Cinta Terlarang Duyung

Cinta Terlarang Duyung
Sean


__ADS_3

Menghabiskan waktu seharian pun terasa singkat jika bersama orang yang kita sayangi.


Author POV


Setelah turun dari kereta itu mereka mengambil foto bersama di dekat kereta dan segera menuju tempat pengambilan gambar selama mereka di atas kereta itu.


Dreeeet dreeet dreeet....


"Bentar bentar, ada telfon." Cordelia mangambil ponselnya dari tas tangannya.


Terlihat jelas nama "Shankara" terpampang nyata di layar ponsel Cordelia. Dengan senang hati Cordelia me reject telfon Shankara.


"Siapa?" Tanya Sean.


"Nomer baru. Gw nggak tau, dan biasanya kalo ada nomer baru nggak gw angkat kecuali lagi pesen ojek oline." Jawab Cordelia menyembunyikan kekesalan di hati.


"Baru juga gw seneng seneng sama Sean eh udh ada pengganggu aja. Kesel banget sumpah." Batin Cordelia kesal. Memang setelah kejadian PHP di hari Senin itu Shankara hanya mengatakan maaf yang seakan tak tulus dan melupakan niat awalnya mengajak bertemu Cordelia.


"Ooowh udah sore nih. Foto yang tadi juga udah di ambil. Balik yuk." Ajak Sean pada Cordelia.


"Ayok." Dengan senang hati Cordelia mengapit lengan Sean menggunakan tangannya.


Sean yang di gandeng pun hanya tersenyum ringan dan merasa maklum atas perlakuan Cordelia, dia ingat betul kebiasaan Cordelia sejak dulu yang suka menggandeng dan merangkul siapapun orang di sebelahnya.


Setelah sampai di mobil, Cordelia tampak berpikir untuk menanyakan sesuatu.


"Oh ia, masalah kalung Lo itu Sean. Yang liontin nya mutiara hijau itu. Emang itu beneran mutiara yang dulu gw kasih ke Lo?" Tanya Cordelia kepo.


"Ia ini dari Lo. Biasanya gw taro di mobil. Tapi kadang juga gw pake kaya gini. This is something important buat gw." Jelas Sean yang menatap mata Cordelia, tersenyum sebentar dan memilih melajukan mobilnya. Seakan dirinya belum berani memulai sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Makasih ya Sean udah jadi sahabat gw dari dulu." Ucap Cordelia dari dalam hatinya.


Sean yang mendengar kata kata sahabat itu hanya menganggap nya angin lalu.


-0-


"Mau makan gak?" Tanya Sean pada Cordelia di perjalanan.


"Boleh boleh." Jawab Cordelia antusias.


"Lo mau makan apa?" Tanya Sean lagi memelankan laju mobilnya.


"Eh seru nggak sih kalo kita makan di pinggir jalan gitu. Pasti kan porsi makan bisa lebih banyak dengan harga lebih murah." Ujar Cordelia antusias. Matanya sudah mencari cari tempat makan yang akan dia sambangi.

__ADS_1


"Serius Lo mau makan di pinggir jalan?" Tanya Sean kaget. Biasanya cewe kan nggak suka di ajak makan di tempat kaya gitu. Tapi ternyata masih ada ya cewe yang mau di ajak susah.


"Eh lagian kita kan tadi udh makan siang romantis nan mahal juga indah pemandangan nya. Gimana kalo sekarang kita lomba aja." Cordelia menatap Sean di sebelahnya dengan mata berbinar. Menunggu jawaban dari Sean yang hanya menatapnya sekilas dengan senyum tipis.


"Ayo laaaah. Mau yaaaa..." Cordelia menatap Sean penuh harap, memasang pose mengemaskan ala ala puppy face.


"Ia deh. Tapi game apaan nih?" Tanya Sean pada Cordelia.


"Jadi nanti kita bakal ke 2 tempat makan, satu pilihan Lo. Satunya lagi pilihan gw. Terus kita pesen makanan yang sama terus nanti kita bandingin, enakan mana. Yang paling enak berarti itu pemenangnya. Mau gk? Lo harus mauuu please yaaaa. Mau dong yaaa." Cordelia sangat antusias dengan idenya.


"Kalo ternyata kita dapet nggak enak semua gimana? Atau enak semua?" Tanya Sean pada Cordelia.


"Pasti ada dong kelebihannya nggak mungkin sama kalo beda penjualnya kaaan." Cordelia masih semangat mengajak Sean agar mengiyakan ajakannya.


"Gini deh gini. Gw bawa beberapa mutiara hasil nangis semalem. Nanti gw yang bayar ke abangnya pake mutiara ini. Mau beli apa aja gw yang bayar tenang." Jelas Cordelia mengambil botol kaca kecil berisi mutiara.


"Gw nggak mikirin siapa yang bayar Del. Masalahnya kalo nggak kemakan karna rasanya yang kurang enak kan sayang." Jelas Sean tenang pada Cordelia.


Cordelia menatap ke arah Sean dengan mata menyipit.


"Jangan jangan Lo belom pernah makan di pinggir jalan ya?" Tebak Cordelia yang langsung mendapat tatapan tak percaya dari Sean.


"Heeeem, sebenernya ia sih." Sean nyengir pada Cordelia. Dan memilih menepikan mobilnya sebelum mereka sampai rumah tanpa makan.


"Ya udah gw setuju. Yuk cari." Sean menjalankan mobilnya lagi.


Cordelia terdiam di kursinya, memegang pipinya yang memanas dan memerah. Bukan karena di cubit tapi karna sedikit malu pada Sean.


Mereka masih sibuk menatap kanan dan kiri jalanan sambil mencari target tempat makan yang akan mereka datangi.


"Gw pilih yang itu aja deh". Cordelia menunjuk lesehan pinggir jalan bernamakan 'Mang Endut' di sebelah kiri. Dengan cepat Sean menepikan mobilnya.


Usai memesan makana dan minuman mereka masuk kemobil lagi untuk mencari makanan pilihan Sean.


Beberapa menit mobil berjalan Sean akhirnya memutar balik mobilnya dan berhenti ke tempat makan bertenda biru, yang lagi lagi lesehan dan bernama 'Bebek panggang'


Mereka turun dari mobil dan memesan makanan yang sama dengan makanan yang tadi mereka pesan dari 'mang endut.'


"Mang, boleh nggak kami makan makanan dari tempat lain disini? Kalo boleh saya kasih mutiara laut asli 2 deh. Ini mutiara grade double A." Cordelia mengeluarkan 2 mutiara dari kantung nya.


"Ah nggak papa mbaa, lagian mba nya udah pesen banyak juga. Yuk duduk aja mba. Nggak usah repot-repot." Jelas penjual disana yang menjawab dengan nada Ramah.


"Makasih banyak ya mang. Ini saya Taro sini ya mutiaranya. Nggak papa mang ini tanda terimakasih saya. Simpen buat kenang kenangan." Cordelia tersenyum manis pada penjual yang ramah itu.

__ADS_1


"Makasih banyak mba. Semoga murah rejeki." Katanya pada Cordelia Dan Sean.


Mereka menikmati makanan di tempat bertenda biru itu. Setelah menghabiskan 2 porsi masing masing milik kita. Sean malah memesan bebek panggang lagi di tempat makan ini.


"Mang di bungkus lagi ya 3 bebek bakar nya." Pesan Sean lagi.


"Ooh jadi sekarang Lo suka yaaa makan disini." Goda Cordelia pada Sean.


"Enak banget nih makanannya juara deh. Next time kita harus banget makan disini lagi." Jelas Sean dengan ekspresi puas dengan makanannya.


Well kalian pasti tau siapa pemenang dari perlombaan makanan ini kan.


-0-


Setelah sampai di rumah Cordelia.


"Makasih banyak yaa buat hari ini, mau mampir dulu gk? Atau mau nginep di rumah gw dulu? Baliknya besok kan rumah pantai lumayan jauh dari sini. Lo pasti cape banget juga nyetir dari tadi." Tanya Cordelia khawatir.


"It's ok. Selagi perut nggak lapar sih gw kuat." Ujar Sean sambil terkekeh.


"Sekali lagi makasih banyak yaaa." Ucap Cordelia lagi.


"Bye deeel. Istirahat gih udah malem." Ucap Sean lewat jendela mobilnya. Sean menatapnya dalam mengunci tatapan matanya pada Cordelia seakan mengatakan, betapa sebenarnya tak ingin dia berpisah dengan Cordelia.


"Bye, hati hati yaaa..." Cordelia memutus tatapan Sean padanya dan tersenyum manis sambil melambai kan tangannya.


.


.


.


.


.


.


To be continued


Nadiapuma


31.05.2020

__ADS_1


__ADS_2