![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Seorang, pria yang baru saja terbangun dari pingsannya. Namun, dia merasakan kebingungan karena dia bangun di tempat yang berbeda dari biasanya. Bahkan, tempat dia lihat bukan seperti sebuah rumah sakit maupun sebuah mansion tempat dia tinggal.
Saat, sedang memikirkan tempat yang dia singgahi ada seorang wanita yang sangat cantik menggunakan pakaian aneh dari segi penampilannya. Bahkan, dia tidak mengetahui pakaian apa yang di kenakan oleh wanita di depannya.
"Siapa, kalian..? Dan dimana aku?" tanya seorang pria, sambil memegang kepalanya yang terasa sangat pusing akan benturan yang terjadi berapa waktu yang lalu.
"Kamu, berada di dalam istanaku saat ini," ujar seorang Dewi kepada pria yang tak lain adalah rafeyfa Dheandra Robertson, putra dari venture dan Albert. Saat, itu Dewi ratu kidul mengetahui kalau dewa kehidupan sedang berada di atas permukaan. Jadi, dia berniat ingin menemuinya. Namun, saat dia sudah berada di permukaan ski boat yang di tumpaki oleh dheandra meledak sampai mengeluarkan asap. Karena, ada celah Dewi ratu kidul, langsung membawa dewa kehidupan ke kerajaan air. Dia, ingin menyembuhkan luka yang berada di dalam tubuh dheandra.
"Apa, istana? Kalian, jangan bercanda mana ada di jaman sekarang ada istana." ucap Dheandra, yang sangat tidak mempercayai Perkataan dari dari wanita di depannya itu.
Senopati, sedikit geram akan apa yang di ucapkan oleh pria di depannya, ingin sekali dia menghabisi dheandra. Namun, dia sadar kalau kedudukan dheandra lebih tinggi dari pada siapa pun.
"Hai, anak muda, jika kamu tak mempercayai perkataan Dewi ratu kidul tak apa tapi asalkan kamu tau, saat ini kamu benar-benar berada di dalam istana." ucap sinis senopati. Kepada dheandra, yang membuat raut wajah dheandra berubah drastis.
"Jadi beneran, saat ini aku berada di dalam istana.. Dan, ini bukan sebuah film kolosal kan yang sering di tayangkan di televisi?" ucap Dheandra histeris. Eh dramatis.
Dewi, ratu kidul, mengangkat tongkatnya lalu ia memukul kepala pria itu, sampai membuat dia meringis kesakitan. Karena, pukulan yang di lakukan oleh Dewi ratu kidul Kepada'nya. Lantas, Dheandra menatap tajam ke arah dèwi ratu.
"Kau, kenapa kau memukulku?"
"Agar, anda tersadar kalau anda saat ini masih berada di dalam Kerajaan ku." ucap dèwi ratu kidul. Dia, lalu memberikan pakaian kepada dheandra, agar dia bisa bernafas di dalam air. Setelah, memberikan pakaian, dia bersama dengan senopati keluar dari dalam kamar dheandra.
Setelah, ini mereka sedang berada di aula singgah sana. Dewi ratu kidul, lalu duduk di tempatnya. Dia, mengatakan kepada senopatinya, untuk memperketat penjagaan, karena saat ini dheandra sedang berada di dalam istananya. Jika, hal ini bocor kepada bangsa iblis atau istana langit, maka akan membuat ketiga alam saling berperang.
"Dewi, apa anda yakin. Membawa dewa kehidupan ke sini? Karena, setahu saya. Tempat ini akan sangat berbahaya buat dewa alam semesta," ucap senopati.
__ADS_1
"Sebenarnya, aku juga. Tidak ingin membawa dia kemari, tapi mungkin ini adalah hukum takdir yang harus di laksanakan." ucap dèwi ratu kidul.
"Apa, kamu melihat kalung yang ada di leher dewa alam semesta itu?" sambung'nya bertanya kepada senopatinya.
"Ya, dèwi. Saya, melihat ada dua kalung yang berbeda di leher sang dewa. Dan, kalung itu sangat berbeda dari kalung yang lain," ucap senopati.
"Itu, adalah kalung bulan biru. Kalung yang hanya di miliki oleh keluarga dewa bulan biru. Bahkan, kekuatan dari kalung itu tidak main-main. Kalung itu akan memancing bangsa iblis dan dewa kegelapan datang. Untuk, mengambil kalung bulan biru." ucap sang dèwi ratu kidul.
Lantas, senopati menanyakan kenapa ada lambang matahari di belakang kalung bulan biru milik dewa alam semesta. Dan, keduanya seakan-akan seperti menyatu seperti sebuah matahari yang berwarna biru.
Namun, sebelum dèwi ratu kidul itu menjelaskan. Dheandra, sudah datang menghampiri kediaman'nya. Lalu dia memberi hormat kepada sosok Dewi itu. Dia, juga berterima kasih karena terlah menolong dirinya dri bahaya.
Dan, Dheandra bertanya kepada Dewi yang sedang duduk di singgah sana'nya. Dia, menanyakan tentang jalan keluar dari istana ini. Karena, dirinya ingin segera pulang ke kediaman mansion'nya. Dia, juga sangat menghawatirkan keadaan sang mommy.
Karena, dia sudah satu minggu di istana dèwi ratu kidul. Walaupun, tempatnya sangat indah dan cantik.Namun, dia sangat merindukan dataran.
Setelah kepergian dheandra dan Senopati, dèwi ratu kidul merasakan khawatiran yang begitu dalam. Walau, bagaiman pun dheandra adalah seorang keturunannya. Namun, hal itu masih di rahasiakan oleh para dewa maupun para iblis.
"Dewi, sebaiknya. Kamu, menghilangkan hawa manusia yang tercium di penjuru istana."
"Apa, maksud kamu dewa Brata?" tanya, dèwi ratu kidul.
Dewa, penguasa dari planet bumi, menjelaskan kalau di dalam. kerajaan laut kidul sangat tercium aroma manusia. Bahkan, hal itu mampu membuat dewa kegelapan, dewa Iblis dan begitupun Dewi siluman. Mereka, akan merasakan kehadiran manusi di dalam Kerajaan laut.
Jadi, dèwi ratu kidul harus segera menghilangkan hawa itu. Jika tidak mereka akan datang kesini dan menghakimi sang Dewi ratu kidul.
__ADS_1
Dewi ratu kidul, pun langsung mengeluarkan dalamnya hanya agar menghilangkan hawa manusia itu benar-benar hilang dan tak bisa di cium lagi oleh siapapun.
"Kalau gitu, aku pergi dulu dèwi." dewa brata, pun memberikan hormat kepada sang dèwi ratu kidul.
***
Sementara itu, dheandra sedang berjalan di sebuah gua yang sangat gelap. Cuma, ada pencahayaan obor yang ada.
"Sebenarnya. Kalian siapa? Kenapa, kalian memiliki kerajaan di bawah laut?" dheandra bertanya Kepada senopati.
"Aku, hanya seorang senopati. Dan wanita yang duduk di singgah sana adalah seorang Dewi ratu kidul atau bisa di panggi dèwi pantai selatan." ucap senopati menjelaskan kepada dheandra.
"Sepertinya, aku tidak asing mendengar nama itu? Bahkan, aku pernah melihat sosok wajah Dewi ratu kidul itu. Tapi, sepertinya aku lupa tentang itu." ucap Dheandra.
"Mana, mungkin seorang manusia mengetahui sosok Dewi ratu kami. Karena, hal itu sudah kami sembunyikan." ucap senopati.
Namun, semua itu terus berputar didalam otak'nya, dheandra seperti memilik hubungan bersama dengan Dewi ratu kidul. Bahkan, wajah Dewi itu sangat mirip dengan seseorang. Namun, dirinya tidak mengingatnya, cuma ada ingatan gelap yang berada di dalam kepala'nya.
"Apa, kamu memikirkan sesuatu sampai membuat kamu gelisa seperti itu?" tanya senopati.
"Sepertinya memang benar, aku sedang memikirkan tentang dèwi itu. Karena, di dalam ingatanku seperti mengenal dekat. Tapi, saat aku mencoba mengingatnya, gambaran itu berubah menjadi hitam." ucap Dheandra.
"Sebaiknya kamu tak perlu mengingat hal itu, karena akan ada saatnya kamu mengetahui semua'nya." ucap senopati.
Jalan, yang mereka lalui pun terlah sampai di Belakang penginapan. Dia, pun meminta kepada dheandra untuk menyembunyikan tentang kerajaan laut berserta ratu'nya.
__ADS_1
Dheandra, pun berjanji kepada senopati. Lalu, dia berjalan ke penginapan itu saat sedang berjalan dia melihat seseorang yang sangat dia kenali.
"Bukannya dia adalah...?"