CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Kecurangan Soni Dan Kemarahan Dheandra


__ADS_3

Saat. Ini, Dheandra sudah benar-benar pulih dan dia sudah mulai menjalankan rutinitasnya sebagai seorang pemimpin dia juga sudah menerima perjodohan, ke-duanya. Dan, mereka akan melangsungkan acara pertemuan keluarga besar.


Violetta, juga sudah mengikhlaskan dheandra untuk menikah dengan wanita pilihan Keluarga mereka, dia di bolehkan tinggal di sini saja sudah bersyukur karena dia tak ingin tinggal bersama dengan para penyihir itu. Walaupun harta semua jatuh ke tangannya tapi, dia tak ingin tinggal di sana.


Sementara, itu Violetta dan ventura, sedang berada di dapur, untuk membuat makan malam, karena keluarga dari calon istri dheandra akan berkunjung ke kediaman mereka.Mereka, akan membahas pernikahan antara keduanya dan apa yang di minta oleh kedua mempelai sebelum mereka menikah.


Sebenarnya, Ventura merasa sedih karena violetta tidak menjadi menantunya. Dan, ia takut kalau perasaan Violetta akan kecewa akan hal ini.


"Sayang, maafkan mommy. Yang, tidak bisa berbuat apa-apa, karena mommy tidak bisa membantah perkataan dari kakeknya Dheandra." ucap Ventura, yang merasa sedih akan hal itu.


Violetta, tersenyum lalu, dia menatap ke arah venture. "Mommy, percayalah aku tidak apa-apa. Jika, Dheandra menikah dengan wanita lain, aku akan sangat bahagia saat dheandra bahagia bersama dengan istrinya nanti." jelas, Violetta. Walaupun, dia seorang wanita. Namun, hatinya sangat luas bahkan dia merelakan belahan jiwanya hidup bersama dengan wanita lain, tapi jika dheandra merasakan sedih kecewa maka hatinya akan terhubung langsung dengan perasaan dheandra.


Mendengar perkataan dari Violetta, Ventura sangat tidak percaya kalau Violetta dengan mudah melepaskan dan mengikhlaskan dheandra untuk menikah dengan sosok wanita yang belum dia rupanya. Tapi, jika Violetta mampu mengikhlaskannya maka dia akan mengikhlaskan putranya untuk menikah.


"Mommy, tidak menyangka teryata kamu memilik hati yang sangat besar, bahkan kamu tidak seperti wanita lain yang akan melakukan apa saja agar kekasihnya menjadi miliknya." ucap Ventura, dia sangat bangga akan sifat yang di miliki oleh violetta, "Vania, entah apa yang kamu ajarkan kepada Putri mu, sampai-sampai Putri mu memilik hati yang sangat besar. Dan, aku tak menyangka kalau kamu juga mengajarkan tentang kebaikan dan keikhlasan kepada orang." batin ventura saat melihat wajah Violetta yang seperti wajah Vania.


Mereka, pun memasak bersama sampai sore tiba. Mereka sudah menyajikan banyak makanan yang sudah di siapkan oleh violetta dan ventura.


***


Sementara itu, dheandra habis kelar meeting bersama dengan para pemegang saham dan rekan kerjanya, mereka akan membahas tentang proyek pembangunan rumah sakit yang berada di ibu kota.


Setelah semua'nya selesai Dheandra pergi ke markasnya lalu, dia bertemu dengan ke empat sahabat'nya yang sedang berkumpul di markas.

__ADS_1


"Apa, kalian sudah lama disini?" tanya Dheandra yang baru duduk.


"Kami baru saja sampai di sini. Oh..Iya, tadi Anggota kita mengatakan kalau ada yang mengajak tanding dan hadiahnya sangat lumayan." ucap Daniel. Kepada sahabatnya itu.


"Lalu, siapa yang akan tanding?" tanya dheandra.


"Aku, yang akan tanding bersama dengan lawan." ucap, Daniel. Karena, dia tidak ingin membahayakan nyawa dheandra yang baru saja pulih dari kecelakaan. Jadi, dia yang mengajukan diri untuk lawan mereka. Dan jika anggota dirinya kalah maka dia akan memberikan motor kesayangannya.


Semua, orang menatap ke arah Daniel, mereka sangat tidak yakin kalau Daniel akan ikut bermain, apa lagi lawan mereka sangat berat yang harus mereka hadapi. Bukan, mereka meragukan kemampuan Daniel, karena atau apa karena lawan dia sangat licik dan itu bisa berakibat fatal.


Namun, keputusan Daniel sudah bulat, dia yang akan melawan dia, dan jika dia gugur maka dia siap untuk di keluarkan dari gank black Pegasus. Bersamaan dengan itu dia juga akan mencopot lencana tangan kanan dheandra.


Dheandra, pun hanya bisa pasrah lalu dia memerintahkan Daniel untuk segera berangkat ke pertandingan yang sudah di sediakan oleh rekan mereka.


Lima sekawan pun berjalan menaiki motor mereka masing-masing, mereka akan segera ke pertandingan. Yang, hari sudah mulai malam. Namun, sebelum Dheandra pergi dia sudah meminta izin dulu agar orang rumah tidak mencemaskan dirinya. Dia, mengatakan kalau dia akan menemani Daniel tanding.


Dheandra, Darius, Brayen dan Alex sedang menunggu Daniel berganti pakaian. Dheandra menatap permusuhan kepada pihak lawan. Begitupun dengan Soni, lawan yang harus di hadapi oleh Daniel. Soni, terkenal dengan kelicikan dan kecurangannya. Karena, hal itu membuat siapapun menang melawan Soni. Namun, dheandra sangat percaya kalau Daniel mampu melawan Soni.


Dan, saat itu Daniel dan Soni, sudah bersiap dengan pakaian balapnya. Lalu ke-duanya siap di garis start. Daniel dan soni menyalakan motornya dan mereka saling menancapkan gas'nya. Dengan kondisi yang belum jalan.


Setelah, peluru di tembakan ke atas. Oleh seorang wanita maka motornya berjalan dan saling mendahului.


Dheandra, sang yang lain merasa cemas dengan hal ini. Dan, saat mereka memikirkan tentang Daniel, ada yang mengatakan kalau motor yang di tumpangi oleh Daniel terjatuh dan kepalanya terbentur cukup keras. Karena helm yang di kenakan oleh Daniel terlepas dari kepalanya.

__ADS_1


Mendengar, hal itu dheandra dan sahabatnya langsung menunju ke tempat Daniel terjatuh, dan di saat mereka sudah sampai. Daniel sudah berlumuran darah di kepalanya, Alex langsung menelpon ambulans untuk segera membawa Daniel ke rumah sakit.


"Brengsek, jadi ini rencana dia untuk mencelakai daniel?!" Darius. marah karena kecurangan dia kepada sahabatnya itu.


Ambulans datang dan membawa Daniel ke rumah sakit. Daniel menyuruh mereka untuk menemani Daniel. Karena, dia akan menemui orang yang sudah melakukan kejahatan seperti ini terhadap sahabat'nya.


Dheandra, langsung naik ke motornya dan memakai helm, setelah siap dia menjalankan motornya dengan kecepatan penuh, Sampai berapa saat dheandra terlah sampai di markas Toni degank.


Dengan, kemarahan dia berjalan memasuki markas Toni. Dan dia langsung memukul Tobi dengan bertubi-tubi.


"Dasar keparat, karena ulahmu sahabatku jadi kecelakaan." ucap Dheandra.


"HAHA..!! Itu, semua bukan urusanku. Salah, siapa dia tak menghindar dari kecurangan'ku." kata Soni dengan tawanya yang menggema di ruangan itu.


**


Di luar markas seorang pria, sedang melakukan melakukan sesuatu agar, semua rasa dendamnya tercapai. Karena, dia dirinya harus kalah dan harus di permalukan oleh seluruh anggota dan masyarakat. Jadi, dia tak akan membiarkan Dheandra selamat dari semua ini. Bahkan, dia bersumpah untuk menghancurkan hidup dia sampai ke akar-akarnya.


"Lihat, saja aku akan menghancurkan kamu tuan Dheandra yang terhormat." lalu, dia melihat anak buahnya yang baru saja menyelesaikan tugasnya.


"Semua, sudah beres. Bos, dan sebaiknya kita pergi sekarang sebelum dia keluar." ucap. salah satu anak buah pria itu.


Setelah melakukan semua'nya kedua pria itu langsung pergi meninggalkan tempat itu, tak lupa juga dia berterima kasih kepada anggota dari soni yang sudah membantunya melakukan hal itu.

__ADS_1


***


BRAKKKKK...!!!


__ADS_2