![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
"Aku peringatkan kepada kalian kalau. Aku, bukan pembantu kamu dan jangan pernah berlaga seperti seorang penguasa, karena kamu hanyalah gelandangan yang di angkat menjadi seorang simpanan miliader.!!" ucap Violetta, lalu pergi dari hadapan mereka. Ia saat, ini kemarahannya sedang di dalam muncak, lantaran perbuatan sang kakek Robert kepada dirinya.
Bahkan, Violetta hampir mengeluarkan hawa dingin yang berada di dalam tubuhnya, karena hatinya yang sangat marah. Tapi, Violetta, masih bisa mengendalikan kekuatannya yang keluar dari tubuhnya.
"Dhean..!! Maafkan, aku tak bisa mengembalikan kekuatan dan ingatan kamu," ucap Violetta, dia menyesal. Karena, tidak bisa mengembalikan hak yang memang harus diberikan kepada dheandra. Namun, saat sedang memikirkan hal itu, cahaya putih muncul dihadapannya.
"Ibunda dewi?"
"Iya, sayang. Bunda, hanya di berikan waktu lima menit untuk menemui kamu." ucap ibunda Dewi. Yang, wajah'nya sangat mirip dengan Vania.
"Kenapa, Ibunda dewi harus pergi dari bumi? Apa, lagi saat ini Violetta sedang membutuhkan ibunda untuk menuntas kejahatan, dan misteri siapa orang yang terlah memfitnah hubungan kami." ucap Violetta kepada bunda Dewi. Yang, pernah melahirkan dirinya.
Dewi, es ibunda dari dèwi alam semesta, dia berkesempatan untuk melahirkan reinkarnasi ke tujuh Putrinya ke dunia, tapi dia harus bertahan saat usia Violetta sudah melebihi dua puluh tahun.
"Ibunda, tidak bisa mengatakan. Rahasia alam, dan jika kamu ingin mengetahui siapa dalang orang yang terlah melakukan hal itu, kamu harus berusaha berjuang untuk menemukan siapa dalangnya." ucap vania.
"Dan, satu hal lagi, kamu tak boleh bersedih karena kunci alam semesta sedang di pegang oleh kamu, jika sedikit saja kamu marah atau apa, maka dunia juga bakalan mengalami bencana sesuai dengan hati kamu.. Jadi, jangan bersedih karena tidak bisa memiliki Dheandra, karena kamu dan dia tak di takdirkan hidup dalam pernikahan saat kalian menjalankan tujuh kehidupan.." sambung Vania. Dewi yang memiliki seribu, keanggunan dan kelembutan. Dia terpilih menjadi seorang Dewi di dataran Utara, yang wilayahnya di penuhi oleh kekuatan es.
Setelah, Dewi es. Mengatakan, itu dia menghilang seperti butiran-butiran salju.
Violetta, pun menyadari kalau memang dirinya tak tercipta untuk dheandra, melainkan tercipta menjadi pendamping hidup dheandra. Karena, jiwa mereka satu.
Violetta, bangun dari duduk'nya lalu dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket. Setelah mandi selesai, ia menggunakan pakaian santai, dia pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Karena, dirinya sangat malas bertemu dengan wanita Lampir itu.
***
__ADS_1
Saat ini, suasana kembali menegang, karena kakek Robert terus saja membahas pernikahan dheandra dengan wanita lain. Hal itu membuat dheandra sangat jengah. Dengan, terpaksa dheandra menyetujui permintaan kakek Robert. Namun, dia memberikan persyaratan kepada kakek Robert kalau dia akan menikah saat usianya menginjak umur 28 tahun.
Robert, awalnya menolak karena permintaan dari cucunya untuk menikah di usia 28 tahun. Namun, dheandra tidak menerima penolakan. Ia sudah keputusan final, atau tidak sama sekali. Jadi, Robert menyetujui permintaan sang cucu.
Dan, selama itu pula dirinya tidak akan pernah menemui wanita pilihan dari kakeknya, ia akan tetap fokus kepada perkerjaan'nya dan ia juga meminta kepada kakeknya untuk tidak melarang dirinya, dekat dengan Violetta.
Lagi, lagi Robert sangat tercengang dengan apa yang terlah di katakan oleh Cucunya itu. "Apa, maksud kamu hah?!" bentak Robert kepada Dheandra.
"Maksudku Adalah.. Kakek, tidak berhak lagi mencampuri urusan pribadiku, dan kakek juga tak berhak boleh menjauhkan aku dari Violetta." ucap Dheandra dengan tegas.
"Kakek, tidak mau menuruti permintaanmu yang ini." ucap kakek Robert.
"Terserah, kakek jika tidak ingin aku menikah dengan wanita yang sangat kau banggakan." ucap Dheandra.
Ventura dan Albert, hanya diam saja menyaksikan perdebatan antara kakek dengan Cucunya itu. Tapi, mereka juga sangat menujui permintaan dari anaknya itu.
Setelah mengatakan persyaratan itu, dheandra pergi ke kamarnya, untuk istirahat.
***
Dewi, petir, sedang berada di ruangannya, dia ingin mencari cara agar dewa alam semesta itu, bisa dia singkirkan dari muka bumi maupun dari alam dewa, karena jika dewa alam semesta belum musnah dia tak akan pernah mendapatkan singgah sana langit tertinggi. Apa, lagi putra nya belum menunjukan siapa reinkarnasinya saat ini.
"Apa kamu, mendapatkan kabar dari dewa kilat?" tanya Dewi petir kepada Dewi pelayan.
"Dia, belum belum menunjukkan reinkarnasi yang sekarang dèwi." ucap dèwi pelayan.
__ADS_1
Karena, tidak mendapatkan informasi dari pelayan, dia menyuruh pelayannya pergi dari kediamannya. Namun, terbesit ide untuk mengunjungi Dewi yang di tugaskan berada di laut. Karena, dèwi itu yang memiliki kemampuan untuk memperlihatkan sosok seorang dewa.
Lalu, ia berdiri dari duduk'nya, dan ia bergegas ke alam manusia. Saat, sudah sampai di bebatuan tempat pertemuan seorang dèwi pantai selatan dengan seseorang. Ia mendengar suara ombak yang terus menerjang batu yang ia pijak.
Tak, berselang lama, Dewi ratu kidul datang dengan kereta kencana'nya, untuk menghampiri Dewi petir. Setelah sampai dèwi ratu kidul, turun dari kereta kencana'nya. Dan, saat ini mereka sedang berhadapan.
"Ada, apa kamu ingin menemui diriku wahai Dewi petir?" tanya dèwi ratu kidul.
"Aku, ingin meminta bantuan kamu. Untuk, mencari keberadaan reinkarnasi putraku dewa kilat." ucap dèwi petir.
"Maaf, aku tak bisa membantu kamu, karena ini sudah peraturan alam yang tak boleh memberi tau kepada siapapun termasuk para dewa atau para Dewi."ucap dèwi ratu kidul.
Hal, itu membuat Dewi petir merasa marah, karena dia sudah datang ke bumi jauh-jauh.Tapi, semua itu sia-sia karena Dewi ratu kidul tak mengasih tau dimana anaknya berada.
Ia, pun langsung pergi dari hadapan sang dèwi ratu kidul. Karena percuma juga ia bertanya kembali kepada Dewi itu, yang ujung-ujungnya tak akan mengasih tau dimana putranya tinggal.
"Dasar, dèwi petir.. Kelakuan kamu tak lebih dari seorang Iblis, apa mungkin pernikahan silang itu yang membuat hati dèwi petir menjadi jahat?" ucap dèwi ratu kidul.
"Sepertinya, memang begitu dèwi. Karena, kekuasaan dèwi petir menjadi sangat keji. Dan, dia melakukan berbagi cara untuk menyingkirkan sang dewa." ucap senopati.
"Kamu, benar Dewi itu sangat berbahaya.. Sebaiknya kamu naikan pengaman di alam bumi, karena di sini ada dewa alam semesta yang masih menjadi manusia biasa." ucap dèwi ratu kidul. Senopati, pun menganggukkan kepala, dia akan melaksanakan perintah dari kanjeng ratu kidul.
"Dewa kehidupan, kamu harus mempersiapkan segala sesuatu untuk kedepannya. Dan, sepertinya kamu harus segera membangkitkan semua tentang ingatan kamu." gumam dèwi ratu kidul. Karena, bencana akan datang menghampiri dewa dan Dewi alam semesta.
"Aku, membutuhkan bantuan prajuritmu romo...?"
__ADS_1