
Author POV
Sean seperti melihat cordelia, tapi begitu di pastikan lagi ternyata cordelia tidak ada disana. Karena jendela kamar Cordelia terbuka Sean memastikan kalau Cordelia pasti sudah pulang. Dengan semangat Sean datang ke rumah Cordelia.
Asisten rumah tangga di rumah Cordelia mempersilahkan Sean untuk masuk. Lalu tak lama Cordelia turun untuk menemui Sean dengan wajah cerianya.
"Aku berhasil!!" Teriak Cordelia senang dan segera duduk di sebelah Sean.
Sean hanya memperhatikan Cordelia tanpa berbicara apapun. Di tatapnya Cordelia yang sangat senang karena sudah bisa kembali ke laut itu tanpa berpaling.
Merasa risih karena tanggapan Sean hanya tersenyum lebar sambil menatapnya bangga. Cordelia memukul lengan Sean agak kuat.
Plaak...
"Lo kenapa diem aja deh. Emangnya kita lagi lomba tatap tatapan." Cordelia mendorong Sean yang tertawa karenanya.
Setelah mereka tertawa bersama, suasana menjadi canggung. Yang tadinya ramai tiba tiba hening, seperti pertama kali mereka bertemu. Sean dan Cordelia seakan sibuk dengan pikiran mereka masing masing.
Ada banyak pertanyaan yang tersimpan di kepala Cordelia. Sama halnya dengan Sean yang ingin menanyakan bagaimana pengalaman Cordelia yang akhirnya kembali ke laut. Tapi nggak ada satupun dari mereka yang memulai.
"Ini silahkan diminum tehnya." Ucap ART Cordelia.
"Makasih mba." Balas Sean pelan.
"Sean, bener deh aku mau bilang terimakasih banyak sebanyak banyaknya ke kamu karena udah tolongin aku balik ke laut. Sekarang aku berani berenang sepuasnya." Jelas Cordelia pada Sean.
"Yes and I'm so proud of you." Sean mengusap puncak kepala Cordelia. Yang sekarang sudah merasakan telinga dan pipinya memanas.
"Next time kita berenang bareng yaaa. Kita harus lomba pokoknya. Tell me dong disana kamu ngapain aja?" Sean malah jadi sok asik pada Cordelia.
"Aku bakal kasih tau kamu. Tapiii, ada satu hal yang mau aku tanyain ke kamu." Cordelia menaikkan kedua alisnya dua kali.
"Apa?" Tanya Sean penasaran dan mendekatkan diri pada Cordelia.
"Dari kemaren aku liat kamu jalan sama perempuan deh. Siaaapa tuuuh?" Goda Cordelia pada Sean yang malah tertawa.
"Random banget pertanyaan kamu." Balas Sean sambil memalingkan wajahnya dari Coco.
__ADS_1
"Wah ada yang salah tingkah nih. Sean, kenali dooong. Pacar kamu kan dia pasti?" Cordelia menggerak gerakkan lengan Sean agar mau mengaku.
"Bukan siapa siapa cocoo." Jawab Sean berusaha menghentikan Cordelia.
"Ah kasih tau dooong. Pacar kan? Pacar? Oooh atau gebetan ya? Kenalin dooong, dia cantik banget tau. Pasti kalian cocok deh." Ucap Cordelia semangat.
Meskipun sekarang Cordelia sangat bersemangat, tapi hati dan perasaannya terasa seperti terbakar. Rasa cemburu itu pasti ada.
"Kalau bener pacar Sean gimana dong. Kalo dia beneran gebetan Sean gimna? Aduh mana anaknya catik banget gitu. Jelas nggak sebanding dengan muka aku yang burik." Batin Cordelia yang nggak mendengarkan penjelasan dari Sean mengenai anak perempuan yang di tanyakan nya itu
"Bentar bentar tahan dulu aku mau ambil makanan." Cordelia berlari kedapur rumah untuk mengambil Makanan.
"Nah ini di makan. Ayo kita cerita cerita aja, ngaku deh sama aku. Kamu pacaran kan sama cewe itu? Btw namanya siapa?" Tanya cordelia semangat.
"Ini Cordelia beneran seneng atau gimana sih aneh banget." Batin Sean sedikit kesal karena sejak tadi dirinya di desak untuk cerita oleh Cordelia.
"Nih ya del, aku nggak pacaran sama dia, cuma sebates temen aja kok. Terus aku kesini kan mau denger cerita kamu di laut. Bukannya malah ceritain aku." Sean merasa nggak nyaman pada Cordelia yang malah membahas teman perempuannya.
"Ya pokoknya kemaren aku ketemu temen temen aku dari laut. Terus aku beli beberapa barang buat kamu juga tunggu. Yaaa" Cordelia segera naik untuk mengambil oleh oleh dan mulai menceritakan keadaan Cordelia di lautan.
00
"Bagus bagus sangat bagus." Ucap Cordelia semangat dan segera turun.
Sore ini awan awan sedang baik karena menutupi matahari untuk bersinar terik. Bisa meninggal nanti Cordelia kalau berlari di bawah terik matahari.
Disusurinya pantai yang sudah sangat di kenali olehnya. Beberapa kali senandung lagu bahagia terdengar merdu dari mulut Cordelia. Langkahnya juga di buat sedikit melompat untuk menikmati suasana hatinya yang baik.
"Can't wait to see you... Loh itu sean?!" Cordelia terkejut melihat Sean yang seperti sedang berciuman dengan perempuan yang Sean bilang sebagai temannya itu. nyali Cordelia menciut, hatinya, tubuhnya, darahnya, seakan jatih ke tanah.
"Gila ya Sean dia bilang cuma temen. Tapi mana ada sih temen yang ciuman di Pantai, tempat kaya gini." Air mata Cordelia entah kenapa menetes tanpa di sadari olehnya.
Cordelia segera berlari kembali ke rumah pantai karena hatinya kini terasa sangat sakit. Bukan, bukan sangat sakit. Tapi hancur, hatiku hancur seperti butiran pasir.
"Coco Coco, coba liat baik baik di kaca. Kamu nggak boleh nangis kaya gini. Harusnya kamu bahagia sahabat kamu udah bertemu orang lain dan mungkin bahagia. Ya kan, belom tentu dia bahagia." Cordelia malah melengus kesal karena dirinya masih berusaha menguatkan diri sendiri.
"Gila namanya orang pacaran ya bahagia lagi. Bodoh bodoh bodoh Cordelia bodoh. Sekarang tenang, tenang, tenang." Cordelia berjalan mondar mandir di depan cermin kamarnya.
__ADS_1
Air matanya tak kunjung berhenti menetes walaupun dirinya sudah berusaha sekuat mungkin. "Sean sahabatku, Sean sahabatku." Kalimat itu yang sejak tadi berputar di kepala Cordelia.
"Bodoh hiks." Merasa tak berhasil dan sakit hati Cordelia terduduk di lantai dan memilih menangis sampai puas saja. Mungkin setelah ini, semua akan baik baik saja.
00
Semua barang barang Cordelia Sudah di susun dengan rapi di dalam koper. Cordelia yakin dengan kepergiannya, Sean akan menjalani hari hari bahagia dengan pacar yang Sean bilang hanya teman.
Sean datang ke rumah Cordelia dan terkejut melihat cordelia membawa koper.
"Del, mau kemana?" Tanya Sean bingung.
"Aku mau pulang, ada urusan kata mama. Jadi kamu have fun disini sama pacar kamu aja ya. Pokoknya, happy happy deh. Sorry ya mendadak gini, soalnya mama juga mintanya mendadak." Cordelia menepuk pundak Sean dengan senyum yang di paksakan olehnya.
"Serius mau balik sekarang? Nggak bareng aja besok kita?" Tanya Sean kecewa.
"Sorry ya, soalnya gimana lagi, aku harus pulang." Cordelia berjalan keluar rumahnya. Tapi Sean menggenggam tangannya.
"Hati hati ya, pinguin ku." Sean mengusap kepala cordelia tanpa bisa bertatapan dengan mata Cordelia.
"Bye Sean" Ucap cordelia lirih.
Entah kenapa Sean merasa itu adalah salam perpisahan terakhir mereka.
.
.
.
.
.
Tbc...
27.02.2021
__ADS_1
Nadiapuma