![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Saat, mereka Sudah Sampai di hadapan raja. Raja, agung Santanu pun berdiri dari kursi singgah sana. Dan, dia berjalan mendekati kedua pendekar itu, pendekar sangat hebat yang tak pernah bisa di kalahkan oleh siapapun. Walaupun kekuatan mereka masih rendah, tapi pendekar empat sakti sangat kuat.
"Selamat, datang di kerajaanku tuan sang Hyang rancasan dan sang Hyang Batara dheandra..!!" ucap raja agung Santanu. Yang, membuat kedua pendekar terkejut, karena dia mengetahui akan. Nama, mereka.
Dheandra dan rancasan, bertanya kepada raja agung Santanu kenapa dia mengetahui nama mereka, karena mereka tidak pernah memberi tau nama mereka, walaupun yang mereka tau kalau pendekar itu bernama sang Hyang, saja dia tidak pernah mengatakan hal itu kepada siapapun.
"Dari, mana anda mengetahui nama kami?" ucap Dheandra.
Agung Santanu, mengatakan kalau dia mengetahui nama mereka dari sebuah kitab aksara. Yang, terlah di buat oleh para dewa dan di kitab itu tertulis kalau kekuatan mereka akan sangat besar saat lima pendekar bersatu. Dan, para pendekar bisa menghancurkan bangsa iblis dan bangsa siluman.
Dan, Santanu juga mengatakan kalau alam akan memilih mereka berlima siapa yang menjadi pemimpinnya. Dengan cara mencabut sebuah benda yang berada di sebuah gunung di pertengahan air laut.
Rancasan dan dheandra saling bertatapan, dia belum mengerti akan semua ini. Jadi, mereka adalah orang pilihan yang harus membumihanguskan semua kejahatan dari muka bumi ini.
Setelah menceritakan hal itu raja agung Santanu memerintahkan semua pelayan yang ada di kerajaan membuatkan hidangan karena mereka akan segera menikmati jamuan.
Dheandra, terdiam memikirkan semua yang terjadi kepada dirinya, dia masih tak percaya kalau dia terlempar ke dunia yang masih belum ad listrik atau teknologi. Bahkan, di jamannya yang sekarang dia harus mengunakan kultivasi.
"Sebenarnya, apa dari semua ini dewa? Kenapa aku merasakan kejadian seperti ini terulang kembali? Dewa, mudahkan aku mencari jalan dari kebingungan seperti ini." gumam dheandra, yang saat ini dia sedang berada di ruangan peristirahatan. Karena, raja Santanu menyuruh dirinya dan juga rancasan untuk istirahat sebelum jamuan yang sedang mereka siapkan selesai.
"Apa, kamu memikirkan sesuatu dhean?" tanya rancasan. Yang, penasaran akan kegelisahan yang di alami oleh dheandra.
"Tidak, ada Ranca. Aku, cuma sedang memikirkan benda yang tersimpan di bukit atas air." ucap Dheandra.
Rancasan, menganggu dia menyetujui ucapan dheandra, karena dia sangat penasaran akan hal itu. Namun, semua itu hilang saat dia mengetahui kalau bukit itu di jaga oleh seorang monster anak konda. Yang, siap melenyapkan siapa saja yang berani mendekat ke tebing itu.
__ADS_1
Rancasan, tidak bisa diam akan semua ke jujuran yang di katakan olehnya. Karena, tidak mungkin mereka bisa masuk dan mengambil benda pusaka itu.
Saat, ke-dua nya sedang berpikir rencana akan masuk ke bukit itu. Dheandra dan rancasan, di panggil oleh berapa orang pelayan, dia memerintahkan ke-dua nya untuk menghadiri jamuan makan malam yang di buat oleh raja agung Santanu.
Saat, mereka sedang berjalan. Dheandra, tidak sengaja menabrak wanita itu. Karena, dia tak memiliki keseimbangan. Dheandra, pun langsung menangkap tubuh wanita itu. Namun, dheandra merasa terkejut dengan apa yang dia lihat, dia melihat wanita yang pernah di temui di jaman modern dia tidak salah lihat lagi, wanita itu sama persis dengan wanita berkain merah.
Saat, dia akan menayangkan sesuatu raja agung Santanu memanggil dirinya dan rancasan untuk segera hadir. Jadi, merek pun segera pergi ke arah Jamuan. Dan, dia akan menikmati jamuan dia melihat wanita itu hadir di tengah-tengah mereka.
Agung Santanu, yang melihat gelagat aneh dari dheandra mengenalkan wanita itu kepada dirinya, kalau dia adalah tuan putri Flo Santanu. Putri dari Santanu dengan permaisurinya.
Ketiganya salih berjabat tangan dan memperkenalkan satu sama lain. Walaupun, mereka sangat terkejut kalau tuan putri Flo sangat hebat dengan mata tertutup tapi masih bisa menjabat tangan dheandra dan rancasan dengan mudah. Tanpa, meraba-raba dulu posisi tangan mereka.
Mereka, lalu menikmati hidangan yang sudah berada di meja makan. Tanpa, bersuara mereka memakan jamuan yang sudah di sajikan.
Seorang, pria baru saja menikmati hidangan langsung berpamitan kepada raja agung Santanu untuk keluar mencari udara segar, dan dia pun menemukan tempat yang sangat nyaman untuk dirinya menenangkan pikirannya, yang masih bingung akan semua kejadian yang menimpa dirinya.
Dheandra, yang merasa pusing memikirkan semua ini pun mencoba memainkan serulingnya yang tersimpan di punggungnya. Dia, memulai meniup seruling bambu yang dia. Buat,
Saat, seruling itu di tiup oleh dheandra, udara menjadi sangat sejuk bahkan suara melodi itu sangat menenangkan pikirannya, sampai melodi itu terdengar oleh orang-orang yang berada di kerajaan.
Raja, agung Santanu yang sedang duduk di singgasana sangat terkejut mendengar suara melodi seruling. Karena, dia sangat mengenal siapa yang memainkan seruling itu. Bahkan, dulu ada pendekar yang sangat sakti membunuh bangsa kegelapan menggunakan kekuatan seruling.
"Siapa, yang memainkan seruling yang sangat merdu sekali?" ucap raja agung Santanu kepada bawahannya.
"Dia, adalah sang Hyang Batara dheandra, raja. Saat, ini dia sedang berada di belakang istana dengan memainkan seruling yang terbuat dari bambu." jawab pang lima dari raja Santanu.
__ADS_1
Mendengar, jawaban dari pang lima ken raja agung Santanu langsung bergegas ke halaman belakang dia, ingin menemui dheandra, dia ingin menanyakan tentang hal ini, karena setahu kitab kuno di dunia ini tidak ada yang bisa memainkan seruling yang mirip dengan pendekar yang pernah gugur ratusan tahun yang lalu.
Kembali, ke Dheandra, dia sedang berdiri dengan memainkan seruling yang membuat alam seperti bergoyang menikmati alunan melodi yang di buat oleh dheandra.
"Teryata, sang hyang Bantara sangat pandai bermain seruling, di tengah malam yang sunyi seperti ini.?" ucap putri Flo kepada dheandra. Saat, itu dia sedang berada di taman Bunga. Namun, dia sangat terkejut mendengar suara orang yang memainkan seruling. Jadi karena penasaran dia mencari orang itu dan menghampiri orang yang bermain seruling.
"Eh..Tuan putri, maaf lancang bermain seruling di malam hari," ucap Dheandra, merasa tidak enak. Kepada tuan putri Flo. Dia, berpikir kalau dia mengganggu Flo.
"Tidak sama sekali sang Hyang Batara. Palahan aku ingin mendengar lagi melodi yang keluar dari seruling kamu." ucap tuan putri Flo.
Flo, meminta kepada dheandra untuk memainkan kembali seruling, karena dirinya sangat nyaman akan suara itu. Bahkan, dia berharap bisa mendengar melodi itu setiap hari.
Dheandra, mau tidak mau pun memainkan kembali seruling dengan nada melody yang berbeda,
Raja agung Santanu, melihat putrinya merasa bahagia membuat dia mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan dheandra. Dia pun memerintahkan pang lima dan para prajurit untuk tidak mengganggu mereka berdua. Karena dia tidak ingin merusak kebahagiaan putrinya. Dengan mereka datang ke tempat itu.
"Salam yang mulia raja agung Santanu." ucap rancasan yang akan menemui sahabatnya.
"Salam kembali sang Hyang rancasan. Apa, anda akan menghampiri mereka?" tanya raja agung Santanu.
"Benar, yang mulia aku baru saja mendapatkan pesan dari alam." ucap rancasan.
"Pesan apa itu?"
"Pesan....?"
__ADS_1