![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Setelah, keduanya mandi. Mereka berencana akan pergi ke gunung berapi. Tempat dimana seorang pendekar bersungguh di sana. Yang, sedang menjaga kitab kuno Bangsa Sansekerta, bahkan kitab itu bisa menuntun kepada kejayaan manusia. Dan, kitab-kitab itu harus di berikan kepada orang yang tepat yang akan menjadi para pemimpin empat pendekar sakti.
Keduanya, berjalan kaki ke tempat gunung berapi, tempat itu sangat jauh memungkinkan mereka akan sampai di sana dalam waktu tiga hari. Karena, sudah berjalan cukup jauh mereka istirahat di bawah pohon yang besar.
Untungnya, keduanya membawa persediaan makanan. Jadi, mereka tak merasa kelaparan. Setelah makan, mereka tiduran sejenak. Tapi, tidak dengan dheandra, dia merasakan bosan. Sampai dia memiliki ide untuk membuat lat musik.
Lalu, dheandra bangkit dari duduknya dan mencari yang bisa di jadikan sebuah alat musik. Saat sedang mencari dia melihat sebuah bambu kuning yang sangat indah, karena sangat tertarik dia membuat sebuah seruling bambu. Dan, dia pun berhasil membuat seruling dengan di bantu menggunakan kelima elemen yang berada di dalam tubuhnya.
Dheandra, perlahan meniup seruling yang dia buat, sampai alunan musik keluar dari seruling. Bahkan, nada-nada yang tercipta sangat merdu, sampai membuat sang Hyang rancasan terbangun dari tidurnya, karena mendengar alunan musik yang keluar dari seruling.
Sang Hyang rancasan, sangat terkejut melihat dheandra sedang duduk di bebatuan sambil memainkan alat musik itu, bahkan dari seruling itu mengeluarkan angin yang sangat sejuk membuat rambut panjang Dheandra berterbangan tak beraturan.
"Demi dewa. Teryata, sang hyang Bantara dheandra sangat hebat memainkan sebuah bambu, sampai menciptakan nada suara yang sangat merdu." ucap rancasan. Dia, tidak menyangka kalau dheandra pandai segala hal. Bahkan, dia sangat iri dengan ketampanan dan kecerdasan yang di miliki oleh dheandra.
Karena, fokus melihat Dheandra. Rancasan, tidak menyadari kalau sudah banyak hewan yang datang agar bisa mendengar suara musik itu.
Saat, alunan musik berakhir Dheandra membual mata'nya dan betapa terkejutnya dia melihat banyak hewan yang berdatangan. Sontak hal itu membuat dheandra waspada. Dengan, mengeluarkan energinya. Namun, saat akan menyerang langsung di hentikan oleh rancasan. Dia, memberi tau untuk tidak menyakiti hewan yang ada di depannya.
Namun, dheandra tidak percaya begitu saja. Karena hewan tetap hewan dia akan menyerang jika dia kelaparan, dan dia tidak ingin mati konyol di tempat ini sebelum dirinya menyelesaikan tugasnya.
Rancasan, bilang kalau dia bisa berbahasa binatang. Jadi, dia tau mana yang pemakan mana yang tidak. Jadi, dia mengatakan kalau hewan yang berada di depannya ingin memberikan tumpangan agar cepat sampai di gunung berapi.
__ADS_1
Mendengar, kalau rancasan bisa berbahasa binatang. Dia, pun mempercayai kalau hewan di depannya baik. lalu rancasan menyuruh dheandra untuk memilih hewan sebagai tunggangannya. Jika rancasan memilih hewan kuda maka dirinya akan memiliki harimau sebagai tunggangannya.
Setelah mereka, memilih. Hewan itu menyuruh keduanya naik ke punggung mereka. Setelah, mereka naik hewan itu pun melesat dengan cepat. Yang, membuat dheandra senang karena baru pertama kali mengendarai hewan buas.
Saat, mereka sudah sampai di perbatasan perkampungan mereka turun. Karena, mereka tidak ingin membuat para penduduk ketakutan jadi, mereka menyuruh hewan itu untuk kembali ke tempatnya. Biarkan mereka berjalan kaki dari pedesaan.
Keduanya berjalan, dengan dheandra memainkan alat musik barunya. Yang, dia tidak sadar kalau alat musik itu memiliki kekuatan yang sangat besar karena kekuatan yang di dapat dari dheandra. Bahkan, seruling yang di nyanyikan oleh dheandra bisa mengeluarkan kekuatan. Namun, semua itu tidak membahayakan memilik dari seruling bambu itu.
Bahkan, penduduk desa yang mendengar nada seruling yang dheandra mainkan, membuat mereka tenang. Bahkan, ada seseorang yang sangat tertarik dengan alat musik yang di buat dheandra. Pria itu lalu mendekati dheandra dan rancasan yang sedang berjalan.
Pria, itu sudah di hadapan dheandra. Yang, membuat keduanya berhenti berjalan dan dheandra menghentikan main serulingnya. Karena ulah dari pria di depannya.
"Ada, apa kisanak menghentikan jalan kami?" ucap rancasan. Yang, sedikit dingin kepada pria di depannya. Karen, dia sudah mengetahui akan kelakuan pria di hadapannya, dia selalu menindas orang yang lemah. Karena, dia adalah seorang yang sudah berada di tingkat menengah 9. Jadi, prabu brawasa suka semena-mena terhadap yang lemah. Apa, lagi dia akan mencapai kekuatan dewa.
"Ada, apa anda ingin berbicara dengan ku?" ucap dheandra kepada prabu brawasa, dia sedikit tidak menyukai sosok pria di hadapannya. Namun, dia tidak boleh membencinya tanpa sebab. Jadi dia abaikan rasa itu.
"Aku, menginginkan seruling kamu? Jadi, kamu harus berikan kepadaku?" ucap prabu brawasa dengan arogan. Tanpa, memintanya baik-baik terhadap dheandra.
Namun, dheandra tidak akan memberikan seruling itu kepada pria dihadapannya. karena dia sayang sekali jika dia harus mengasih seruling yang dia buat kepada dia.
"Kau ini minta atau ngemis hah?" ucap dheandra yang membuat dia tidak menyukainya.
__ADS_1
Prabu brawasa, sangat marah kepada dheandra. Karena, dia tidak mau memberikan apa yang dia mau dengan terpaksa dia pun mengeluarkan jurusnya dan memukul Dheandra dengan sangat keras. Tapi, dheandra hanya mundur berapa langkah saja. Bahkan, itu membuat warga desa dan rancasan terkejut bukan main.
Melihat, hal itu prabu brawasa sangat murka lalu dia kembali menyerang dheandra dengan pedangnya. Namun, semua itu bisa di tangkis oleh dheandra mengunakan seruling.
Dheandra, menyuruh rancasan mundur bersama dengan warga desa. Kalau ini akan menjadi pertarungan yang sengit buat kedua. Saat prabu brawasa mengeluarkan kekuatannya, dheandra memainkan seruling dia membuat sebuah perisai dengan kekuatan cahaya'nya.
Namun, prabu brawasa tidak menyerah begitu saja, dia laku mengeluarkan cahaya hitam yang keluar dari dalam tubuhnya. Karena kekuatan petirnya tidak berguna jadi dia menggunakan kekuatan kegelapan.
Sementara rancasan, yang melihat aura kegelapan dari prabu brawasa merasakan khawatiran, karena dia sangat tau akan kekuatan kegelapan yang sangat berbahaya bahkan sangat kuat di dataran barat. Saat, dia akan membantu menyelamatkan dheandra, dheandra berbicara melalui telepati agar rancasan tidak ikut bertarung.
Saat, kekuatan kegelapan sudah di telapak tangan, prabu brawasa mengarahkan kekuatan itu ke arah dheandra, sampai membuat dheandra terpental dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Rancasan, langsung berlari ke arah dheandra. Dan, dia membantu dheandra.
"Sial, teryata kekuatan kegelapan sangat kuat, bahkan dia bisa menghancurkan pertahanan ku?" ucap Dheandra yang bisa di denger oleh rancasan.
"Kamu, benar dhean. Kekuatan kegelapan adalah kekuatan paling kuat di antara kekuatan lain'nya, apa lagi dia berada di tingkat menengah 9," ucap rancasan kepada dheandra.
"Menengah 9?" ucap Dheandra.
"Benar, dhean menengah 9, adalah kekuatan tertinggi sebelum orang itu memilik kekuatan ke tingkat dewa. Maka dia harus mengorbankan darah pendekar, saat menengah 10. Agar, dia bisa naik tingkat ke kekuatan dewa." jelas rancasan.
"Jadi, itu maka aku akan habisi dia menggunakan tanganku sendiri. Dan, apa kamu mengetahui kelemahan kegelapan?" ucap Dheandra.
__ADS_1
"Kelemahannya adalah...?"