![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Karena, mendengar suara dheandra. Berjalan memasuki hutan di gelap malam. "Siapa disana?" teriak dheandra kepada orang yang sedang mengintai dirinya.
Saat sedang mencari orang yang barusan dia lihat, ada seorang memukul punggungnya dengan sangat keras membuat dheandra terpental ke depan.
Saat, dia menengok ke belakang tidak ada seorang pun, lalu lagi-lagi ada seorang yang kembali memukul dirinya. Dan, Dheandra terus saja terpental, karena merasa sudah cukup mainnya, dia menggunakan mata cahaya untuk melihat area sekitar dia ingin mengetahuinya siapa dalah dari penyerangan terhadap dirinya.
"Jika, berani keluarlah, dan lawan aku jika kamu kuat bukan hanya main belakang saja." ucap Dheandra dengan lantang.
Dan, perkataan Dheandra berhasil membuat seorang itu keluar dari persembunyiannya. Dan, dengan menggunakan pakaian yang sama dengan dheandra. Pakaian tradisional yang berasal dari kerajaan Jawa jaman dulu, rambut pria itu lebih pendek dari pada rambut milik dheandra yang sedikit panjang.
"Siapa, kamu, yang berani memasuki wilayah bangsa pendekar empat sakti." ucap pria itu kepada dheandra, Karena, saat dia berburu dia melihat cahaya yang sangat terang jadi dia mendekatinya dan ia terkejut melihat seorang pria yang sangat hebat menguasai jurus silat.
Karena, takut dia adalah orang jahat dia pun menyerang pria itu dengan sembunyi-sembunyi tanpa memperlihatkan wujudnya.
"Aku, adalah pendekar dari Utara, kedatangan ku kesini intuk mencari keberadaan empat pendekar sakti yang memiliki elemen." ucap Dheandra kepada sosok pria di hadapannya.
Pria itu, terkejut mendengar perkataan dari pria itu, dia pernah mendengar rumor akan ada saatnya seorang pendekar dari Utara akan membumihanguskan semua bangsa iblis dan bangsa siluman,
Dia, pun menatap curiga ke arah dheandra, karena dia tidak percaya kepada dheandra. karena semua pendekar yang datang ke gunung Nuri, juga mengaku kalau dia adalah pendekar dari utara, dan ujung-ujungnya orang itu hanya mengincar kitab dua ribu tahun yang di tinggal oleh seorang kultivator hebat di dunia, bahkan. Di, dunia ini memiliki lima buku kitab yang masing-masing di tinggalkan oleh pemiliknya,
Kitab, itu tersebar di lima gunung yang sangat jarang di masuki oleh manusia atau kultivator sekalipun. Karena, semua itu sudah di jaga oleh penjaga gunung itu.
"Kau, tak. Usah mengaku-ngaku sebagai pendekar dari Utara. Karena, pendekar itu tidak akan keluar, dan memasuki wilayah selatan, sebelum mencapai tujuh ratus tahun. Dan, saat ini belum mencapai tujuh ratus tahun." ucap pria itu,
__ADS_1
"Terserah, kau saja. Jika kau tidak percaya, tapi aku ingatkan sekali lagi aku memang pendekar dari Utara, dan kedatanganku kesini adalah atas perintah dari cahaya putih." ucap Dheandra, yang membuat pria itu sedikit terkejut, lalu dia mempertimbangkan ucapan dheandra. Lalu dia meminta kepada dheandra untuk mengeluarkan elemen yang ada.
Dheandra, mendengar itu pun mengeluarkan kedua elemen, yaitu elemen cahaya dan elemen api. Lalu, ke-duanya dia gabungkan menjadi satu dan terciptalah sebuah api bercahaya. Lalu, dheandra arahkan kepada seorang yang sedang menguping pembicaraan mereka.
Setelah, api cahaya itu melesat, orang yang sedang menguping pun terbakar menjadi abu sebelum dia melesat pergi dari tempat itu.
Sekarang, pria itu benar-benar terkejut dengan apa yang dia lihat, bahkan dheandra mempunyai dua elemen yang sangat kuat dari pada dirinya.
"Ja-jadi, kau adalah pendekar terkuat yang datang dari utara?" ucap pria itu, lalu dia berlutut di hadapan dheandra dan dia memberikan salam kepada dheandra.
"Ya..Aku, adalah pendekar yang datang dari utara dan tujuanku di sini adalah menemui empat pendekar sakti." ucap Dheandra, lalu dia menetralkan tenaga dalamnya.
"Saya adalah salah satu dari mereka tuan." ucap pria itu.
"Siapa, nama mu?" tanya dheandra
Dheandra, lalu menyebutkan namanya kepada rancasan. Dengan mengatakan kalau nama dia adalah sang Hyang Bantara dheandra. Nama, yang sudah di kasih tau olèh cahaya putih itu.
Mendengar, itu lagi-lagi rancasan memberi hormat kepada dia. Lalu, dia menawarkan dheandra untuk tinggal di kediaman mereka sebelum mereka datang ke tempat pendekar lain'nya. Karena, mereka sudah di tugaskan untuk menjaga bukit gunung.
Sambil berjalan rancasan memberi tau kepada dheandra kalau mereka mendapatkan tugas untuk menghilangkan kejahatan di tanah Jawa. Yang, masih merajalela karena kekuasaan yang membuat kejahatan semakin banyak.
Dan, orang-orang, jahat terlah bersekutu dengan bangsa iblis dan bangsa siluman. Jadi, mereka, selalu semedi di bukit ini karena untuk meningkatkan kekuatan mereka agar mereka bisa melawan mereka semua.
__ADS_1
Setelah, berjalan cukup jauh dheandra dan rancasan terlah sampai di kediaman rancasan, yang rumahnya terbuat dari anyaman bambu dan sebuah alang-alang. Dheandra lalu duduk di kursi yang ada di situ. Walaupun rumah'nya terbuat dari anyaman bambu. Namun, tempatnya sangat nyaman untuk di singgahi, dengan penerangan yang hanya menggunakan obor.
Rancasan, datang menghampiri dheandra lalu dia menyajikan hidangan yang ada di dalam rumahnya yaitu air putih dan daging buruannya.
"Silahkan, dimakan tuan?"
"Sebaiknya kamu jangan panggil aku seperti itu? Itu, sangat terdengar risih bagiku. Mendingan kamu panggi aku dengan sebutan namaku saja." ucap Dheandra, sambil memakan hidangan yang di sajikan oleh rancasan.
Rancasan, pun menganggukkan kepala, dia menyetujui permintaan dari dheandra untuk memanggil dia dengan sebutan nama saja. Karena, hari sudah semakin malam keduanya pun tidur dengan tempat tidur yang terbuat dari bambu.
Keduanya tertidur sampai hari sudah berganti menjadi pagi. Dheandra, bangun, tapi dia tidak menemukan keberadaan rancasan. Dia, pun keluar dari kamar dan mencari keberadaaan dari rancasan. Namun, saat dia keluar dia melihat rancasan sedang berlatih di pinggir sungai yang sangat jernih. Dheandra, lalu mendekati rancasan.
"Sang Hyang rancasan.! Sedang, apa kamu disini?" tanya dheandra.
"Saya, sedang berlari elemen sang Hyang Bantara dheandra." ucap rancasan dengan suara tenangnya.
Elemen dari rancasan, adalah elemen air. Elemen yang mampu membuat semua elemen takluk. Karena, elemen air bisa memadamkan api, bisa menyejukkan sekitar, bahkan juga air juga jika di gabungkan akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat.
Lalu, ke-dua nya pun berlatih bela diri dan bertarung satu sama lain. Namun, kekuatan fisik Dheandra lebih jauh dari kekuatan fisik milik rancasan. Hal, itu pun membuat rancasan kalah.
Setelah, bertarung kekuatan fisik. Mereka pun bertarung kekuatan elemen. musuh elemen air adalah api, jadi dheandra mengeluarkan elemen api. Keduanya pun bertarung kekuatan sampai salah satu di antara mereka ada yang kalah..
Dan, lagi-lagi dheandra mampu mengalahkan rancasan dalam hal kekuatan. Namun, mereka saling melengkapi satu sama lain. Keduanya pun menyelesaikan latihan dan ke-dua nya mandi di sungai.
__ADS_1
"Kita akan kemana setelah ini?" tanya dheandra saat sedang merendamkan tubuh'nya di air. Namun, dia merasakan kalau air itu memiliki kekuatan astral.
"Kita akan ke....?"