![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Di alam dewa sedang terjadi kericuhan, karena fenomena alam yang mengerikan, bahkan para dewa tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ada pelindung yang sangat kuat.
Karena tak bisa mengendalikan alam, para dewa langsung menemui dewa dan dewi tertinggi untuk melakukan sesuatu. Agar, sang pencipta tidak murka kepada para dewa, karena tidak bisa melindungi alam.
"Dewa, fenomena apa ini kenapa kakuatan kami tak bisa mengendalikan alam?" dewa angin dan dewa hujan langsung bertanya. Kepada dewa tertinggi.
"Ini adalah kemarahan dari dewa kehidupan. Dengan kemarahannya itu dia melepaskan anak panahnya, Sampai alam di sekitar menjadi tak stabil." ucap dewa tertinggi, yang sangat terkejut kalau putranya mampu melepaskan kekuatannya.
Ucapan dewa alam semesta membuat para dewa terkejut. Karena yang mereka tau, dewa kehidupan sudah tak bisa lagi menjadi dewa lagi. Dan, bukannya dewa kehidupan sedang reinkarnasi.
"Bukannya dewa tertinggi sudah mencabut ingatan dia sebagai dewa? Dan gelar'nya, saja sudah hilang?" tanya dewa bintang. Karena penasaran akan kekuatan dari dewa tertinggi.
"Walaupun putra saya, sudah di hilangkan dari alam para dewa. Tapi kalian harus ingat bahwa dia adalah seorang dewa, jadi cara apapun yang kalian lakukan buat menghilangkan nama putraku dari alam dewa, tak akan pernah mempan. Karena dia sudah tercipta sebagai dewa. Dan dia yang akan menjadi dewa tertinggi di alam dewa" dewi alam semesta berkata dengan anggun dan tegas.
Semua dewa pun terdiam, dengan pikiran mereka masing-masing. Mereka melupakan kalau dia adalah seorang dewa terkuat di alam dewa, selain dewa dan dewi alam semesta.
"Dewa apa ada cara untuk menghentikan kekacauan ini!?" tanya dewa bintang.
"Sayangnya tidak ada? Karena semua ini ada pelindung yang terlah di buat oleh dewa kehidupan. Karena pelindung itu, tidak ada yang bisa melakukan apapun, aku sebagai dewa tertinggi tak bisa menemukan titik kelemahan dari pelindung itu." ucap dewa tertinggi.
Dulu putranya pernah berkata kalau dia pernah bikin perisai pelindung yang sangat kuat. Bahkan, tidak ada satupun seorang dewa yang bisa menghancurkan perisai buatannya.
Perisai itu akan muncul di kala alam sedang murka. Itulah yang membuat dewa alam semesta tak bisa menghancurkan perisai buatan putranya,
***
Ribuan anak panah turun dari langit. Menyerang para musuh yang terlah membuat Dheandra marah.
"Ini adalah hukuman yang terlah kalian lakukan pada orang terdekat ku!" suara lantang dheandra dengan sangat dingin, bahkan dari aura suaranya membuat hawa di sekitar menjadi dingin.
Pemimpin perampok sangat ketakutan dengan apa yang terlah ia lihat, bahkan rekannya sudah berjatuhan dengan anak panah dan petir yang turun dari langit.
"Saya terlah bermain-main dengan seorang monster yang mengerikan." batinnya, saat ia akan melarikan diri dari monster dan anak panah yang berjatuhan, ia sudah lebih dulu terkena anak panah yang di lepaskan oleh Dheandra.
Setelah semuanya selesai Dheandra pun terjatuh tak sadarkan diri. Karena, semua itu terlah di hentikan oleh seorang Dewi yang keluar dari laut. Karena, dia mendapati kalau air laut sedang murka.
"Kau, sangat ceroboh dewa alam semesta. Jika, sedikit saja aku telat maka kau akan mendapatkan hukuman jauh dari sebelumnya dari sang jagat." ucap dèwi air.
__ADS_1
**
"Kenapa cuaca menjadi seperti ini??" ucap Violetta yang sedang memangku kepala ibunya. Ia terus saja menangis. Karena, melihat keadaan ibunya. "Sebenernya apa yang terjadi?" sambungnya lagi.
Nyonya Ventura juga sepemikiran dengan Violetta, ia juga sangat penasaran kenapa tiba-tiba, cuaca menjadi sangat buruk bahkan ia tak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi dengan pertarungan antara anaknya dengan para perampok.
Namun berapa menit kemudian, cuaca kembali terang lagi, tepat jatuhnya Dheandra.
Nyonya Ventura yang melihat putranya tergeletak tak bergerak, langsung berlari menunju putranya. "Dheandra!" teriak Nyonya Ventura.
Nyonya Ventura pun langsung terduduk sambil memegang kepala anaknya. Ia sangat takut jika harus kehilangan putranya, "Sayang bangun, mommy mohon jangan tinggalkan mommy." ucapnya dengan Isak tangisnya.
"Tante apa yang terjadi dengan barra?" tanya para sahabatnya Dheandra kepada Tante ventura. Mereka sudah berada di depan bara.
"Tante juga tidak tau?" ucap tante ven.
Orang suruhan Albert datang membawa helikopter, lalu mengangkat Dheandra membawanya ke helikopter.
Tak Dheandra saja, Vania juga di naikan ke dalam helikopter, yang sudah tak bernafas lagi.
Satu persatu anggota meninggalkan tempat itu, yang banyak memakan korban.
***
Tapi ia tak menyerah begitu saja, walau bagaimanapun ia harus bisa menyingkirkan sang dewa itu. Agar posisinya untuk menduduki kursi singgasana dewa semesta, tak ada yang menghalangi lagi.
"Kev, sekarang apa lagi rencana yang akan kamu buat?" tanyanya.
Kevlar ivander, seorang pemimpin perusahaan yang berada di Eropa. Ia adalah seorang berhati dingin pada musuhnya, namun ia belum tau tentang Dheandra. Musuh bebuyutannya.
"Yang pasti aku akan menyingkirkan hubungan mereka." ucapnya penuh amarah.
Dia pun menyuruh asisten pribadinya untuk pergi dari hadapannya, karena ia tak ingin di ganggu saat ini.
"Dewa akan aku pastikan namamu akan hilang dari daftar para dewa? Dan setelah kepergian dirimu akulah yang akan menjadi dewa tertinggi atau dewa semesta." guman'nya, sambil mengingat setiap reinkarnasinya.
***
__ADS_1
Rumah sakit internasional yang sangat mewah di kawasan London, seorang pria baru saja di masukan ke ruang VVIP, setelah ngelewati pemeriksaan.
"Tante gimana kondisi andra?" tanya violet.
Ventura pun menatap orang yang bertanya kepada dirinya, ia hanya tersenyum simpul. "Dia tidak apa-apa, sebaiknya kamu saat ini mementingkan kondisi mama kamu yang berada di ruang UGD." kata Ventura.
Bukannya menjawab Violetta menangis tersedu-sedu, ia tak kuat jika harus kehilangan seseorang yang berharga di hidupnya. Lalu ia berkata lirih, setelah ia kuat mengatakan'nya. "Mamah sudah meninggal Tante," ucap violet.
Ventura terkejut dengan apa yang terlah di katakan oleh violet, ia tak percaya kalau sahabatnya itu pergi meninggalkan dirinya begitu cepat.
"Kamu pasti bohong kan?" ven, membantah perkataan violet.
Violetta menggelengkan kepalanya, bahwa semua yang dl katakan adalah bener adanya.
Tubuh Ventura tiba-tiba lemas seketika, ia pun terjatuh terduduk, ia masih belum percaya kalau sahabatnya akan pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Ia sangat berharap kalau sahabatnya akan bisa di sembuhkan namun kenyataannya tidak, "Vania, kenapa kamu meninggalkan diriku? Apa karena kamu marah sama aku gara-gara awalnya aku menolak perjodohan?" barin ven.
Ventura langsung berlari menemui sahabatnya, sebelum di makamkan. Saat sudah sampai di ruangannya ia melihat wajah yang pucat, tubuh terbujur kaku yang sudah tak bernyawa lagi.
Cklek' Suara gagang pintu di buka, lalu ia mendekati sahabatnya.
"Vaniaaaaa! Kenapa kamu meninggalkan sahabat kecil kamu? Apa segitu bencinya kamu sama aku, sampai-sampai kamu pergi. Apa kamu tidak kasian sama suami kamu, sama anak kamu, sama diriku juga? Dan apa kamu tidak ingin melihat anak kita menikah dan memiliki seorang cucu?" racau ven.
"Maaf, kami akan segera membawa Nyonya Vania untuk ritual selanjutnya." ucap seorang suster kepada nyonya Ventura.
***
Acara pemakaman yang di adakan di tanah Landen sudah berlangsung, dengan lancar, bahkan banyak para pebisnis yang hadir di acara pemakaman Nyonya vania, mereka memberikan bela sungkawa kepada tuan Januar pebisnis nomer 2 di dunia.
Namun tuan Januar hanya diam saja seakan-akan jiwanya pergi dari tubuhnya.
Setelah pemakaman selesai para pelayat mulai pergi satu persatu.
Tuan Januar lalu berdiri dari pemakaman sang istri tercintanya. Dengan tatapan tajam dan dingin ia berkata kepada anaknya. "Violetta ayok kita pulang?" ucap dingin, datar tuan Januar.
Namun baru berapa langkah ada suara bariton yang menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Om Januar."