan senyum indah miliknya.


"Liat liat. Orang utan." Kini tubuh Cordelia condong ke arah Sean dan menunjuk orang hutan.


"Akakakak mirip kamu yaaa." Ucap Sean melucu.


"Uuk aak aak." Yang malah di praktekkan oleh Cordelia. Dia menggaruk kepalanya dan perutnya seakan menjadi orang utan.


Dan tawa Sean pecah melihat tingkah Cordelia di sebelahnya.


"Sekarang kita memasuki kawasan aquarium ikan ikan laut. Disini akan sedikit gelap dan beberapa percikan air akan kami berikan agar nuansa laut bisa anda rasakan sepenuhnya." Jelas suara dari speaker sebelum mereka masuk terowongan ikan ikan laut.


Sean menatap ke arah Cordelia tanpa berpaling. Teringat pesan kak gigi bahwa Cordelia tidak lagi pergi ke rumah pantai karna takut akan laut. Apakah dia akan baik baik saja.


"Oh banyak ikaaaan." Ucap Cordelia yang membuat Sean lagi lagi tertawa.


"Namanya aquarium pasti banyak ikan laaah." Jelas Sean dengan sedikit kekehan.

__ADS_1


"Lo liat nggak penyu itu?" Cordelia menunjuk penyu yang berenang pelan dan sedikit oleng.


"Ia ia aneh ya geraknya." Sean menatap penyu itu penuh seksama.


"Liat baik baik yaa." Sean menatap penyu itu.


Ada pusaran air kecil yang seakan membantu penyu itu berenang dengan seimbang. Dan sedikit lebih cepat. Saat Sean mengalihkan pandangannya dari penyu itu dia dapat melihat Cordelia menggerakan jarinya memutar dan menaikkan tangannya perlahan.


"Lo bantu penyu itu." Tanya Sean yang membuat Cordelia langsung menyembunyikan tangannya.


"Ha?" Tanya Cordelia seakan tak dengar.


"I know who you are. Jujur aja Del." Aku menatap nya menenangkan.


Cordelia hanya menganggukkan kepalanya, sedikit menyesal sepertinya.


"Thanks udh bantu penyu nya." Sean mengusap kepala Cordelia sayang.


"Liat paus. besar banget yaaaa." Sesaat setelah Sean mengatakan hal itu. Ada percikan air yang sedikit membasahi mereka berdua. Dan mereka tertawa bersama.


"Lo tau gak? Beberapa tahun ini gw nggak berani pergi ke laut karna kejadian mengerikan waktu itu. Tapi sekarang gw berani liat paus, hiu, dan perasaan kaya di laut ini sama lo." Cordelia menatap Sean senang.


"Makasih banyak yaa udah bawa gw kesini."


Mendadak suasana disana menjadi sedikit canggung, seakan sedang membahas hal serius. Tapi tak lagi serius saat lagi lagi ada percikan air yang membuat mereka berdua tertawa lagi.


.


.


.


.


.


To be continue


Nadiapuma


28.05.2020


Be your self, love your self and be brave. Eyaaaak...

__ADS_1


__ADS_2