CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Kebangkitan Dewa Alam Semesta Dan Fenomena Alam


__ADS_3

Pagi, terlah tiba. Dan, ini adalah saatnya pemakaman dari tuan Januar. Bahkan, sudah banyak kerabat, teman dekat dan rekan bisnisnya yang ingin mengikuti pemakaman Januar Angga Maheswara. Dia, di makamkan di dekat pemakaman sang ibunda. Karena, istri dari tuan Januar di makamkan di dataran London.


Jadi, tidak memungkinkan janur di makamkan di sana. Karena hal itu akan memakan' waktu yang sangat lama. Jadi mereka mau tidak mau memakamkan janur di dekat pusaran ibu kandungnya.


Saat, ini semua sudah pulang ke tempat mereka masing-masing, karena jenazah Januar sudah di makamkan, di situ terdapat keluarga Robert, keluarga tiri Violetta dan Violetta. Yang, sekarang tengah menangis karena kepergian sang ayah.


"Ayah, kenapa kamu meninggalkan aku? Aku, sudah di tinggal oleh bunda, dan sekarang aku harus di tinggal sama ayah." ucap Violetta sambil menangis dan memeluk papan nama ayah'nya.


Merry Rosseanne. Memulai dramanya, dengan berpura-pura baik di depan keluarga robert. Karena, dia tidak ingin kehilangan reputasinya sebagai ibu tiri yang baik.


"Sayang, sudah sebaiknya kamu ikhlaskan saja ayah kamu ini semua sudah takdir dari yang maha kuasa." ucap Merry. Dengan air mata buayanya.


"Benar, kak. Kakak, harus ikhlasin kepergian ayah, karena ayah sudah tenang di sana." ucap kaisya. Yang, mengikuti akting dari ibunya itu.


Bresss...!! Tiba-tiba, saja hujan mengguyur tempat itu. Hal itu pun membuat mereka langsung berlari meninggalkan tempat pemakaman umum. Hal, itu membuat dheandra menggelengkan kepala, dia berpikir kalau kedua wanita itu akan sangat berbahaya tinggal di kediaman sahabat'nya.


Lalu, dheandra mengajak Violetta untuk segera pulang ke kediamannya bersama dengan keluarganya. Karena, dia tidak ingin membiarkan Violetta tinggal bersama dengan keluarga tirinya.


***


"Dewa, apa ini bagian dari hukum'an itu? Dengan, menghilangkan mereka?" tanya, sang Dewi yang sangat penasaran melihat orang tuanya Violetta meninggal.


"Benar, Dewi. Karena ini hukuman tentang ketabahan dan kesabaran, jika mereka mampu melewati semua ini maka mereka lolos ke tahap selanjutnya." ucap sang dewa.


"Lalu, rintangan apa yang akan datang kepada mereka dewa. Dan, apa bisa ke-duanya mampu melewatinya?"

__ADS_1


"Saya, tidak tau dèwi, karena ini semua sudah di atur oleh sang pencipta alam semesta ini." ucap dewa tertinggi penuh keagungan.


Mereka, pun kembali melihat kehidupan kedua dewa dewi alam semesta yang, sedang merasakan kesedihan karena kehilangan seorang yang sangat berharga. Namun, saat dia sedang melihat hal itu, terjadi fenomena yang sangat mengerikan. Yang menampilkan langit berubah menjadi lima warna, bahkan warna itu sangat terang di langit para dewa.


Para, dewa yang melihat semua fenomena itu pun berjalan ke kediaman dewa tertinggi, mereka ingin menanyakan sesuatu kepada dewa tertinggi tentang fenomena alam, bahkan langit sampai mengeluarkan hujan air yang suhu derajatnya seperti hujan salju.


Sama, halnya di alam para dewa saat ini di alam bawah laut juga sedang merasakan fenomena yang sangat aneh. Bahkan, fenomena itu jarang terjadi di pantai selatan.


"Fenomena apa ini? Kenapa aku baru melihatnya?" gumam sang dewi ratu kidul, yang melihat keanehan di dalam airnya.


Air, laut yang tiba-tiba berubah warna menjadi warna jingga. Dan, mahluk hidup yang berada di laut sangat merasakan kejadian airnya.


"Sebaiknya, kita segera naik ke atas permukaan dèwi, karena saya curiga kalau ini ada sesuatu yang terjadi di dataran." ucap senopati.


"Awan, lima warna? Pertanda, apa sebenarnya ini kenapa ini terjadi. Bahkan, hujan ini sangat dingin melebihi kutub Utara." ucap dèwi ratu kidul. Yang, merasakan keanehan yang terjadi di bumi ini. Karena, tidak mengetahui akan keanehan, Dewi ratu kidul memanggil dewa pelindung bumi.


"Pasti, dèwi ingin mengetahui keanehan ini kan?" tebak sang dewa pelindung. Dia, sudah menebak kalau Dewi ratu kidul menanyakan tentang hal ini.


Dewi ratu kidul pun, mengiyakan tentang pertanyaan dari dewa pelindung dari planet bumi, yang bertugas menjaga makhluk hidup, dari bangsa iblis yang ingin menghancurkan ras manusia. Walaupun mereka hidup berdampingan tapi mereka tak berani karena adanya dewa pelindung.


Dewa pelindung, pun menjelaskan kalau ini adalah akhir dari sebuah kehidupan dari dewa dan Dewi alam semesta. Bahkan karena gejolak dewa yang berada di dalam tubuh dheandra sudah mulai bangkit. Bahkan benih yang ada di dalam jiwa dheandra juga sudah tumbuh. Maka, dari itu alam semesta sedang menunjukkan fenomena alam ini yang sangat langka, karena mereka ingin menyambut sang dewa dan Dewi alam semesta.


Mendengar, penjelasan dari dewa pelindung. Membuat dèwi ratu kidul sangat terkejut. Karena, semua ini di luar kendali mereka, bahkan Meraka tidak akan mengira kalau kebangkitan dewa alam semesta akan begitu cepat dari perkiraannya.


"Lalu, kita harus apa dewa pelindung?" tanya dèwi ratu kidul.

__ADS_1


"Saat, ini kita harus melindungi dewa alam semesta. Karena semua ini pasti akan ada kekacauan yang terjadi karena ulah dari para iblis."


"Apa, kita harus mengembalikan ingatan dewa alam semesta? Agar, dia bisa menjaga diri dia dengan baik dan bisa mengalahkan para iblis." tanya dèwi ratu kidul.


"TIDAKKK..!! Karena, jika kita memaksakan kehendak dari sang pencipta untuk mengembalikan semua ingatan dewa alam semesta, maka kehancuran bumi akan segera terjadi. Dan, satu-satunya cara adalah dia harus berusaha mencari baru kristal milik dia. Mulai dari reinkarnasi pertama sampai ke reinkarnasi ke enam. Dan, hal itu akan membuat benih milik dewa kehidupan tumbuh kembang." ucap dewa pelindung.


Setelah, mengatakan hal itu. Dewa kehidupan pamit, karena dia tak boleh meninggalkan kediaman selama satu jam. Karena itu bisa membuat para iblis bertindak semau dia.


Setelah, kepergian dari dewa pelindung. Dewi ratu kidul pun memerintahkan Senopati untuk kembali ke kediaman mereka.


***


Saat, ini seorang wanita sedang melamun di kamarnya, karena dia merasa kehilangan akan sosok seorang ayah. Walaupun, ayah'nya melakukan kesalahan. Tapi, dia sangat menyayanginya,


"Ayah, kenapa kamu pergi ayah. Kemarin bunda sudah meninggal aku, dan ayah menyusul bunda. Ayah, kau sangat jahat meninggalkan aku sendirian." ucap Violetta, Yang, tanpa di sadari kalau ada seorang yang mendengar semua yang terlah di katakan oleh violetta.


Wanita, paruh baya itu pun berjalan mendekati wanita yang sedang merasakan duka yang sangat mendalam di hati dia. Jujur dia Sangat sedih melihat sosok gadis yang dulu tersenyum sekarang wajah'nya tak memiliki senyuman.


"Violetta?" panggil wanita paruh baya kepada Violetta,


Violetta, yang sedang termenung pun buyar, lalu dia menatap sang wanita yang memanggilnya. Namun, pupil matanya melihat ke arah fenomena alam yang sedang terjadi. Dengan sangat terkejut dia bangkit dari duduknya.


Hal, itu membuat venture, terkejut saat melihat ekspresi wajah ketakutan Violetta, dia lalu mendekati Violetta,l laku menanyakan apa yang terjadi.


"Gawat..?"

__ADS_1


__ADS_2