Cinta Terlarang Duyung

Cinta Terlarang Duyung
rumah pantai


__ADS_3

Author POV


Pagi pagi sekali Cordelia sudah berenang di kolam renang belakang rumahnya. Jam menunjukkan pukul 03.30 dan Cordelia dengan senang hati berenang.


Dengan pemandangan langit gelap tanpa bintang. Cordelia berenang mengelilingi kolam renang rumahnya.


Rasa rindunya akan lautan semakin membuncah sepulang dirinya dari Thailand. Sepertinya semua pemandangan laut disana sangat membuatnya ingin kembali ke laut.


Tapi setengah hatinya masih menarik Cordelia untuk tidak kembali ke laut.


3 jam kemudian...


Cordelia naik ke daratan dan mengeringkan semua tubuhnya. Lalu menyiram tanaman di taman belakang menggunakan air kolam yang di gerakkan dengan tangannya tanpa menyentuh air itu.


"Coco."


Cordelia yang kaget langsung menurunkan tangannya yang tadi bergerak mengarahkan air.


"Kamu kok tumben pagi pagi udah disini?" Tanya mama Cordelia yang tadi memanggilnya.


"Aku berenang." Jawab Cordelia sambil menatap sang mama duduk di tepi kolam dengan kaki terendam air yang langsung berubah menjadi sirip.


"Tumben berenang pagi pagi. Biasanya kamu berenang sore kan." Katanya pada Cordelia lagi.


Cordelia mengikuti sang mama dan duduk bersila di sebelah mamanya.


"Ma, eeeeeem.... Cordelia boleh ke rumah pantai gak?" Tanya cordelia pada mamanya yang sedang meresapi siripnya terendam dan menghirup udara pagi yang segar.


"Ngapain? Mau ketemu Sean?" Mama Cordelia yang tadi sudah relaks mendadak menatap horor putrinya.


"Emang Sean disana?" Pancing Cordelia pada sang mama.


"Ia dia kan udah pindah ke sana lagi. Kemaren waktu kamu di Thailand dia Dateng ke rumah. Nanyain kamu, ngobrol sama papa. Banyak lah." Jelas sang mama tanpa di minta.


"Aku nggak ada niatan mau ketemu Sean sih. Tapi nggak papa kalo ketemu. Sebenernya Coco pengen berenang di laut ma. Tapi.... Coco mau penyesuaian diri dulu deh di rumah pantai." Jelas Cordelia pada mamanya.


"Bagus itu. Nggak papa kalo kamu mau pergi ke rumah pantai. Biar nanti di antar pak supir ya." Mama tampak sangat senang dan mengusap rambut putrinya.


"Waktu di Thailand kemaren Coco kepanasan, dehidrasi padahal cuaca nggak terlalu panas. Terus kak nam tour guide aku malah baik baik aja. Disitu aku makin tau kalo kita bukan manusia. Mau semirip apapun kita, Mau selama apapun kita di daratan tetep aja kita bukan mereka. Terus Coco pengen banget ke laut." Jelas Coco pada sang mama.


"Ya udah. Mau mama temenin ke rumah pantai nya? Kita memang beda sayang, makanya mama sama papa selalu bawa kalian ke rumah pantai setiap Minggu, biar kalian bisa ke laut tanpa takut ketauan orang lain." Mama mengelus kepala Cordelia sayang.


"Coco sendiri aja kesananya. Nanti kalo ada apa apa Coco kabarin. Coco mau masuk dulu ya siap siap." Cordeli segera bergegas ke kamarnya.


00


Di rumah pantai

__ADS_1


Cordelia mengangkat tas besarnya ke dalam rumah. lalu merapikan baju baju nya di dalam kamar miliknya di rumah pantai.


Cordelia menatap pemandangan laut dari atas kamarnya. Lalu membuka jendelanya dan menghirup aroma laut yang menurutnya sangat menyegarkan.


"Aku bisa nggak ya..." Cordelia meremas tangannya sendiri dan terbersit ingatan tentang Oki.


Cordelia mundur beberapa langkah menjauhi jendela rumahnya. Rasanya ia ingin menangis lagi. Nafasnya memburu dengan cepat.


Dan dirinya terduduk di kasurnya. Berusaha menutup kepalanya dengan kedua tangannya. Ingatan tentang serangan hiu raksasa itu kembali ke kepalanya.


Cordelia menutup matanya dan menangis sesenggukan. Ternyata dirinya belum sembuh. Ternyata, semua keadaan itu tidak pernah menghilang dari kepalanya.


"Maaaa, Cordelia harus gimana." Cordelia menangis lagi. Kini hatinya pun ikut bingung apakah dirinya bisa kembali ke laut, atau dirinya hanya bisa menjadi menangisi ketakutan nya.


"Cordelia harus kuat." Cordelia berusaha berdiri dengan kakinya. Tapi kakinya bergetar hebat, tidak bisa menopang tubuhnya sendiri.


"Mbaaaa..." Teriak Cordelia berharap ART di rumah pantainya mendengar suaranya.


"Mbaaaaaa.... Hiks..." Dirinya butuh seseorang untuk membantu nya berdiri. Kepalanya semakin berat sekarang. Air mata nya masih deras bergulir.


"Aku kira aku udah sembuh, aku kira aku bakal baik baik aja." Batin Cordelia dalam hati.


Cordelia memegang erat meja di dekat jendela kamarnya untuk berdiri. Tapi dirinya dan meja tempat menumpunya malah terjatuh.


"Aaaaaaaaakh." Teriak Cordelia marah akan dirinya sendiri.


"Aku bencii... Aku benci saama diriku sendiri..." Cordelia memukul kepalanya sendiri. Dirinya kesal dengan semuanya.


Kreek....


Terdengar suara pintu kamar Cordelia terbuka. Sean dan art rumah Cordelia masuk ke dalam kamar itu dan segera membantu Cordelia.


"Del. Delia. Are you oke? Heeey. Delia." Sean menatap Cordelia yang menatapnya dengan pandangan kosong seperti menatap ke terowongan yang sangat dalam.


Karna tak mendapat jawaban dari cordelia, Sean Langung menggendong Cordelia dari lantai dan memindahkan nya ke atas kasur.


Sean menatap penuh khawatir pada Cordelia. Cordelia menatap Sean dengan wajah ketakutan dan air mata yang terus mengalir.


"Ini di minum dulu yaa." Sean memberikan segelas air pada Cordelia.


Cordelia segera meneguk habis air yang di beri oleh Sean. Mencoba menormalkan nafasnya yang sejak tadi memburu. Berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"Del. Lo nggak papa kan?" Tanya Sean sekali lagi. Kini Cordelia menganggukkan kepalanya.


Sean merapihkan rambut Cordelia yang sangat berantakan.


"Makasih ya Sean." Ucap Cordelia pelan.

__ADS_1


"Ya udah Lo istirahat ya." Cordelia menggenggam tangan Sean di tangannya.


"Please temenin gw. Sumpah gw takut banget." Cordelia memohon pada Sean di depannya.


"Ia gw disini. Lo tidur yaaa." Sean mengusap kepala Cordelia lagi.


"Lo jangan pulang dulu. Janji yaaa." Ucap Cordelia pada Sean.


"Ia. Gw disini." Sean tersenyum pada Cordelia.


Cordelia berusaha memejamkan matanya, menormalkan nafasnya. Sean yang duduk di sebelah Cordelia di kasurnya. mengusap kepala Cordelia agar Cordelia mudah terlelap.


00


Sean sedang berjalan di pantai. Menatap ke arah rumah Cordelia, Melihat kamar Cordelia yang terbuka jendelanya. Tapi dirinya tak kunjung melihat wajah Cordelia disana.


Sean masih berharap pemilik kamar itu lah yang berdiri di dekat jendela. Dirinya menunggu Cordelia.


Brak ...


Terdengar suara barang terjatuh dan di ikuti dengan teriakan kencang dari sana. Sean langsung berlari menuju rumah Cordelia. Memencet bel dengan tak sabar dan langsung berlari masuk saat pintu rumah itu terbuka.


Sean langsung berlari ke kamar Cordelia tanpa menghiraukan ART yang memanggil dia karna masuk rumah orang sembarangan.


Di lihatnya Cordelia yang terduduk lemah di dekat jendela kamarnya. Sean langsung mendekati Cordelia.


"Lo kenapa bisa kaya gini sih Del. Kenapa?" Batin Sean menatap iba pada Cordelia di depan nya.


.


.


.


.


.


To be continued


Nadiapuma


Ig : nadia_puspita


18.06.2020


maaf yaaa aku lupa upload. dia bertahan di draf selama sebulan, maaf yaaaa

__ADS_1


__ADS_2