![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Setelah pemakaman selesai para pelayat mulai pergi satu persatu.
Tuan Januar lalu berdiri dari pemakaman sang istri tercintanya. Dengan tatapan tajam dan dingin ia berkata kepada anaknya. "Violetta ayok kita pulang?"
Namun baru berapa langkah ada suara bariton memanggil dirinya ia yang sedang berjalan pun menghentikan langkahnya.
"Om Januar." zyhair Barra Rafeyfa Dheandra Robertson. Adalah, pria yang memanggil tuan Januar.
Tiba-tiba kemarahan Januar memuncak saat melihat wajah orang yang melenyapkan istrinya. "Buat apa kamu kesini hah?! Gara-gara dirimu istriku harus meninggalkan diriku untuk selama-lamanya." bentak tuan Januar. Menyalahkan dheandra atas kematian istri tercintanya.
"Apa maksud om? Aku gak ada niatan sama sekali untuk melenyapkan tante Vania." dheandra membantah keras, atas tuduhan yang di lontarkan Januar terhadap dirinya.
"Jika kamu tak mengarahkan pistol perampok, itu ke arah istri saya mungkin saat ini istri saya masih hidup" bentaknya.
"Mas, kenapa jadi kamu menyalahkan anak saya?" nyonya Ventura yang tak terima anaknya di salahkan, oleh Januar membuat ia murka.
Januar menatap wanita di depannya, ia berdecak sebel, karena keluarga mereka, keluarga dirinya hancur. "Kau dan anak kau sama saja seorang BENALU."Januar berkata dengan dingin sambil menekan kata benalu.
BUGHH!! tiga kali pukulan dari Dheandra dan Albert, kepada Januar, mereka tak terima jika wanita yang paling berharga di hidupnya harus di hina. Seperti itu di depannya.
Januar, hanya meringis kesakitan. Akibat pukulan mereka yang mengenai perut dan juga wajahnya.
"Jangan pernah sekali kau hina mommy'ku?" ucap datar Dheandra.
"Kenapa memang benarkan? Dia adalah seorang benalu di Keluarga'nya. Bahkan dia harus hadir di keluarga ku," bentak januar.
"Ventura Octavia Robertson, atau Ventura Octavia Agnibrata Asmawati. Orang yang terlah membuat kehancuran dalam keluarga." ucap Januar dengan tegas.
Deg, Ventura tak menyangka kalau Januar akan berkata seperti itu. Kepada dirinya, semua itu juga juga bukan kemauan dirinya, itu sudah jalan yang tuhan berikan. Kepada keluarganya,
Januar yang sudar terbawa amarah, emosi, dan kehancuran di hatinya, membuat ia menutup mata. Bahkan, ia tak mengenali lagi orang di depannya. Dia, selalu menghina venture.
"Mulai sekarang perjodohan yang di buat kalian. Aku batalkan, karena aku tak Sudi jika putriku harus bersanding dengan pria cacat mental, cacat hati, cacat pikiran. Bahkan dia tega membunuh wanita yang sangat berarti bagi hidupku," ucapnya sambil menyeret anaknya pergi. Ia tak akan pernah membiarkan anaknya berdekatan dengan keluarga mereka lagi,
Hati Dheandra dan hati Violetta yang terhubung pun merasakan kesedihan, mereka dengan bersamaan merasakan nyeri di bagian dadanya. "Kenapa rasanya sakit harus berpisah dengan wanita yang baru hadir dalam hatiku, kenapa cinta kita harus berpisah dengan seperti ini." batin Dheandra merasakan sakit atas perpisahan mereka.
"Ini sudah takdir dewa, kita tak akan pernah bisa bersatu, sampai ke tujuh kehidupan kita berakhir. Tapi aku akan ada di sampingmu, sampai tujuh kehidupan kita selesai. Dan aku turut bahagia karena kamu sudah berhasil membuka hawa dewa mu." batin Violetta sambil berjalan meninggalkan mereka.
__ADS_1
Dheandra, merasa sedih di dalam hatinya. Karena, kehilangan wanita yang baru bertemu.
"Mas, kenapa kamu jadi seperti ini? Dulu kamu sering baik sama aku bahkan saat aku sedang kelaparan kamu selalu menjadi penolong ku? Tapi sekarang kamu membenci diriku hanya ke salah pahaman." batin ventura yang merasakan kesedihan lantaran Januar memutuskan persahabatan mereka, sekaligus membatalkan perjodohan antara Putranya dengan putri mereka.
Dheandra mendekati mommy'nya yang sedang bersedih lantaran Perkataan dari Januar. "Mom udahlah lupakan pria itu? Mommy tak perlu memikirkan dia lagi," ucap Dheandra kepada mommy'nya.
"Kamu tidak tau dhean, jika januar sangat penting buat mommy. Dia adalah orang yang sangat penyayang. Namun, semua itu berubah." ia Hanya bisa membatin karena ia tak bisa mengatakan langsung kepada putranya.
Albert pun mengajak anak dan istrinya, pergi karena sebentar lagi jatt nya akan segera berangkat menuju ke Indonesia. Albert tidak ingin istrinya berlama-lama bersedih karena perilaku Januar kepada mereka.
Dheandra masih mencerna perkataan om Januar, "Kenapa om Januar bisa mengetahui nama asli mommy? Setahunya yang mengetahui'nya adalah Keluarga'nya. Dan keluarga daddy?" dhean bertanya-tanya dalam hatinya.
Mereka, akhirnya pergi dari pemakaman umum yang berada di tanah London. Ia pergi menuju ke bandara yang terletak di mansion milik keluarga Robert.
***
"Pah kenapa papa berkata seperti itu kepada Tante ven?" tanya violet, yang tidak habis pikir. Kalau papanya berkata yang menyakitkan kepada Tante ventura.
"Plis Vio saat ini papa tak ingin membahas tentang itu." ucap Januar Dengan dingin sampai membuat Violetta terdiam.
Karena, januar membawanya dengan kecepatan tinggi, membuat mereka sampai di halaman mansion Keluarga'nya.
Ia lalu keluar dari mobilnya, lalu ia berjalan memasuki mansion. Dengan, kasar ia membuka pintu mansion. Namun, ia mendapati wanita dan anak yang di jual di pasaran.
"Violetta temui papah di ruang kerja.!" ucap Januar. Dengan, datar lalu ia pergi menghilang dari hadapan mereka.
Violette, hanya mengangguk kepala. Menujui perintah dari papanya, karena. Takut, papanya menunggu ia langsung bergegas menunju ruang kerja papanya. Dengan, pelan violet mengetuk pintu ruangan papanya.
Setelah mendengar jawaban dari dalam. Violetta pun masuk, tak lupa ia mengunci pintunya lagi. Agar para dedemit tak mendengar apa yang mereka bicarakan. Nantinya,
"Ada apa pa?" ucap violet.
"Papa ingin, mulai sekarang kamu yang mengurus perusahaan. Karena, papa tidak ingin lagi terjun ke dunia bisnis, papa ingin saat ini hidup dengan kedamaian." ucap tegas Januar.
"Tapi pa?" violetta ragu menerima tawaran dari papanya, jujur dirinya masih belum siap untuk terjun ke dunia bisnis.
Januar menghela nafas, ini yang membuat ia tambah kesal jika anaknya setiap suruh mengurus perusahaannya tidak akan mau. Tapi ia tak menyerah begitu saja. "Sayang ini adalah harta peninggalan mama, papa dan semua ini sudah menjadi milik kamu. Jadi, kamu harus mengurus perusahaan serta aset lainnya. Karena kamu adalah satu-satunya pewaris yang keluarga kami miliki." ucap januar memelas.
__ADS_1
"Bukannya, papa masih memiliki anak dari wanita lain? Kenapa harus aku. Toh papa bisa menikah lagi dengan wanita itu." ucap violet.
Tuan Januar menghela nafas panjangnya, jujur ia tak akan pernah melakukan itu, karena cintanya kepada vania cukup besar jadi ia tak akan pernah menikah lagi. Dan lagian anaknya sudah besar, jadi ia hanya ingin menghabiskan waktunya dengan anaknya.
"Papa tak ingin ada penolakan violet!! Kamu harus mau mengurus aset keluarga kami, papa sudah tak ingin lagi terlibat dalam dunia bisnis lagi. Jadi papa serahkan sama kamu. dan anak itu tidak berhak atas harta yang kami miliki, karena sesungguhnya kamulah yang berhak." ucap Januar kepada putrinya.
"Baiklah lah pah" Violetta pasrah, menerima tawaran untuk, bergulat dengan dunia bisnis. Toh tidak ada salahnya ia berbisnis. Lagian, ia tidak ingin kekayaannya jatuh ke tangan mereka, apa lagi perusahaan itu masih ada perusahaan mamanya.
***
Sebuah jatt pribadi baru saja mendarat di Indonesia. Mereka, yang berada di dalam jatt pun keluar. Dari dalam jett,
Namun, aura seseorang pria itu sangat mendominasi, sampai anak buahnya ketar-ketir ketakutan, melihat sang tuan yang tiba-tiba berubah. Drastis, membuat mereka menunduk takut.
Bahkan mereka tak berani menyapa kepada tuannya yang sangat dingin bahkan mungkin sangat kejam.
Keluarga Robertson, berjalan memasuki mobil dengan wibawa. Bahkan, mereka tak menghiraukan tatapan dan bisikan mereka.
Keluarga Robertson yang sangat di segani di dunia.. Karena parasnya yang sangat kejam, dan berpengaruh terhadap dunia. Namun, mereka akan diam dan baik jika tidak ada yang mengusik ketenangannya. Tapi, sebaliknya dia akan sangat kejam pada orang yang berani melawan dan mengganggu ketenangan mereka.
Mobil-mobil termewah milik keluarga Robert berjalan membelai jalanan ibukota Indonesia, yang sangat padat. dan, banyak polusi.
Dheandra yang sejak tadi termenung memikirkan apa yang terjadi, kepada perampok itu, bahkan ia tak mengetahuinya. Siapa, yang terlah menyingkirkan mereka. "Siapa orang yang menyelamatkan diriku? Dan siapa orang yang menyingkirkan para perampok itu?" hati Dheandra bertanya-tanya. tentang hal itu.
Saat ia bertanya-tanya dalam pikirannya, ada sebuah cahaya dalam pikirannya. Entah masuk dari mana itu cahaya, tapi Dheandra tak menyadari akan hal itu.
"Siapa anda? Kenapa anda ada di dalam kepalaku?" tanya Dheandra.
"Kamu tak perlu tau siapa diriku, karena belum saatnya kamu mengetahui'nya." ucap bola cahaya itu.
AKKHHH!! Saat ia akan berbicara tiba-tiba kepalanya merasakan sakit, ada sebuah ingatan baru masuk kedalam kepalanya.
"Kamu adalah cinta ku,"
"Cinta kita adalah cinta murni,"
"Dan kita adalah satu..!!"
__ADS_1