CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Tentang Dewi Mustika Delapan Warna


__ADS_3

Violetta, menatap lekat ke arah Daniel. Dia, sedang menantikan perkataan dari Daniel. Yang, terlalu lama menjawab. Dia, sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Dan, apa yang membuat dheandra mengalami kecelakaan seperti ini.


Daniel, yang mendapat tatapan dari Violetta pun. Membuka suara, dia akan mengatakan kalau dheandra kecelakaan karena ulah dari ricko. Namun, semua itu ia urungkan karena kedatangan asisten dari dheandra. Yang, datang tiba-tiba seperti seorang jelangkung.


Violetta dan Daniel, sebenarnya terkejut dan bertanya-tanya. Kenapa, seorang asisten dheandra datang menemui mereka. Namun, pertanyaan mereka terbukti kalau, asisten Vano Anggara datang ingin berbicara dengan Violetta. Karena ada berita yang sangat penting yang akan di sampaikan Vano kepada Violetta.


Mengerti, kalau Vano ingin berbicara empat mata dengan Violetta. Dia, pun berpamitan kepada Violetta, kalau dia akan pergi menyusul teman-temannya untuk mencari Dheandra.


Setelah, Daniel pergi. Dan, hanya tersisa mereka berdua, Vano menatap ke arah Violetta. "Sebaiknya, kamu harus berhati-hati. Karena para iblis dan dewa kegelapan sudah turun ke bumi untuk menghancurkan dewa alam semesta." ujar asisten Vano.


"Apa, maksud anda. Tuan vano?" tanya violetta, yang tidak mengerti akan apa yang di katakan oleh asisten Vano. Dan, kenapa dia bisa mengetahui kalau ada iblis dan dewa kegelapan di bumi ini.


"Kamu, pasti tau apa maksud perkataanku dèwi Rengganis." ucap asisten Vano.


"Siapa, sebenarnya kamu?" tanya violetta.


"Belum, saatnya kamu mengetahuinya dèwi." ucap Vano, lalu pergi meninggalkan Violetta seorang diri di tempat itu. Vano, lalu kembali mencari keberadaan tuannya itu. Karena, hari sudah mulai senja. Mereka menghentikan pencarian. Mereka, akan mencari keberadaan dheandra malam hari atau besok pagi.


***


Sementara di kediaman. Martinez, seorang wanita sedang mencemaskan keadaan calon suaminya itu. Karena, sejak tadi kalungnya terus saja bersinar. Menandakan kalau kekasihnya sedang dalam bahaya. Bahkan, sejak pagi dia belum keluar dari dalam kamarnya. Bahkan, saat ibunya memanggilnya dia tidak ingin keluar, sebelum kekasihnya selamat.


"Dheandra, aku yakin. Kamu, pasti bisa selamat dari kecelakaan itu. Aku sudah berdoa kepada sang pencipta untuk menyelamatkan kamu. Bahkan, aku sudah menyalahkan lentera cinta untuk kamu dheandra." gumam floretta sambil menggenggam kalung bulan biru.

__ADS_1


"Aku, yakin kalau kekuatan dari kalung bulan biru bisa menyelamatkan dheandra'ku. Dheandra, kamu tak perlu khawatir pasti kamu akan selamat." ucap floretta.


***


Bahkan, sama halnya dengan Violetta dia juga sedang berdoa kepada sang pencipta untuk keselamatan belahan jiwanya. Bahkan, dia juga menyalakan lilin, dia sambil memegang kalung heart. Yang, mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Bahkan, cahaya itu berwarna merah menyala.


"Ya, dewa, dewi tertinggi. Kau adalah dewa yang mengetahui segalanya. Aku, mohon beri tau aku dimana saat ini dewa kehidupan. Dan, bahaya apa yang akan menimpa kami dewa?" ucap Violetta sambil memegang kalungnya.


Tak, lupa, juga ia memohon kepada sang pencipta untuk memberikan petunjuk tentang keberadaan kekasihnya itu. Karena dia, tidak ingin dia harus mengalami luka sebelum ujiannya di mulai. Mereka, sudah berada di titik akhir untuk menyelesaikan hukum Langit ini, Dan, mereka sudah berusaha semaksimal berada di samping kekasihnya itu.


"Wahai, dèwi Rengganis. Dewi para Dewi. Dewi salju, kamu tidak perlu khawatir karena saat ini dia sudah aman dari kecelakaan itu, kami sudah menjaganya dengan baik. Yang, harus kamu lakukan adalah menenangkan hati ibunda dewa alam semesta." ucap seorang Dewi dengan penuh keanggunan dan kelembutan.


Mendengar, suara dari sang kalung heart. Violetta, pun menganggukkan kepala, dia akan segera melaksanakan perintah dari seorang Dewi itu. Yang, sebenarnya dia tidak mengetahui siapa Dewi itu. Tapi, yang jelas, ini adalah pertanda baik kalau dheandra baik-baik saja.


Namun, dia urungkan keraguannya, dia lalu mengetuk pintu. Tapi, sebelum tangannya sampai di pintu, sudah terlebih dulu pintu di buka oleh seorang pria yang dia kenal. Adalah asisten dari Dheandra.


Melihat, Violetta. Vano, langsung menutup pintunya kembali, lalu ia menarik tangan Violetta menjauh dari penginapan Robert. Setelah, benar-benar aman. Dia, menatap Violetta dengan tajam.


"Ada, apa kamu ke penginapan keluarga robert? Apa, kamu melupakan kalau keluarga Robert sangat membenci kamu?" ucap Vano, dengan suara beratnya.


"Aku, tau mereka sangat membenciku. Tapi, aku harus mengatakan kalau saat ini dheandra baik-baik saja, kemungkinan besar satu minggu. Dheandra, bisa pulang."


"Dari, mana kamu tau. Kalau tuan dhean baik-baik saja?" tanya vano.

__ADS_1


"Kamu, tak perlu mengetahuinya. Yang, jelas aku sudah mengatakan kalau dheandra baik-baik saja." ucap Violetta yang, sangat tidak menyukai pertanyaan dari asisten Vano.


"Kenapa, dewi? Apa, kamu takut, kalau aku bakalan membocorkan rahasia tentang siapa kau sebenarnya?" ucap Vano. Yang, membuat Violetta mematung mendengar ucapan Vano, jadi selama ini Vano mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Tapi, mana mungkin seorang manusia biasa bisa mengetahui reinkarnasi seorang Dewi. Itulah yang sedang memenuhi otak violetta.


"Anda, tidak perlu terkejut seperti itu dewi, karena aku adalah seorang dewa pendamping dari dewa alam semesta." ucap Vano, sambil memberi salam kepada Dewi alam semesta.


Sontak perkataan dari Vano, membuat Violetta terkejut, sekaligus merasa senang. Karena, vano sang dewa pendamping ikut ber reinkarnasi ke dunia. Hanya, untuk mendampingi sang dewa alam semesta.


Keduanya, pun terus mengobrol tentang satu sama lain, karena mereka harus segera mencari dewi mustika delapan warna. Karena, hanya dèwi mustika delapan warna, yang bisa mengembalikan semua ingatan tentang para reinkarnasinya dari dewa alam semesta.


"Lalu, aku harus mencari dewi mustika delapan warna itu dimana dewi?" tanya, Vano. Karena, dia ingin segera membuat ke enam reinkarnasi bersatu dengan sosok dheandra. Karena, hal itu membuat jiwa dewa yang terpendam bisa bangkit ke tubuh dheandra.


"Untuk, saat ini aku masih mempelajari tentang siklus dèwi mustika delapan warna. Karena, dulu saat aku berada di alam para dewa perna mempelajari tentang dèwi mustika delapan warna. Yang, hanya bisa di jumpai saat 1500 tahun." ucap Violetta. Yang, menjelaskan tentang Dewi mustika delapan warna.


Vano, sekarang mengerti akan apa yang di Ucapkan oleh violetta, karena dèwi mustika delapan warna itu, akan hadir di bumi setelah siklus 1500 tahun. Dewi mustika delapan warna akan singgah di sebuah bangunan tua, tempatnya di monumen peninggalan sejarah, dan Dewi mustika delapan warna itu akan memperlihatkan warnanya seperti sebuah pelangi.


"Jika, benar berarti tinggal berapa tahun lagi tepat 1500 tahun.?" tanya Vano,


"Benar, dan kita harus berhati-hati karena dewa kegelapan akan mengincar Dewi mustika delapan warna itu." ucap Violetta.


"Kamu, benar nona. Kita, harus berhati-hati, karena para iblis dan para dewa kegelapan akan menghancurkan semuanya, untuk menggagalkan usaha kita untuk mengembalikan dewa alam semesta." ucap Vano. Dan, mendapatkan anggukan dari Violetta.


***

__ADS_1


"Siapa, kalian..? Dan dimana aku?"


__ADS_2