
Cordelia menatap pemandangan kamarnya. Sedikit asing tapi dia mengenalnya dengan baik. Lalu merasakan tangannya yang sedikit basah karna keringat.
Dan matanya tertuju pada Sean yang terduduk di samping nya dengan mata tertutup dan tangan yang menggenggam nya erat.
Dan dia teringat akan dirinya yang lepas kontrol. Dan tersenyum tipis saat Sean hampir menjatuhkan kepalanya lalu kembali ke posisi semula dengan cepat.
"Sean." Panggil Cordelia pada Sean yang langsung menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadaran nya.
Sean akan mengucek matanya dengan tangan kirinya, tapi Cordelia menggenggam tangan itu erat.
"Kenapa?" Katanya masih mengerjapkan mata berkali kali.
Cordelia segera duduk. Dan mengangkat tangannya sekaligus tangan Sean.
"Makasih banyak ya. Biasanya kalo aku takut aku selalu punya mama dan kakak kakakku yang selalu bantu aku. Atau minimal boneka di rumah sana." Kataku menjelaskan.
"Kamu takut apa? Tapi kalo nggak mau bahas nggak papa. I want you to be happy yaaa." Katanya mengusap rambutku.
"Makasih yaa. Tapi sekarang aku laper banget. Kita makan dulu ya." Ucap Cordelia Dan bangkit dari kasurnya. Melepas genggaman tangan Sean, dan merangkul lengan Sean.
00
Setelah makan siang Sean dan Cordelia menyusuri pantai disana. Cordelia memeluk lengan Sean erat. Sedikit kecemasannya masih bertengkar dengan rasa nyaman pasir pantai di kakinya.
"Kamu takut sama laut?" Tanya Sean menebak nebak.
Setelah hari yang melemahkan ini akhirnya mereka mengubah panggilan menjadi aku kamu.
"Ia." Jawab Cordelia singkat yang membuat Sean terkejut.
"Bukannya kamu duy... Eem kenapa takut laut?" Katanya sebelum kata duyung keluar dari mulutnya.
"Dulu aku di serang hiu. Dan semenjak itu aku takut ke laut lagi. Lucu ya, padahal aku bukan makhluk darat. Tapi aku lebih merasa nyaman di darat semenjak itu." Jelas Cordelia tenang.
"Anginnya kenceng. Kamu mau masuk sekarang?" Tanya Sean yang seakan tidak mau membahas masa lalu yang sepertinya sangat membuat Cordelia takut.
"Aku mau berenang. Tapi..." Cordelia menghentikan langkah Sean dan menghadap ke laut yang memantulkan cahaya bulan.
"Aku temenin mau?" Tanya Sean yang langsung dapat tatapan horor dari Cordelia.
"Aku serius." Ucap Sean santai.
"Aku mau ngerasain air laut. Tapi, ini rahasia kita." Ucap cordelia dengan tatapan mengancam pada Sean.
"Ia. Aku juga udah pernah liat kamu dulu." Katanya tertawa.
Cordelia mengajak Sean ke tempat yang banyak batu. Mencari yang tidak dalam dan berdiri di pasir yang basah bekas terkena ombak.
Mereka berdiri disana dengan bergandengan, menunggu ombak menyapu kaki mereka.
Dan saat ombak datang mengenai kaki Cordelia, dia menutup matanya, meresapi air yang mengenai kakinya.
__ADS_1
"Del are you oke?" Tanya Sean karna Cordelia menggenggam tangannya sangat erat.
"Yes yes. I'm fine. Sebentar aja. Yaaa." Katanya Cordelia tergagap.
Sekarang ombak itu datang menyapu kaki mereka lagi dan kini Cordelia hampir terjatuh karna kakinya sudah berubah menjadi sirip.
Sean kaget langsung memeluk Cordelia agar tidak terjatuh. Mereka memandang satu sama lain. Menilik ke tatapan mata yang terdalam.
"Pelan pelan turunin aku ya." Kata Cordelia yang di jawab anggukan oleh Sean.
Cordelia terduduk di pantai. Menunggu siripnya tersapu ombak. Tetapi tangannya masih memegang erat tangan Sean.
Ini ombak ketiga yang menyapunya, mereka hanya diam menatap pemandangan laut yang indah.
"Cordelia kamu gapapa kan?" Entah Sean sudah menanyakan keadaan Cordelia untuk ke yang berapa kali.
Yang di tanya hanya menggangguk dan meresapi siripnya terkena air laut lagi.
"Kok bisa senyaman ini yaaa.." ucap Cordelia senang.
"Mau ke laut?" Tanya Sean singkat.
"Kamu mau temenin aku?" Tanya cordelia dengan tatapan memohon pada Sean.
"Ayo. Tapi jangan terlalu dalem ya." Ucap Sean menarik tangan Cordelia ke laut.
Tapi saat setengah badan Cordelia masuk ke air. Cordelia mencengkram erat tangan Sean.
"Del? Kenapa?" Tanya Sean khawatir.
Sean dengan sigap menggendong Cordelia di depan dan membawanya ke daratan. Agar siripnya bisa mengering dan segera berubah menjadi kaki.
Wajah Cordelia tampak ketakutan, dan akhirnya air mata itu turun juga.
"Del." Sean memanggil Cordelia yang menatap jauh ke lautan.
"Makasih banyak ya, udh temenin aku." Ucap Cordelia sambil mengusap wajahnya. Yang kini malah penuh dengan pasir.
Sean berusaha menahan tawanya menatap pasir yang menempel di wajah Cordelia.
Suasanya yang tadinya hening dan mencekam mendadak berubah karma akhirnya Sean tidak bisa menahan tawanya.
"Hahahaha..." Sean tertawa.
"Kenapaaaa ih Sean." Cordelia melotot menatap kesal Sean.
"Sini sini, Aku bersihin muka kamu. Kamu tuh kebiasaan ya dari dulu badannya ketempel pasir terus." Sean tertawa lagi.
Sean membersihkan wajah Cordelia dari pasir. Dan mata mereka bertemu, saling menatap dengan dalam. Wajah mereka yang terlalu dekat itu membuat nafas mereka saling terasa membelai pipi masing masing.
Tapi ombak besar yang datang mengakibatkan kaki Cordelia terkena air laut, dan berubah menjadi sirip.
__ADS_1
Otomatis Sean menopang tubuh Cordelia agar tidak terjatuh. Masih dengan mata mereka menatap satu sama lain.
"Sean." Panggil Cordelia berusaha menyadarkan Sean yang sejak tadi hanya menatapnya.
"Tangan aku sakit kalo di angkat kaya gini." Jelas Cordelia pada Sean.
"Ah ia." Kini Sean langsung menggendong Cordelia lagi. Mengeringkan sirip Cordelia Dan membersihkan nya dari pasir.
Kini mereka berdua hanya saling diam satu sama lain. Seperti ada hal yang mengganjal di hati mereka masing masing.
Sekarang mereka hanya duduk sambil menatap bulan yang bulat menerangi lautan.
"Kalau kamu takut, inget ada aku yang bakal selalu ada buat kamu." Ucap Sean menggenggam tangan Cordelia.
Kini Cordelia menyandar kan kepalanya pada lengan Sean.
"Makasih banyak ya. Kamu udah mau jadi sahabat, pelindung, juga pembersih pasir dari dulu." Kini mereka tertawa bersama.
Mengingat kenangan masa kecil mereka yang selalu di habiskan bersama saat weekend di pantai.
"Cordelia?" Panggil seseorang yang mengarahkan senter pada mereka.
Sean dan Cordelia menatap orang itu. Ya, dia satpam yang menunggu rumah pantai Cordelia.
"Ah, bener nak Delia. Saya khawatir karna sudah larut tapi nak Delia belum juga pulang." Jelas pak Abe pada mereka.
Kini Cordelia Dan Sean sudah mendekati pak Abe.
"Maaf ya pak sudah bikin khawatir. Tapi selama aku pergi sama Sena everything Will be ok." Ucap Cordelia semangat.
"Ah, ia nak Sean makasih ya sudah jagain Cordelia." Ucap pak Abe.
"Ia pak. Kita pulang aja yuk. Kamu sampe udah di cariin gini kan." Ucap Sean pada Cordelia yang hanya di angguki.
Mereka masih saling merangkul lengan masing masing dan berjalan menyusuri pantai menuju rumah Cordelia.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued
__ADS_1
Nadiapuma
17.07.2020