CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Kehebatan Dheandra


__ADS_3

"Iya, tuan, saya sedang mencari.. Mencari ke empat pendekar yang terkenal di sini," ucap Dheandra dengan sopan kepada pria yang bersama dengan dirinya.


Pria, itu mengatakan jika dheandra ingin bertemu dengan para pendekar hebat mereka ada di perbukitan tinggi yang tidak jauh dari tempat dheandra pergi. Karena, kempat pendekar itu sedang berusaha menghabisi para iblis yang meneror penduduk Brama.


Dheandra, berterimakasih kasih kepada ki Anom. Dia, adalah kepala suku tertua di kampung Brama, dan dia juga menjadi kepercayaan dari raja ki agung Santanu. Raja, terkuat dari lima kerajaan. Kerajaan yang berdiri di Palau Jawa. Dan, kerajaan yang terkuat karena memiliki empat pendekar. Bahkan kekuatannya tidak main-main.


Mendengar penjelasan dari ki Anom dheandra baru mengetahui sekarang kalau saat ini dia terlahir ke dunia kultivasi yang di mana orang-orang hebat menjadi di segani dan sebaliknya orang lemah menjadi budak.


Saat, sedang memikirkan cara, agar dapat pergi ke bukit Nuri, makanan yang dheandra pesan terlah datang. Dheandra, lalu memakan sajian di hadapannya walaupun rasanya terkesan sangat hambar tapi dia tetap saja memakannya.


Berapa, saat makanan terlah habis ia makan lalu dia memanggil pelayan, dia ingin membayar makanan yang dia makan, Setelah, pelayan di depan dheandra bertanya berapa harga makanan yang dia makan. Lalu, dia memberikan koin emas untuk di berikan ke pelayan.


Setelah, membayar dia segera melanjutkan perjalanan ke bukit nuri, agar dia bisa sampai di bukit nuri tempat para pendekar berada. Namun, saat di pertengahan jalan di di hadang oleh berapa perampok.


Para merampok yang memang memiliki kekuatan pun dengan berani menghalangi para kultivator, bahkan kekuatan milik para pendekar yang pergi ke bukit nuri sebelumnya.


"Serahkan, hartamu?" ucap kawanan perampok kepada dheandra.


Namun, bukannya takut dheandra palah tersenyum sinis ke arah perampok. Hal itu pun membuat kemarahan perampok marah padam karena mereka merasa terhina dengan ketawa sinis dheandra.


Lalu, ketua mereka menyuruh mereka untuk melawan dan membunuh dheandra agar dia bisa mengambil harta dan kekuatan milik dheandra. Karena salah satu dari mereka merasakan kekuatan yang sangat besar pada tubuh dheandra.

__ADS_1


Dheandra dan sepuluh perampok sedang berkelahi yang tidak seimbang. Namun, Dheandra tak mudah di kalahkan begitu saja. Dia, lalu mengeluarkan kekuatan angin'nya dan dia membuat sebuah angin tornado. Yang, membuat para perampok mengeluarkan kekuatan untuk menghancurkan angin tornado milik dheandra.


Duarr..!! Suara, ledakan yang terjadi antara kekuatan milik dheandra dan kekuatan milik perampok. Dan, itu juga membuat salah satu penduduk desa yang sedang berkebun, terkejut dangan suara ledekan itu, penduduk itu pun melihat apa yang terjadi. Dan, penduduk itu sangat terkejut melihat para perampok berkelahi dengan seorang pemuda yang sangat asing.


Kembali ke pertarungan mereka. Saat, ini dheandra ingin membunuh para kawanan perampok yang meresahkan penduduk desa. Dengan tenaga dalam dheandra mengeluarkan elemen petir dan api. Dia, akan menghancurkan mereka menggunakan dua elemen yang, Sudah dia pelajari sebelum dia bertarung dengan para penjahat.


Kedua elemen. yang di satukan oleh dheandra dengan telapaknya bahkan dia sedikit menambahkan elemen angin, hal itu membuat kekuatan yang berada di dalam kedua telapak tangan dheandra pun semakin besar dan semakin kuat. Lalu, dia melepaskan semua kekuatan ke arah sepuluh perampok.


Para, perampok yang mendapatkan serangan dari dheandra pun langsung terbakar hangus menjadi sebuah debu. Setelah, kematian perampok Dheandra kembali berjalan agar cepat sampai.


Salah, satu penduduk desa yang melihat kematian para perampok pun segera pergi ke kampung dan memberi tau kepada warga desa Yang lain. Pria itu berteriak agar yang lain mendekati dia.


"Ada, apa kamu mengumpulkan kita semua?" tanya para penduduk desa.


Lalu, para penduduk desa pun bertanya kepada ki Dwijo tentang berita yang dia bawa. Karena mereka sudah sangat penasaran akan yang dia bawa.


"Apa, kalian tau. Kalau, para perampok sudah tewas jadi debu oleh seorang pendekar yang baru saja melewati jalan pirang."


Sontak perkataan dari ki dwijo membuat semua orang terkejut Jika, bener maka mereka akan terbebas dari teror yang sangat meresahkan. Mereka, pun langsung ke tempat lokasi untuk membuktikan kalau ki Dwijo tidak salah.


Setelah, sampai di sana mereka benar-benar terkejut berarti yang terlah di katakan oleh ki Dwijo benar adanya. Dan, mereka pun terus berterima kasih kepada pendekar yang sudah membunuh para perampok. Para penduduk desa pun langsung membuat perayaan besar-besaran untuk merayakan kematian perampok yang meresahkan.

__ADS_1


Kematian, para perampok sudah sampai ke telinga sang raja, raja agung Santanu dan bawahannya pun pergi ke desa untuk mencari pendekar terkuat itu. Setelah, sampai di desa dia menanyakan kepada ki Dwijo tentang cerita itu.


Lalu, ki Dwijo menceritakan kalau, pendekar itu memang sudah membunuh semua'nya tanpa tersisa sedikit pun. Dia, juga menceritakan kalau dia juga memiliki tiga elemen yang berada di dalam tubuhnya.


Hal, itu. Membuat raja dan penduduk desa terkejut dengan perkataan dari ki Dwijo kalau pendekar itu memiliki tiga elemen, yang saling berlawanan.


Raja agung Santanu, menyuruh bawahannya mencari keberadaan pendekar itu. Dia, mengundang Dheandra untuk datang ke kerajaan. Karena dia ingin memberikan hadiah.


"Jadi, benar ramalan dari prabu Jimbun. Kalau akan ada satu pendekar terkuat untuk menjadi pemimpin empat pendekar." gumam, raja agung Santanu.


Lalu, raja agung Santanu pun pergi dari perkampungan untuk kembali ke istananya. Dia, juga memerintahkan para warga jika dia menemukan pendekar itu meminta pendekar datang ke istana.


Kembali, ke Dheandra. Dia, saat ini baru sampai di kaki gunung yang masih jauh dari tempat Tujuannya. Karena, hari sudah mulai gelap dia beristirahat sejenak. Di atas pohon, karena akan sangat berbahaya jika dia beristirahat di bawah.


"Mommy, Daddy, kakek dan violetta pasti merindukan aku. Pasti saat ini tubuhku sudah di kubur?" gumam dheandra, yang merindukan keluarganya. Dia, masih bingung kenapa dia terlahir kembali ke masa lalu yang dunia masih menggunakan kultivator. Bahkan, di sini tidak ada listrik untuk penerang rumah ataupun jalanan. Dia, lalu mengeluarkan elemen cahaya dari dalam tangannya. Agar di tempat sekitar terang.


"HAHA..!! Bisa-bisanya, aku seorang pria modern punya kekuatan di dalam jiwaku." ucap Dheandra tak menyangka, bahkan dia memuji dirinya sendiri walaupun pria modern tapi dia pandai menggunakan kekuatan alam.


Dia, pun turun dari dahan pohon, lalu dia berlatih dia akan mengasah otot-otot tangannya dan otot tubuhnya agar dia bisa lebih kuat lagi. Jika tubuh'nya kuat dia akan mampu mengeluarkan kekuatan besar.


Berbagai jenis macam gaya sudah di lakukan oleh dheandra, bahkan dia sudah semakin hebat. Karena, dirinya di jaman modern adalah seorang pria yang pandai ilmu olahraga, bahkan berbagai jenis silat sudah dia kuasai.

__ADS_1


Saat, sedang melatih otot-otot tangannya dia mendengar suara ranting patah.


"Siapa, disana...?"


__ADS_2