CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Penyamaran Dheandra


__ADS_3

Seorang wanita berjalan dengan cepat, ia ingin memberi tau Keluarga'nya, dan calon mertua dari kakak'nya. Yang sebentar lagi akan menjadi milik dirinya.


Setelah sampai di depan mereka, ia memberi tau Keluarga'nya, bahwa kakak'nya sedang bermesraan dengan pria lain. Bahkan, di depan umum.


Mereka yang mendengar perkataan Keisya Amora, anak dari Merry dan Januar. Langsung berdiri dari tempat duduknya,


"Maksud kamu apa menjelekkan anak saya?!"Vania berkata dengan kasar kepada anak tirinya itu, ia sangat benci dengan wanita di depannya. Mereka juga, tidak percaya akan perkataan dari keisya.


"Aku tidak bohong tante, kalau Kaka sedang berselingkuh dari tuan zyhair." lantas Amora menunjukkan foto yang ia ambil tadi untuk barang bukti.


Mereka pun satu persatu melihat apa yang ada di ponsel Amora. Ada rasa kecewa di hati Ventura, yang sudah menganggap violet sebagai putri kandungnya sendiri.


"Teryata putri mu tidak serius untuk menjalin hubungan dengan putra ku?" ucap nyonya Ventura dengan datar kepada sahabatnya.


"Kamu tidak perlu mendengarkan mereka? Sebaiknya kita tanyakan langsung kepada putriku." ucap nyonya Vania. Kepada sang sahabat.


Tuan Albert dan tuan Januar menganggukkan kepalanya mereka setuju dengan apa yang di katakan oleh Vania. Tak seharusnya mereka mempercayai ular beracun seperti mereka.


Mereka pun pergi menunju tempat dimana Violetta dan pria itu berada. Namun saat mereka sudah hampir sampai mereka di kejutkan dengan pandangan yang menjijikan, Violetta Dan Andra sedang berciuman dengan mesra. Bahkan mereka tak memperdulikan orang sekitar.


"Violettaaa!!" teriak seorang pria paruh baya kepada anak'nya. Sontak Teriak Januar membuat para pembisnis mendekat ke arah mereka.


"Begini cara kamu mempermalukan papa hah? Kamu berciuman di depan umum, apa kalian tidak malu?!" bentak tuan Januar penuh amarah.


"Cih, dasar wanita murahan gak tau diri, gak bermoral? Saya nyesel menjodohkan putra saja pada anak kalian." ucap sinis Ventura. Jika ia sudah membenci seseorang ia tak akan segan-segan untuk mencaci maki orang itu, bahkan ia akan menghancurkan orang itu dengan sekejap.


"Jika putrimu ingin menggagalkan perjodohan ini bilang saja, tidak perlu bermain pria di belakang kami.!" ucapan nyonya Ventura semakin dingin dan datar. Kepada, wanita di depannya.


"Benarkan apa kata saya Nyonya? Bahwa kakak itu orangnya tidak setia pada seorang pria." amora menambahkan bumbu-bumbu kebencian di hati nyonya Ventura. Agar dia semakin marah.


"Beni, Hans, kirim helikopter kemari. Aku sudah tidak Sudi lagi jika melihat wajah keluarga Maheswara." ucap nyonya Ventura kepada bodyguard'nya.

__ADS_1


Vania dan Januar memohon kepada sahabatnya agar bisa di bicarakan lagi. Mereka meminta maaf atas nama putrinya yang sudah melakukan hal seperti ini, mereka terus saja memohon.


Albert yang merasa kasihan kepada sahabatnya tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia tak berani melawan istri'nya yang sudah terlanjur marah kepada mereka atas perlakuan Violetta kepada anaknya.


Ventura menghela nafas sejenak lalu ia menatap tajam violet, lalu ia berkata kepadanya. "Aku tanya kamu akan memilih putraku atau orang yang tidak jelas asal-usulnya?!"Ucap ventura dengan dingin.


Violetta pun terdiam mendengar perkataan Tante ventura, namun ia menjawabnya penuh dengan kewibawaan, ketegasan dan datar. "Jika boleh jujur aku lebih menyukai Andra tante, karena dia sudah membuat hatiku merasa bahagia, walaupun Andra tak memiliki apa-apa? Tapi aku yakin jika cinta kami akan kuat menghadapi segala ujian ini."


"Walaupun anak Tante memiliki segalanya kami belum saling kenal, bahkan aku belum tau perasaan anak Tante kepada diriku


Prok'prok'prok, nyonya Ventura bertepuk tangan karena mendengar jawaban anak dari sahabatnya itu. "Kalian denger'kan apa yang Vio katakan, jadi jangan pernah kalian mengganggu kehidupan keluargaku?" ucapVania kepada anaknya, ia sambil membelai pipi violet dan Andra.


Andra yang dari tadi diam saja merasa kasian kepada Nyonya Vania dan tuan Januar. Ia pun langsung bersuara yang agar mommy'nya yang sedang berjalan meninggal tempat ini bisa mendengar'nya.


Dan benar saja, Albert, Ventura, dan asisten pribadinya menghentikan langkahnya dan langsung berbalik arah menatap pemuda yang memanggil Ventura dengan sebutan mommy.


Semua orang juga terkejut dengan perkataan Andra, bahkan mereka mematung. Saking terkejutnya.


Andra. Lalu melepaskan softlens yang berwarna hitam. Dan nampak lah dengan jelas warna mata Andra yang berwarna abu-abu, ia juga mencopot jenggot yang sudah di cukur tipis agar terlihat seperti orang India. Tak hanya itu, ia juga mengelap wajah'nya dengan kapas yang sudah di kasih baby oil.


Semua orang lagi-lagi terkejut dengan apa yang mereka liat, Teryata wajah dari pewaris tunggal Robertson sangatlah tampan. Bahkan dia seperti dewa Yunani yang turun ke bumi.


"Dasar anak durhaka, kamu menipu ibumu yang sudah tua ini?" ucap Ventura.


Ventura mendekati anak'nya dan ia memukul lengan anaknya dengan sangat keras, karena putranya ini ia sangat malu kepada semua orang yang hadir disini.


Melihat kemarahan Mommy'nya ia langsung memeluk mommy'nya agar tak lagi memukulnya lagi.


***


Sementara di alam dewa,

__ADS_1


Seluruh dewa sedang tertawa dengan kelakuan Andra kepada orang-orang di sekitarnya.


"Dewa apa mereka akan bersatu?"


"Tidak! Karena untuk persatuannya mereka tak akan semudah. Akan banyak rintangan yang datang menghampiri mereka? Kristal yang utuh sudah pecah menjadi tiga bagian terpenting bagi pemiliknya."Ucap seorang dewa.


Para dewa yang mendengar itu merasa kebingungan dengan perkataan dewa bintang.


Dewa bintang yang mengetahui kalau masalah ini tak akan semudah ini, karena di setiap jalan pasti akan ada bebatuan yang mengganggu jalannya.


***


"Buat kalian semua maafkan saya, saya tak bermaksud untuk mempermainkan perasaan kalian" ucap Andra.


"Sejak kapan nama kamu jadi andra?" tanya sang mommy dengan ketus kepada putranya.


"Sejak berapa jam yang lalu setelah mengenal Vio." jawab Andra dengan santai.


"Tapi kapan kamu datang ke tempat ini?" tanya nyonya ven kepada


Dheandra menjelaskan tentang, rencananya yang ingin mengetahui banyak tentang jodohnya ini, namun ia ingin mengetahui nya lewat orang lain dan orang lain itu adalah Andra sendiri. Namun baru berapa jam bertemu ia sudah mulai jatuh cinta sama halnya dengan violet dia juga sudah jatuh cinta pada dirinya.


"Barraaa brengsekkkkk!"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA TIADA AKHIR TUJUH KEHIDUPAN.


__ADS_2