![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Semua orang merasa senang dan juga iri. Karena pria yang berciuman dengan violet, adalah zyhair anak dari Albert dan Ventura. mereka baru mengetahui kalau mereka, akan menggelar pernikahan di sini dengan sangat meriah.
Namun sebelum mereka pergi, ada suara teriakan dari seseorang. Yang, membuat mereka mengurungkan niatnya.
"BARRAAAA!" teriak, yang tak lain adalah Sahabat-sahabatnya barra.
Dheandra yang melihat mereka, pun pura-pura terkejut dengan kedatangannya, walaupun ia sudah tau semua. "Kalian kenapa ada disini?" ucap Dheandra dengan dingin.
"Kami disini karena di suruh sama orang tua kita. Dan kenapa kamu ada disini juga?" tanya mereka penasaran, karena melihat dhean berada di tempat ini secara tiba-tiba.
"Aku disini ingin menemui mommy dan calon istriku." ucapnya, dengan datar.
Sahabat barra terkejut, sangat terkejut mendengar perkataan dari bara. "Jadi tuan dan nyonya Robertson adalah orang tua kamu?" tanya mereka yang tak percaya.
Dheandra mengangguk pelan kepalanya, niat hati tidak ingin membongkar identitasnya, jadi dengan terpaksa ia mengungkapkannya di depan semua orang. Karena, masalah sepele ia mengungkapkannya, ia terdiam tak ingin bersuara sedikit pun.
Albert dan Ventura hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan putranya yang sangat jahil. Namun, berhati dingin. Itulah putranya, tapi mereka sangat senang karena, putranya dengan sendirinya mengungkapkan jati dirinya sebagai pewaris tahta Robert.
Karena tak ingin memperpanjang urusannya ia mengajak temen-temennya dan Keluarga'nya pergi dari tempat itu. Karena, ia merasakan ada bahaya, tapi ia tak tau bahaya apa yang akan menimpa mereka.
***
Seorang wanita yang sedang melihat pemandangan di sebuah desa di lereng gunung, ia di temani oleh seseorang wanita yang seusianya.
"Sampai kapan kamu menunggu cinta sejatimu? Apa kamu tidak lelah, harus begini terus? Banyak pria lain di luaran sana yang menunggu cinta kamu?" ucap seorang wanita.
Namun wanita itu hanya tersenyum saja. Sambil melukis pemandangan yang ia liat, dia tau buat mereka menunggu adalah hal yang membosankan, tapi bagi dirinya menunggu itu hal yang menyenangkan. Karena ia akan terus menunggu sampai dia menjemput dirinya.
"Tunggu saatnya tiba!" ucapnya penuh dengan keanggunan.
"Jika dia tak datang bagaimana? Apa kamu akan terus seperti ini?" tanyanya, kepada wanita itu.
Lagi-lagi dia hanya tersenyum simpul, sahabatnya itu tak memahami akan cinta sejatinya. Lalu ia pun menjawab pertanyaan dari sahabatnya. "Aku sangat yakin akan kekuatan cinta sejati. Jadi tidak perlu di ragukan lagi, kalau sesuatu saat nanti di bakalan datang. Dan dia akan datang kemari dan membawa diriku bersamanya, walaupun dia tak akan pernah mengingat kembali." ucapnya.
"Terserah dirimu saja lah, aku lelah menasehati dirimu. Tapi jika ayah kamu tau jangan salahkan diriku," lalu wanita itu pergi dari hadapan sahabat'nya, ia bersahabat dengan gadis itu sejak ia masih kecil,
***
"Lakukan aksi kamu jangan sampai ada kegagalan?!"
"Baik tuan,"
Seorang pria tertawa terbahak-bahak karena rencananya untuk menyingkirkan mereka akan segera terjadi. "Violetta, aku akan merebut dirimu dari Dheandra, karena Dheandra tak cocok bersama dirimu." ucapnya dengan di selingi tawanya.
***
__ADS_1
Kembali ke Dheandra, yang sedang berada di kamarnya bersama dengan kekasihnya yang baru pertama kali bertemu.
"Andra aku sangat bahagia, akhirnya kita bisa bersama lagi. Aku sudah menantikan, kamu belasan tahun dan sekarang kita bisa bertemu. Kita sudah melalui dalam tujuh kehidupan ini. Namun, kehidupan kita tak pernah bersama, tapi kali ini aku berdoa semoga di kehidupan ini aku bisa bersatu dengan diri kamu. Dheandra," batin Violetta.
"Vio, kenapa kamu seakan-akan mengenal diriku jauh sebelum diriku mengenal dirimu?" tanya Dheandra. Dia sangat penasaran akan apa yang dia lihat, karena violet seperti seorang yang sudah kenal dirinya jauh sebelum ia di lahirkan.
Violetta pun gelagapan karena ia di curiga oleh Dheandra, ia lupa kalau Dheandra tak akan pernah mengingat apa yang dia lalui di kehidupan sebelum'nya. Karena, itu adalah salah satu bentuk hukuman dia.
"Mungkin hati ini yang berbicara jadi dia lebih dulu mengenal dirimu," ucap violet dengan malu-malu. Bahkan pipinya sudah berubah menjadi merah.
"Kamu bisa saja baby, aku akan menghukum dirimu baby." dheandra pun mendorong tubuh violet jatuh ke kasur.
Tapi rencananya harus tertunda saat ada seseorang mengabari ada penyerang di dalam kapalnya. Bahkan sebagian bodyguard sudah tak berdaya.
"Baby kamu tunggu disini jangan pernah keluar dari kamar ini?!" titah Dheandra kepada kekasihnya. untuk tidak keluar, karena akan sangat berbahaya bagi violet.
"Tapi," ucap violet.
"TURUTI PERKATAAN KU VIOLETTA!" bentak Dheandra, yang tidak suka Perkataannya di bantah. Ia melakukan hal itu juga untuk keselamatan dia.
"baik," pasrah Violetta.
Setelah mendengar jawaban dari violet ia bergegas keluar menemui kawanan penyerang itu, ia takut jika orang yang tidak bersalah harus menjadi korban. Bahkan, disini ada orangtuanya yang harus ia lindungi.
**
"Siapa kalian dan buat apa kalian ada disini?" ucapnya dengan dingin. Setelah menghadap ke ketua perampok.
Ia melihat area sekitar sudah banyak anak buah, bodyguard berjatuhan karena kewalahan menghadapi perampok yang sangat banyak.
Dheandra yang sangat geram langsung mengeluarkan senjata api'nya lalu menembaki orang-orang yang di sekitar, dan seketika para perampok tumbang di tangan dheandra.
"BRENGSEK, AKAN AKU HABISI KALIAN!" ucap ketua perampok. Yang, marah karena anak buah di habisi oleh dheandra.
Karena perkelahian mereka membuat para orang tua berbondong-bondong keluar dari kamarnya menunju keluar kapal. Mereka sangat terkejut karena para bodyguard'nya berjatuhan.
"DHEANDRA!" teriak seorang wanita paruh baya. Yang tak lain adalah nyonya ventura, saat melihat anaknya sedang berkelahi dengan pria bertubuh sangar. Ia, sangat takut jika Putranya kenapa-kenapa.
Albert yang melihat tatapan sang anak, langsung menyuruh anak buahnya mengirimkan sebuah kapal ke benua dan menyuruhnya bala bantuan, karena ia tak ingin membahayakan orang-orang yang ikut dalam acara ini.
Sambil menunggu kapal dan bala bantuan datang Albert menyuruh bodyguard'nya yang tersisa melawan mereka.
Pihak lawan juga tak tinggal diam ia juga menyuruh pasukan nya penyerang pihak Dheandra.
"Aku tak akan pernah membiarkan kalian menghancurkan orang yang tak bersalah?" bentak dheandra.
__ADS_1
"Sayang sekali ucapan kamu salah besar? Akan aku pastikan semua orang disini hancur." ucap ketua perampok dengan sinis.
Dheandra menggertakan giginya, ia sangat marah dengan perkataan pria di depannya. Ia pun kembali menyerang pria di hadapannya. Dengan membabi-buta.
Sahabat Dheandra juga sudah turun tangan membantu ketuanya, mereka tak akan pernah membiarkan kejahatan menang, melawan kebaikan.
Berapa jam berlalu, kapal yang di minta oleh tuan Albert datang, Albert pun menyuruh rekan-rekan bisnisnya untuk berpindah kapal, sementara ia, Januar dan rombongan bala bantuan, menghalangi jalan mereka untuk tidak menghancurkan mereka.
Perampok sangat marah karena Albert memanggil bala bantuan. Namun, tembakan nya melesat, karena semua itu di lakukan oleh Dheandra.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan? Jadi jangan coba-coba untuk menyakiti mereka atau tubuh mu akan hancur di tanganku?" ucap Dheandra dengan tegas.
"Tapi sayangnya aku tak perduli," ucap pria itu.
Dheandra berusaha menghalangi dia untuk menyingkirkan ke dua orang tuannya. Ia tak akan pernah membiarkan dia menyakiti orang tuannya.
Dengan cepat pria itu menembakkan berapa kali tembakan, tapi lagi-lagi tembakannya harus melesat karena ulah dari Dheandra.
"VANIA"
"MAMAH"
"SAYANG"
Ucap berapa orang memanggil Vania. Dheandra yang penasaran berbalik arah menatap meraka, ia sangat terkejut saat melihat tante Vania tertembak tepat di dadanya.
Tiba-tiba kemarahan Dheandra semakin memuncak, bahkan tidak ada yang menyadari kalau pupil mata Dheandra perubah menjadi warna perak. Bahkan kristalnya mengeluarkan cahaya terang, dan entah dari mana tangannya ada sebuah busur panah yang sangat indah.
Dheandra pun perlahan mengangkat busur panah itu menghadap ke langit. Ia lalu menarik tali panahnya. Dan, panah itu melesat ke langit, hal itu tak luput dari penglihatan semua orang yang berada di tempat itu.
Saat anak panahnya di lepaskan, tiba-tiba cuaca menjadi sangat mengerikan, Alam sekitar menjadi tak stabil, lautan menjadi gumpalan ombak yang sangat tinggi, angin badai pun datang menerjang ombak besar, tak sampai di situ, hujan petir pun juga saling tersambar dimana-mana. Membunuh para perampok menjadi abu.
"AKU BERSUMPAH TAK AKAN PERNAH MENGAMPUNI MU, SIAPA PUN ORANGNYA AKU BAKALAN HABISI DIRIMU!!" ucap lantang Dheandra. Dia, menyadari kalau semua ini adalah ada seseorang yang merencanakan.
"Kenapa pria ini berubah menjadi sangat mengerikan. Bahkan, pupil matanya berwarna perak, dan sejak kapan dia memegang panah yang sangat menakutkan.?" batin ketua perampok.
***
"Kenapa cuaca menjadi seperti ini??"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...