CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Kedekatan Violetta Dan Andra


__ADS_3

Pagi pun tiba, secercah sinar matahari menembus sebuah Kapal pesiar yang sedang berlayar ke antar benua.


Saat ini seluruh anggota pebisnis sudah mulai berkumpul di dining room yang berada di kapal. Mereka pun menikmati hidangan yang sudah di sajikan oleh berapa pelayan. mereka pun menikmati sarapan, tanpa bersuara. Dengan, adanya pertemuan ini keluarga pebisnis bisa saling mengenal satu sama lain.


Seorang pria yang sedang melamun sambil memperhatikan seseorang, ia berpikir orang itu mirip seseorang yang sangat ia kenali.


Tuan Albert yang menyadari ada seseorang yang menatap dirinya, Langsung merubah ekspresi'nya menjadi datar dan dingin. Kepada, orang di sekitarnya.


"Ada apa anda melihat saya seperti itu?" tuan Albert berbicara dengan nada dingin, datar kepada seorang pemuda itu.


Orang tua dari pemuda itu. Pun mengode kepada anaknya,.agar tak membuat masalah. Kepada pria di depannya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.


Pemuda itu pun langsung meminta maaf kepada tuan Albert. "Maafkan saya tuan. Bukan maksud saya seperti itu." ucapnya dengan penuh hormat kepada tuan Albert.


"Lantas apa yang membuatmu menatap saya seperti itu hah?!:" tuan Albert berkata dingin. Membuat hawa di sekitar menjadi mencengkram.


"Saya hanya merasa familiar sama wajah tuan,"


"Tentu saja kamu merasa familiar, karena dia adalah pebisnis no 1 di dunia. Bahkan bisnis'nya ada di mana-mana, jadi kamu tak perlu merasa seperti itu. Karena wajah dia sudah terkenal." ucap seseorang pebisnis B.


"Tapi aku melihat'nya versi muda," ucap pria itu.


Semua orang langsung terdiam setelah mendengar kata-kata dari seorang pemuda yang tak lain adalah Daniel Avram Lewis, anak bungsu dari keluarga Lewis.


Cakra Darius gracious, juga membenarkan perkataan Daniel karena ia juga merasa seperti itu.


Nyonya Lewis, bertanya kepada mereka "Siapa yang kamu maksud iel?"


"BARRA!" ucap, Daniel Avram Lewis, Cakra Darius gracious, Brayan Jayden bartles, Alex triyas Angelo. Secara bersamaan, mereka baru inget kalau bara temen laktat nya, mirip dengan tuan Albert.


"Siapa barra?" tanya mereka yang berada di dining room. Mereka belum meninggalkan meja makan karena saat acara makan Daniel menatap tuan Albert.


"Barra adalah sahabat kami, dan barra juga adalah ketua geng montor yang sangat di segani," kata Alex.


Tuan dan nyonya Robertson sangat terkejut dengan perkataan alex, jadi putranya itu adalah seorang geng motor yang sangat besar di negara ini. "Apa kamu tau siapa Barra?" tanya nyonya ven.


"Tidak tau, karena barra sangat menutup rapat identitas'nya. Bahkan kami tidak tau Keluarga'nya. Tapi, kita tidak permasalahan akan status bara, karena kami berteman dengan bara tulus dari hati." kali ini Brayen yang berbicara kepada tuan dan nyonya Albert.


Mendengar penjelasan dari Brayan, membuat tuan dan nyonya robert tersenyum. Karena, mereka berteman bukan karena status melainkan berteman secara tulus.


Tuan dan nyonya Albert pun merubah ekspresi'nya menjadi datar, ia tak ingin mereka tau kalau dirinya sedang bahagia. Karena kelakuan putranya.

__ADS_1


"Apa dia putramu Al?" ucap tuan Januar.


Saat Albert akan menjawab pertanyaan calon besan'nya, ada notifikasi masuk kedalam ponselnya.


Pesan masuk. "Daddy jangan beri tau kepada mereka kalau aku adalah anak Daddy,"


"Jika sampai Daddy memberi tau!! Kepada mereka kalau aku anak Daddy, akan aku pastikan Daddy kehilangan asupan daddy dari sang mommy" ancam Dheandra.


"Dan aku sudah mengirimkan asisten pribadi'ku untuk berpura-pura menjadi anak Daddy."


Itu adalah pesan dari Dheandra untuk daddy'nya, ia tak ingin identitas'nya terbongkar lebih awal sebelum ia menemukan jati dirinya yang sebenarnya.


Tuan Albert mengumpat anak kecebongnya, yang terlalu berani kepada dirinya. Bahkan, dia tak takut kepada dirinya, bener-bener anak berbakti. Yang, suka mengancam kalau meminta sesuatu.


"Dia bukan anak saya, karena anak saya bukan orang seperti itu."Ucap tuan Albert kepada rekan-rekan pebisnis'nya.


Mommy ventura yang mendengar perkataan suaminya melototkan mata'nya, ia tak habis pikir. Dengan, apa yang di katakan oleh suaminya. Yang, tidak ingin mengakui anak'nya,


"Maksud kamu apa?! Yang tidak ingin mengakui anakku?" mommy Ventura, berbisik kepada suaminya yang berada di sampingnya.


"Jangan salahkan aku? Salahkan saja putramu itu, dia yang meminta aku seperti ini," daddy Albert, kembali berbisik kepada istrinya.


Karena melihat istrinya yang menyalakan dirinya. Karena, tidak mau mengungkapkan barra sebagai putranya. ia lalu menunjukkan pesan yang anak'nya kirim kepada dirinya.


***


Berapa jam berlalu saat ini para pebisnis sedang menikmati acara bersantai'nya sambil melihat keindahan laut.


Namun, berbeda dengan keluarga Maheswara dan Robertson, mereka sedang menikmati acara, kumpul-kumpul, karena mereka sudah lama tidak seperti ini.


Tuk tuk tuk, suara langkah kaki mendekati mereka, dengan wibawanya dia menyapa mereka.


"Hai, mom, dad, om dan Tante." ucap seorang pemuda tampan yang tak lain adalah Vano Anggara, asisten dari tuan Dheandra. Kalau bukan karena suruhan dhean, sudah pasti ia akan kena omel. Oleh ibu negara, bahkan ia harus menahan kecanggungan dan kegugupannya kepada mereka.


Albert pun menatap asisten anaknya itu.Apa lagi dia memanggil'nya dengan sebutan Daddy, oh no ini tak seperti apa yang ia duga. Teryata anak'nya bener-bener melakukan semua ini.


Lain dengan Albert, Ventura juga sama ia sangat terkejut dengan seorang pria yang ia tau adalah asisten anaknya yang memanggil dirinya dengan sebutan mommy, bener-bener anaknya pengen mendapatkan hukuman lagi kayanya.


"Apa dia putramu ven?" nyonya Vania bertanya kepada sahabatnya.


"Iya jeng dia adalah putraku, namanya adalah zyhair. Pewaris tunggal dari bisnis kami," ucap venture.

__ADS_1


"Wah pasti calon mantu ku ini bisa menjadi pemimpin yang bijaksana," ucap Januar.


"Tentu dong putraku gitu loh." ucap Ventura dengan bangga.


"Kenalkan aku adalah tante Vania kamu bisa manggilnya mama. Dan dia adalah om Januar kamu juga boleh memanggil dengan sebutan papa. Kami adalah calon mertua kamu," ucap Vania kepada calon mantu'nya.


"Maksudnya apa ini mom dad?" tanya vano.


"Kami bersepakat ingin menjodohkan kalian?" ujar mommy ventura kepada putra pura-pura'nya itu.


Merry Rosseanne. Hanya diam saja menyimak pembicaraan mereka, sebenarnya Merry ingin berbicara namun Vania sudah mengancamnya akan membongkar identitas'nya. Sebagai seorang pel*cur.


***


"Apa kamu senang sekarang?"


"Iya ndra aku sangat senang, aku sangat bahagia bisa seperti ini lagi," ucap violet.


Tak di sadari oleh mereka ada seseorang yang melihat antraksi mereka, bahkan ia memfoto kemesraan mereka. Dengan cepat dia pun pergi dari situ.


"Vio, entah kenapa hatiku sangat bahagia bisa melihat dirimu bahagia? Padahal kita baru tiga kali bertemu, tapi aku sudah merasa nyaman dan merasa kenal kamu sangat lama." ucap Andra.


"Bukan hanya kamu saja ndra? Aku juga merasakan hal itu, apa lagi saat melihat kamu bisa tersenyum rasanya aku sangat bahagia." ucapnya.


Saat ini mereka sedang merasakan angin, dengan posisi Andra memeluk pinggang violet dari belakang. Dan itu tak luput dari penglihatan dari orang-orang.


"Tuhan jika aku boleh meminta aku tak ingin kehilangan dia lagi Tuhan?" batin Violetta, ia sangat berharap, ia bisa bersatu lagi dengan kekasihnya.


***


"Brengsek kenapa mereka sangat sulit sekali di pisahkan?" geram seorang pria, yang sangat kesal karena saat ia ingin mendekati violet ada saja halangannya. Bahkan tidak ada celah untuk dirinya mendekati violet.


Lalu dia menghilang dari tempat itu, ia kembali ke tempat semulanya.


**


"Violettaaaaa!!"


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA TIADA AKHIR TUJUH KEHIDUPAN.


__ADS_2