CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Liontin Bulan biru


__ADS_3

Saat, ini seorang, pria dan wanita, sedang bertemu di taman yang berada di pusat pertengahan kota. Bahkan, seorang pria sedang bersimpuh di depan wanita, dia meminta maaf atas apa yang terlah kakeknya perbuat.


Wanita itu hanya tersenyum saja kepada sosok pria di hadapannya. Dia, sudah memaafkan atas tindakan kakek Robert kepada dirinya. Dia, memang seharusnya tak membawa dheandra pergi waktu itu. Tapi, egonya mengalahkan jiwanya. Dan, ia sudah sadar bahwa Dheandra bukan miliknya tapi belahan jiwanya karena mereka kesatuan alam semesta yang terlah di ciptakan oleh sang pencipta. Jadi, mereka tak boleh melakukan pernikahan di saat tubuh mereka menjadi manusia.


Lalu, Violetta membangunkan dheandra dari berlutut'nya. Dia, lalu mengusap wajah dheandra yang sudah basah terkena air mata. Violetta pun menyuruh dheandra duduk di sampingnya. Dia, sangat sedih kalau dia tak bisa bersatu. Tapi, hati nurani dia menginginkan dheandra bahagia.


Setelah, tenang dheandra berbicara kalau dia akan di jodohkan oleh kakeknya untuk menikah dengan wanita pilihan kakek. Bahkan dia tidak mengetahui siapa sosok wanita yang akan kakeknya jodohkan.


Violetta, tersenyum menatap ke arah dheandra. Lalu, dia berkata kalau itu akan lebih bagus. Bahkan dia sendiri yang akan menikahkan dia dengan wanita pilihan kakek Robert.


"Sayang, apa kamu masih sehat? Aku, akan menikah dengan wanita lain dan kamu palah ingin menyiapkan pernikahanku?" ucap Dheandra sambil berdiri dari duduk'nya. Dirinya tak menyangka kalau Violetta berani mengatakan hal itu.


"Dhean. Aku, sudah berjanji kalau aku akan ada di samping kamu di setiap kehidupan dan di setiap pernikahan kamu dengan orang lain. Bahkan aku ada disamping kamu disaat istri kamu ada di samping kamu.. Dan, aku juga sudah bersumpah di kehidupanku kali ini tidak akan menikah dengan pria manapun." ucap Violetta.


Mendengar, hal itu dheandra benar-benar tak menyangka, dia berani mengatakan hal itu di depannya. Dia, sangat tidak menyetujui akan apa yang terlah di katakan oleh violetta, karena dirinya tak ingin menyakiti hati Violetta di saat dirinya bersama dengan wanita lain.


Violetta, pun memohon kepada dheandra untuk mengijinkan dirinya berada di sampingnya, tak perduli apapun konsekuensinya yang penting ia bisa berada di kediaman Robert. Karena, jika dirinya melanggar sumpah maka dia akan mendapatkan hukuman.


Tak, tega dengan wajah sedih Violetta. Dheandra, pun dengan terpaksa menyetujui kalau Violetta akan tinggal di rumahnya, bahkan. kemanapun dirinya pergi Violetta akan ikut bersama dengan dirinya.


Setelah itu, Violetta pergi karena harus ada pekerjaan yang tak boleh di tunda. Begitu pun dengan dheandra dia harus pergi ke markasnya yang sudah lama tidak ia singgahi.


***


Di, markas black Pegasus.

__ADS_1


Dheandra, baru saja sampai di markas. Dan, itu sudah di sambut oleh anak buah. Yang, sedang berjaga di depan markas, dheandra pun langsung masuk kedalam setelah memarkirkan motornya di garasi markas.


Saat, dirinya di dalam dia kembali di sambut oleh anggota black Pegasus. Yang sedang berkumpul di markas, dia lalu masuk ke ruangan pribadinya dan ia pun mendudukkan pantatnya di sofa, yang memang sudah di sediakan oleh dirinya.


Dheandra, termenung memikirkan kisah hidupnya yang sangat rumit, dan gagal dalam membangun cinta bersama dengan Violetta, wanita yang sudah mengisi hatinya berapa bulan yang lalu.


Disaat, seperti itu dheandra teringat kalung yang di berikan seseorang wanita tua berapa tahun yang lalu. Dan, Dheandra pun langsung mencari kalung itu, yang memang ia simpan di markas.


"Sedang, mencari apa kamu?" tanya seorang pria kepada sahabatnya.


Dheandra yang sedang mencari benda pun langsung ia hentikan saat melihat seseorang memanggil dirinya. Lalu, ia menatap ke arah pria itu dengan mata elangnya.


Daniel dan Brayen, bersuara saat melihat bos mereka sedang mencari sesuatu. Mereka, mendapatkan kabar dari anggotanya kalau bos mereka sedang berada di markas.


Jadi, keduanya memutuskan untuk datang ke markas untuk menemui bos mereka yang berada di markas.


"Ahh..Iya, aku ingat, kalau gak salah kamu di kasih kalung itu dua tahun yang lalu dan itu, saat umur kamu tujuh belas tahun." kata Daniel. Kepada dheandra.


"Memangnya, kenapa..Apa ada yang sepesial dari kalung itu dhe?" tanya Brayen.


"Tidak, ada apa-apa. Cuma, aku ingin saja memakainya karena itu adalah pemberian dari wanita tua itu, jadi aku harus menghormati saja." ucap Dheandra.


Dheandra, lalu kembali mencari kalung itu, dengan di bantu oleh kedua sahabatnya. Setelah, berapa saat berlalu akhirnya dheandra menemukan kalung itu, yang berbentuk seperti bulan tapi berwarna biru.


"Sangat, cantik banget kalungnya." celetuk Alex, yang baru saja datang bersama dengan darius. Mereka, yang melihat kalung yang berada di tangan dheandra pun merasa tertarik. Dia, ingin meminta kalung itu dari dheandra. Tapi, hal itu tak di kasih oleh dheandra, karena dia sendiri juga merasa suka dengan kalung itu.

__ADS_1


"Apa, nama kalung itu? Harusnya kalung secantik itu memiliki sebuah nama." ucap Darius.


"Aku, tidak tau apa nama kalung ini. Tapi, aku sangat tertarik dengan nama bulan biru." ujar Dheandra.


"Bulan biru?" ucap mereka sangat kompak. Mereka, tak mengerti dengan nama yang di berikan dheandra kepada kalung itu.


"Bulan biru. Karena, bentukannya seperti bulan dan warnanya adalah biru. Maka, aku namakan saja liontin bulan biru." ucap Dheandra lalu dia memakai kalung itu di lehernya, dan seketika kalung itu mengeluarkan cahaya berwarna biru yang sangat terang.


Dheandra dan yang lain. Melihat, itu pun merasa terkagum-kagum dengan sebuah cahaya yang keluar dari kalung. Bahkan, bentuk bulannya sangat seperti seperti ada sebuah matahari di belakangnya.


"Apa..! Kenapa kalung itu seperti itu? Apa itu adalah kalung ajaib?" ujar Daniel yang sangat terkejut akan apa yang dia lihat.


"Sepertinya, memang begitu. Kamu lihat saja kalung itu seperti sedang bersatu dengan sebuah matahari." ucap Darius.


"Aku, tak menyangka ternyata di dunia ini masih ada kalung ajaib seperti itu." Brayan berkata dengan terkagum-kagum.


"Fiks, aku juga ingin menemui wanita itu dan meminta kalung kepada wanita tua itu."Alex, berkata yang membuat Daniel menggeplak kepalanya. Sampai, Alex meringis kesakitan atas tindakan Daniel kepada dirinya.


"Kau, ini. Harusnya kamu tak melakukan hal itu untuk mendapatkan kalung ajaib. Mungkin ini adalah keberuntungan dheandra mendapatkan kalung ajaib itu." ucap Daniel.


"Kan, aku hanya bercanda." ucap Alex.


Dheandra, langsung melerai. Mereka, untuk tidak berantem karena masalah sepele. Dia, laku mengatakan kalau lawan ingin mengadakan taruhan. Dan, taruhan kali ini tidak main-main, dia menaruhkan pulau pribadi berserta mansion yang sudah ada di tempat itu.


Keempat, sahabat Dheandra sangat terkejut saat lawan mengadakan taruhan besar-besaran. Lalu Daniel bertanya apa taruhan kali ini dan apa yang harus Dheandra taruhkan kepada lawan.

__ADS_1


Dheandra, mengatakan kalau ia akan menaruhkan sebuah mansion yang berada di pulau Sumatera. Dan utuk permainan taruhannya adalah...


__ADS_2