CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Perasaan Violetta


__ADS_3

Cahaya pagi menyinari bumi yang masih sepi karena penghuni bumi, masih berkutat dengan kasur dan guling.


Sementara itu seorang pria yang sedang tertidur terganggu dengan adanya cahaya matahari yang masuk di sela-sela jendelanya. Karena ia baru saja tertidur, ia pun menutup tubuhnya dengan selimut agar cahaya matahari itu tak mengganggunya.


Baru saja memejamkan matanya lagi, sudah ada teriakan yang sangat menggangu telinganya. Bahkan suaranya lebih lebih buruk dari toa masjid.


"Woy jika ingin marah-marah jangan pake toa masjid, sangat menggangu kesehatan telinga saya." teriak seorang yang tak lain adalah Dheandra.


Lalu ia melanjutkan tidurnya. Ia ingin kembali ke alam mimpi,


Seorang wanita dengan tampang garangnya karena ucapan sang anak tadi membuat ia kesel, dengan membawa panci dan sendok sayur, untuk membangunkan anak kurang laknatnya,


Tanpa aba-aba ia langsung memukul paci yang ada di tangan kirinya, menggunakan sendok sayur yang ada di tangan kanannya.


Dengan tanpa perasaan sang mommy memukul paci itu tepat di telinga anaknya.


"BRENGSEK SIAPA SIH YANG BIKIN KEKACAUAN?!" teriak Dheandra langsung terbangun dari tidurnya, lalu ia menengok ke kanan dan ke kiri. "Mommy?" suaranya yang tadi keras dan serak-serak basah khas bangun tidur, langsung menciut mendapati sang mommy ada di kamarnya.


"APA?! BERANI SAMA MOMMY. MOMMY BISA SAJA MEMASUKKAN KAMU LAGI KEDALAM PERUT? TAPI MOMMY MASIH BUTUH KAMU UNTUK MEMBUATKAN MOMMY CUCU?!" ucap mommy ventura kepada sang anak.


Dheandra dengan susah payah menelan air liurnya, karena mendengar kata-kata pedas sang mommy. Lalu ia menatap daddy'nya untuk meminta bantuan.


"Dad?"Ucapnya dengan nada kasihan dan lembut.


"No son, Daddy tak berani melawan mommy kamu? Salah sendiri berkata seperti itu kepada mommy." ucap sang daddy.


"Baiklah jika kalian seperti ini. Dhea ngambek sama kalian, dan Dhea tak akan memberikan kalian cucu," ujar Dhea sambil berlalu pergi dari hadapan orang tuanya, ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Liat saja jika kamu tak mau memberikan mommy cucu, akan mommy pastikan kamu akan menjadi gembel," teriak sang mommy ventura kepada anaknya.


Dhean yang mendengar semua itu tak bisa berkata apa-apa lagi, karena ia tak berani melawan kehendak ibu negara. Apa, lagi jika ibu negara sedang marah. Bisa-bisa ia di kutuk menjadi batu, atau menjadi kecebong lagi. Ia hanya mampu berkata maaf kepada sang pencipta, karena kesalahan yang baru saja ia lakukan.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya ia beralih ke Walk in close. Ia lalu melepaskan kimono'nya yang menempel di tubuh Dheandra.

__ADS_1


Terpampang lah tubuh seperti dewa Yunani, dengan perut kotak-kotak, otot yang kekar, jangkung yang kokoh, dan bidang dadanya yang besar, membuat tubuh Dheandra terlihat sempurna.


Ia lalu memakai pakaian dalam, dan ia berpakaian kemeja lalu celana kerjaan'nya, dan yang terakhir ia memakai dasinya.Tak, lupa ia menggunakan jas hitam.


Tak lupa juga, ia menggunakan aksesoris seperti jam tangan, dan liontin yang sangat aneh. Pemberian sang nenek,


Setelah semuanya selesai ia pun berjalan keluar dari kamar, dengan kaki jenjangnya ia menuruni anak tangga dan menunju meja makan, yang sudah berisi orang tuanya. Namun, Dheandra merasa canggung karena di cuekin oleh sang mommy.


"Sayang besok kita akan. Menghadiri, acara bisnis yang akan di adakan di kapal pesiar milik keluarga kita," ucap daddy Albert.


"Oh benarkah? Apa sahabat saya juga akan menghadiri acara bisnis ini?" tanya ven.


"Mungkin saja sayang? Karena acara ini di gelar lima tahun sekali. Apa lagi perusahaan dia sudah hampir sama dengan perusahaan kita, tentunya dia akan menghadirinya." ucap Albert.


"Oh ya sayang, aku juga sudah berbicara sama dia, tentang perjodohan yang kami buat? Karena, putrinya dia sangat cantik dan menawan sayang?" sambungnya.


Dheandra yang sedang makan langsung tersedak dengan perkataan Daddy'nya, ia merasakan firasat akan terjadi perjodohan dirinya dengan seseorang yang tak ia kenali.


Mommy ventura yang masih terlihat sangat kesel dengan sang anak hanya melirik saja, bahkan ia hanya berkata dengan sinis. "Kenapa kamu? Mungkin ini kurma buat seorang anak yang berani berkata seperti itu kepada mommy'nya." ven berkata dengan sinis.


"Beginilah menjadi anak tunggal, enak tidak enak sama saja, andaikan aku punya adek mungkin aku bisa berbagi cerita." guman'nya yang masih bisa di denger oleh orangtuanya,


Karena tak ingin berlama-lama Dheandra pun pergi dari rumahnya dengan perasaan sedih dan sakit.


***


Di kediaman Keluarga Maheswara sedang terjadi keributan antara mamah Vania dan virus umicorn.


"Hai umicorn seharusnya kamu sadar, kalau dirimu tak patas ada di tengah-tengah keluarga pebisnis seperti kita?" ucap vania.


"Hai jal*ng seharusnya itu kamu yang tak pantas, karena yang pantas menjadi istri'nya mas Januar adalah aku.!" ucap Merry penuh percaya diri.


"Dih jal*Ng Teriak jal*Ng! Kau itu lebih pantas di mucikari," ujar Vania dengan datar.

__ADS_1


Merry yang melihat kedekatan Januar langsung memasang aktingnya dengan cara terjatuh.


"Mba ampun, aku tau aku salah tapi mba tak perlu seperti ini? Jika mba ingin aku pergi dari sini aku ikhlas kok aku akan pergi."Merry berkata dengan suara sedih'nya.


"Alhamdulillah ya tuhan. Terima kasih, karena terlah memberikan pencerahan buat otak umicorn yang sudah menebarkan virus di seluruh dunia. Aku juga ikhlas jika umicorn pergi," vania. Yang, mengetahui akting Merry langsung saja ia mengikuti alurnya, dalam drama 'Sadarnya umicorn yang sudah membuat resah warga Indonesia 'Vania yang membayangkan itu hanya tersenyum geli.


Januar yang melihat semua itu hanya diam saja ia tak berani ikut campur, apa lagi istrinya sangat mengerikan seperti seorang ratu singa.


**


Di meja makan terdapat seorang wanita yang bernama Violetta, ia sedang merasakan nyeri di bagian dadanya, ada sesuatu yang membuat ia membayangkan ingatan yang terlah hilang, "Kenapa dengan diriku? Apa yang sebenarnya terjadi kenapa aku bisa merasakan nyeri di dadaku apa ini ada hubungan dengan kehidupan ku yang sebelumnya? Tapi siapa?" batinnya. Bahkan, ia tak menyadari kehadiran papah'nya.


"Sayang kamu kenapa? Kenapa, kamu memegangi dadamu seperti itu?" ucapan Januar membuat kedua wanita itu menghentikan perdebatannya, dan langsung menghampiri mereka.


"Ada apa mas?"Kata mamah Vania. Dengan, rasa khawatir kepada Putrinya yang merasakan kesakitan.


"Saya gak tau? Tapi saat aku sampai sini Vio sudah seperti ini." ucapnya.


"Sayang, kamu gak papa kan?" kata mamah Vania kepada putrinya.


Violet yang merasakan kehadiran orang tuanya langsung merubah sikap'nya. "Vio baik-baik saja kok mah, pah"Kata violet.


"Beneran kamu gak papa?" ucap mamah Vania dan papah Januar. Yang, masih belum percaya kalau putri mereka baik-baik saja.


Lantas vio, pun menyakinkan. Kalau, dirinya tidak apa-apa. Ia hanya merasakan kelelahan saja, jadi ia seperti ini.


"Mungkin anak kamu penyakitan kali, Masa pewaris penyakitan itu sih gak cocok menjadi seorang pewaris. Cocokan, juga putri saya yang cantik, seksi, pinter, bahkan tidak penyakitan." ujar ibu Merry. Membanggakan putrinya sendiri, dan ia juga ini mencuci otak Januar kalau putrinya lebih baik dari pada violet.


"DIAM BEDEBAH BENALU, UMICORN PERUSAK RUMAH TANGGA ORANG! ENYALAH KALIAN DARI HADAPAN KAMI." bentak mamah Vania. Yang, merasa jengah karena kehadiran dua wanita gila di hadapannya.


"Sayang aku salah gak sih bersikap seperti itu..?"


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA TIADA AKHIR TUJUH KEHIDUPAN


__ADS_2