![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Di sebuah kastil, terjadi guncangan yang sangat hebat karena semua kekuatan alam sedang bersatu membentuk sebuah bola cahaya yang sangat besar.
Saat cahaya alam sudah mulai terkumpul menjadi satu, dan dengan perlahan cahaya itu melesat ke arah kepala dheandra yang berduduk sila.
Namun saat akan bersatu ke arah kepala dheandra, sebuah anak panah api melesat dengan sangat cepat mengarah ke bola cahaya itu. Dan,
Boom.!! Sebuah ledakan terjadi di sekitar kastil itu, karena ledakan yang terjadi, sampai membuat sekeliling menjadi berasap.
Violetta yang melihat itu merasa terkejut karena setau'nya tidak ada yang bisa menghancurkan pelindung di sekitar. Yang, sudah di buat oleh para dewa.
"Dewa apa yang terjadi? Kenapa jadi seperti ini?" voletta bertanya kepada dewa pelindungnya.
"Ada seseorang dewa yang tak menyukai, jika dewa kehidupan kembali mendapatkan ingatannya. Jadi dia merencanakan untuk menghancurkan batu kristal yang sudah menyatu sempurna."
"Siapa dia? Dan apa dheandra bisa mendapatkan ingatannya kembali?"
"Saya belum bisa mengatakan siapa dia. Yang jelas dia adalah dewa yang tidak menyukai kalau dewa kehidupan kembali. Dan dewa kehidupan bisa mendapatkan kembali ingatannya asalkan dia mampu menemukan kembali kesembilan pecahan kristal itu." ucap sang dewa pelindung.
Setelah mengatakan itu dewa cahaya pergi. Dan kastil itu kembali seperti semua, seakan-akan tak terjadi apa-apa.
"Maafkan aku dewa belum bisa mengembalikan ingatanmu" batin Violetta, sambil menatap dheandra yang sedang pingsan karena perbuatan dewa cahaya.
Namun, sebelum dia membawa pergi dheandra. Sudah di halang oleh seorang Dewi, yang baru saja dia lihat, lantas ia bertanya kepada Dewi itu siapa dia namanya. "Wahai, dèwi siapakah nama kamu?" tanya violetta.
"Aku, adalah penjaga laut selatan, dan aku adalah seorang Dewi ratu kidul. Kedatanganku kemari untuk memperingati kamu untuk tidak berbuat gegabah." ucap dèwi ratu kidul. Penuh dengan ke anggunan.
Violetta, memberikan salam kepada Dewi ratu kidul, dan ia bertanya tentang apa yang terlah di bicarakan oleh sang dewi.
"Kamu, harus bijak menggunakan kekuatan kamu, karena kamu hidup di bumi bukan di alam dewa.. Dan, alam bumi memiliki peraturannya yang tidak bisa di langgar," ucap sang dèwi ratu kidul.
"Aku mengerti dèwi.. Terima kasih sudah menasehati diriku," ucap violetta.
__ADS_1
"Dan, ingat kamu jangan pernah menunjukkan kekuatan ataupun apa. Karena, itu bakalan memancing kedatangan para iblis dan Dewi, Dewi yang tidak menyukai dewa alam semesta." ucapnya lagi.
Violetta, pun menujui permintaan sang dèwi ratu kidul. Dan, dia lalu pergi membawa Dheandra pergi dari ruangan itu. Dia, akan membawanya pulang ke kediaman Robert.
***
Tuk tuk tuk. Suara langkah kaki jenjangnya, dengan tongkatnya berjalan memasuki area mansion.
Pria yang sudah tua itu pun menyelusuri setiap sudut ruangan dengan mata tajamnya. Namun ia tak menemukan adanya seseorang di mansion'nya.
Karena merasa lela ia berjalan ke arah sofa panjang yang berada di ruang keluarga, dengan suara tegasnya ia memanggil semua pelayan yang ada di mansion'nya.
"PELAYAN..!!"
Pelayan yang sedang berada di ruangan belakang merasa terkejut saat mendapatkan panggilan dari seseorang yang sangat mereka kenali.
Dengan tergesa-gesa mereka langsung berlarian, menunju di mana majikannya memanggil mereka.
"Tu tuan Robert."
Dan ia, bertanya kenapa mansion terasa sepi. Ia juga bertanya keberadaan anak, mantu dan juga cucu'nya.
Salah satu kepala pelayan maju, dan menjelaskan keberadaan orang-orang rumah, yang mengatakan kalau mereka sedang pergi keluar.
Namun, saat kakek Robert sedang marah-marah kepada pelayannya. Anak dan mantu'nya datang dari pintu utama dengan membawa sebuah bingkisan.
Anak dan mantu sayang terkejut melihat ayahnya berada di depan mereka. Dengan, takut mereka merubah ekspresinya menjadi lebih kalem.
Lantas Albert bertanya kepada ayahnya, tentang kedatangannya ke mansion'nya. Karena, jarang sekali ayah'nya mau berkunjung ke kediaman mereka. Kalau, bukan dirinya, atau cucunya dia tidak akan datang menemui mereka.
"Beginilah cara kamu berbicara kepada yang lebih tua hah?! Ayah datang kesini bukanya di sambut malah tidak ada penghuni satu orang pun." bentak Robert dengan sangat datar.
__ADS_1
"Ayah tidak bilang kalau ayah mau datang kesini? Jika ayah bilang sejak awal pasti kami akan membuat acara penyambutan buat ayah." ucap Albert.
"Diam! Kamu ini jawab saja kalau ayah berbicara?" bentak Robert.
"Dimana cucuku?" ucap datar Robert kepada anak dan mantu'nya, karena ia ingin membicarakan hal penting kepada dia. Kalau dirinya akan segera menjodohkan dia dengan wanita pilihan dirinya.
Albert memicingkan matanya, ia menatap curiga kepada ayahnya. Ia sudah menduga pasti kedatangan ayahnya yang secara tiba-tiba pasti ada hal yang membuat putra tunggalnya dalam bahaya.
Melihat tatapan tajam anaknya membuat Robert marah karena anaknya berani menatap dirinya yang begitu tajam. Karena, keangkuhan yang sudah menjiwai di dalam Robert membuat ia memarahi anaknya.
"Berani kau menatap ayah kamu seperti itu? Apa kau sudah bosen hidup?" bentak Robert.
"Sudah cukup ayah, aku lelah dengan perlakuan ayah yang semena-mena terhadap kami.. Jika ayah terus-terusan seperti ini aku tidak akan memaafkan kesalahan ayah," ucap Albert.
"Terserah kau saja ayah tidak akan perduli," ucap sinis Robert.
Ventura, hanya diam saja melihat pertikaian antara ayah dan anak itu, karena baginya mereka sama-sama keras kepala tidak ada yang mau mengalah, bahkan. Jika, masalah keluarga mereka tak saling dekat. Namun, saling melindungi satu sama lain.
Saat mereka sedang berdebat masalah sepele, Dheandra datang dengan di tuntun oleh seorang wanita yang sangat di kenali oleh mereka. Bahkan, keduanya sempat ingin menjodohkan mereka. Namun, perjodohan itu harus gagal.
Robert yang melihat kedatangan sang cucu dengan kondisi yang sangat buruk merasa marah, kepada sosok wanita di sampingnya, ia lalu berjalan mendekati mereka dan setelah sampai di hadapan sang cucu. Robert mendorong tubuh violet. Karena, dirinya merasa jijik kepada wanita di depannya itu.
"Dasar wanita menjijikkan, berani sekali kau berdekatan dengan cucuku.!!" bentak Robert. Sontak perlakuan robert kepada violet membuat ketiga orang itu terkejut bukan main, bahkan mereka tak menyala kalau Robert akan berkata pedes kepada violet.
"Sudah ku peringati kepada kamu untuk pergi menjauh dari kehidupan keluargaku tapi kau masih saja mendekatinya?!" ucap Robert.
Violet pun berdiri dari duduk'nya karena dorongan yang di lakukan oleh Roberto Kepada-nya membuat ia tersungkur ke belakang dan alhasil ia terjatuh.
Saat Dheandra akan membantunya untuk berdiri, tangannya sudah di seret oleh Roberto agar menjauh dari gadis itu. Dan ia memerintahkan kepada bodyguard untuk segera mengusir violet.
Tentu saja Dheandra sangat marah karena tindakan kakek yang semena-mena terhadap kekasih yang sangat ia cintai pertama kali ia melihatnya. Namun, ucapan sang Dheandra tak di denger oleh Robert.
__ADS_1
Karena, prinsip Robert tidak suka di bantah dan tidak suka mendapatkan penolakan, jadi mereka harus mengikuti apapun kemauan Robert.
"Bagaimana ini.. Apa mereka akan berpisah...?"