![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Saat, dheandra sedang berbicara dengan pelayan penginapan. Dia, mendengar suara teriakan minta tolong. Karena, takut terjadi sesuatu dia pergi keluar untuk menyelamatkan orang yang minta tolong. Bahkan, pelayan hotel tidak bisa mencegah kepergian dheandra. Dia, langsung pergi bersembunyi. Karena, takut nyawanya bakalan terancam.
Dheandra, melihat seorang gadis membawa air dari sumur yang tidak jauh dari desa. Dia, melihat seorang mahluk hitam yang kekuatannya jauh lebih besar dari dirinya. Dheandra, lalu membantu wanita itu untuk berdiri dan meminta dia agar segera pergi,
"Nona, sebaiknya anda segera pergi. Biarkan, ini menjadi urusan saya." ucap, Dheandra dengan sopan kepada wanita yang sedikit lebih tua dari dirinya.
"Terima kasih, kisanak." ucap wanita itu langsung pergi dari hadapan dheandra.
"Hai, monster jelek. Lawan kamu bukan lah manusia biasa, melainkan aku lawan yang seimbang buat kamu lawan.!" teriak dheandra dengan lantang. Yang, membuat mahluk hitam itu marah kepada dheandra atas perkataannya.
"Beraninya, kamu bocah tengik. Akan, aku hancurkan kamu sampai menjadi debu." ucap monster hitam, kepada dheandra. Monster hitam itu lalu mengeluarkan sebuah kekuatan besar dan dia arahkan kepada dheandra.
Dheandra, memainkan seruling, setelah melodi keluar dari seruling terciptalah sebuah perisai yang sangat kuat. Dan, mampu merendam semua kekuatan besar itu.
Melihat hal itu monster hitam marah besar, dia lalu menyatukan kedua telapak tangannya. Dan dari kedua telapak tangan mengeluarkan cahaya hitam gelap.
"Celaka, ini bukan sembarang kekuatan. Jika, sampai terkena kekuatan itu maka, semua'nya bisa tamat. Bahkan, bisa jadi aku bakalan kehilangan kekuatan." gumam, dheandra memikirkan cara untuk menghancurkan kekuatan gelap itu. Saat, dheandra sedang berpikir sebuah crystal blue bercahaya mengeluarkan cahaya warna biru.
"Sepertinya, crystal blue, bukan sembarang crystal? Sebaiknya, aku gunakan crystal ini." gumam dheandra lalu dia membaca mantra menyatukan crystal blue dengan tubuh'nya. Setelah berhasil di baca. Crystal blue, tiba-tiba menghilang dengan cahaya yang ikut menghilang. Namun, anehnya tubuh dheandra mengeluarkan cahaya warna biru dan pupil matanya juga mengalami perubahan drastis.
"Terimalah, kekuatan'ku ini bocah tengik." teriak moster hitam. Yang, sangat marah akan apa yang Dheandra lakukan.
"Baiklah, aku akan terima semua kekuatan yang kamu keluarkan. Karena, aku dulu yang akan menghancurkan kamu!" Dheandra membaca mantra lalu kedua tangannya menari-nari membentuk bola. Dan, kekuatan warna biru gelap mulai berkumpul di telapak tangan Dheandra.
__ADS_1
Bushhh...!! Kedua kekuatan di lepaskan oleh keduanya hal yang membuat kedua kekuatan saling bertabrakan. Mereka, sedang menanti siapa yang akan menang.
...----------------...
Rancasan, yang sedang semedi langsung membuka matanya, saat merasakan dheandra sedang dalam bahaya. Rancasan langsung keluar melalui jendela kamarnya. Dengan, terbang rancasan mendarat di samping dheandra.
Rancasan, mengeluarkan kekuatannya yang memiliki warna biru langit. Namun, tidak sama dengan warna biru milik dheandra. Setelah itu, Rancasan mengarahkan, kekuatan yang di keluarkan. Ke arah makhluk hitam.
BOM...!! Tak, lama kekuatan yang saling bertabrakan hancur menjadi asap. Dan, karena ledakan itu membuat dheandra dan rancasan terpental mundur ke belakang.
"Hahah..!! Kalian, tidak akan pernah mampu melawanku bocah tengik. Dan, sekarang lah akhir kisah kalian.." ucap mahluk hitam.
"Kamu, tidak apa-apa ranca?" tanya dheandra kepada rancasan yang mengeluarkan seteguk darah. Dheandra meminta kepada Ranca untuk beristirahat di hotel saja. Karena, dia tau kalau rancasan baru pulih.
Namun, tekat, rancasan tidak pupuh. Dia, akan melakukan apa saja asalkan mahluk kegelapan itu mati. Walaupun dia harus mati di pertarungan ini. Karena, jiwa dia sudah bersumpah untuk menghancurkan kejahatan.
Keduanya, pun mengeluarkan kekuatan dan mengarahkan ke arah mahluk hidup itu membuat mahluk itu terpental karena kedua kekuatan yang sangat dahsyat menerjang dia secara berlawanan.
"Haha..!! Dasar, mahluk keles buruk rupa. Beraninya melawan kami." cibir dheandra. Kepada, mahluk kegelapan.
Dia, merasa terhina dengan perkataan dheandra. Tanpa di sadari tubuh'nya mengeluarkan asap hitam. Kekuatan dia, mengalami peningkatan yang drastis. Dan, dengan kekuatan itu, mahluk kegelapan memukul tanah yang membuat tanah sekitar bergetar.
"Sudah, cukup main-mainnya anak ingusan. Sekarang waktunya kalian menghadap sang khalik." ucap mahluk kegelapan penuh amarah, dia mengumpulkan kekuatan yang sangat besar dia dia arahkan kepada dheandra dan rancasan.
__ADS_1
Karena, kekuatan itu, membuat keduanya terpental cukup jauh. Dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Dheandra juga tidak kalah marah'nya saat dia harus mengeluarkan darah. Dengan mata yang tajamnya dia terbang ke arah mahluk kegelapan, lalu memukul wajah'nya. Tentunya di bantu dengan kekuatan crystal blue. Yang, membuat kekuatan fisik Dheandra semakin meningkat.
Tapi, kegelapan itu tak menyerah dia memukul tanah yang membuat tanah-tanah itu menyerang dheandra. Dheandra, pun kembali mundur kebelakang.
"Lawan dari kegelapan adalah cahaya. Jika, aku menyatukan cahaya dengan api, maka akan tercipta seperti bola matahari. Dan, hal itu akan membakar mahluk kegelapan menjadi abu." gumam dheandra. Lalu, dheandra menyatukan kedua elemen dengan menggunakan kekuatan crystal hal yang membuat kekuatan yang di miliki oleh bola cahaya akan semakin bersinar.
"Sebaiknya, kau menyerah saja anak kecil. Karena, kekuatan yang kamu miliki tak sebanding kekuatan yang ku miliki. Tingkat kita, saja berbeda jauh." ucap mahluk kegelapan. Dia, kembali mengeluarkan kekuatan kegelapan.
"Bola.. Cahaya matahari biru..!!" teriak dheandra lalu dia arahkan tangannya ke atas langit. Yang, membuat langit terang berwarna biru. Namun, sangat panas.
"Tidak, ini tidak mungkin... Akkkhhh.!!" teriak mahluk kegelapan merasakan kepanasan saat cahaya matahari biru mengenai tumbuhnya. Bahkan, kulit-kulit dia terbakar karena sinar biru itu.
Dheandra, berjalan ke arah sahabatnya rancasan dia membantu untuk berdiri. Karena, tubuh rancasan sudah semakin melemah karena efek dari serangan yang di keluarkan oleh mahluk kegelapan itu.
"Dimana, mahluk itu?" tanya rancasan.
"Dia, sudah mati menjadi abu. Dan, Sebaiknya kita masukan kedalam botol abu itu karena. Jika dia bersatu dengan kekuatan maka dia akan kembali bangkit." ucap dheandra. rancasan menanggung setuju. Keduanya pun berjalan ke arah abu hitam itu.
Dheandra menyodorkan telapak tangannya dan dia memfokuskan pikirannya. Sebuah botol berada di tangannya. Setelah itu, dia berjongkok memasukan abu hitam kedalam botol.
Setelah, sudah selesai Dheandra memapah tubuh rancasan masuk kedalam hotel. Dan, dia membantu mengobati luka-luka yang di dapat oleh rancasan. Walaupun dia juga mengalami luka dalam tapi, dia tidak merasakan sakit sedikit pun.
"Ranca, sebaiknya kamu istirahat saja. Dan, kita akan memulai perjalanan setelah kamu sembuh." ucap Dheandra. Yang, sedang duduk meminum anggur.
__ADS_1
"Tapi..?" ucap rancasan yang langsung di potong oleh dheandra. "Ranca, saat ini kondisi kamu, sedang tidak baik-baik saja. Aku menghawatirkan kalau saat dalam perjalanan kita di serang oleh kawasan kegelapan." ucap Dheandra. Rancasan pun hanya menganggukkan kepala saja. Dia tak bisa membantah karena saat ini dirinya sedang terluka.
"Tuannn...!!"