CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Ramalan Dewi Terkutuk


__ADS_3

Sebuah fenomena alam terjadi di dataran tanah itu karena ini tidak akan terjadi jika ada penyebabnya. Kedua pria itu bertanya kepada warga sekitar tentang menyebab dataran tanah retak.


Para warga tidak ada yang mengetahui tentang penyebab retaknya tanah itu karena mereka sendiri tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada tanah yang mereka pijak.


Dheandra lalu bertanya kepada warga desa tentang apa yang membuat mereka berteriak meminta tolong? Karena mereka sangat khawatir jadinya mereka menghampiri mereka.


Salah, satu warga desa mengatakan kalau ada seorang yang jatuh ke dasar retakan tersebut. Jadi meraka meminta tolong kepada para penduduk desa yang bisa menyelamatkan orang yang jatuh ke dalam retakan tanah.


Rancasan dan Dheandra saling menatap satu sama lain, mereka berniat untuk turun ke dasar tanah itu karena mereka tidak akan membiarkan siapa saja jatuh ke dasar jurang yang dalam.


Rancasan berkata kepada para warga untuk tetap tenang dan ia meminta kepada para penduduk agar tidak ada yang mendekati lubang itu.


Mereka menganggukkan kepalan mematuhi apa yang sudah di perintahkan oleh pendekar sakti,


Setelah menyakinkan semua warga, rancasan dan dheandra saling mentransfer kekuatan satu sama lain dan keduanya terjun ke dasar jurang yang dalam.


"Semoga saja sang hyang rancasan dan sang hyang Dheandra bisa menyelamatkan salah satu penduduk desa itu?" ujar salah satu warga desa.


"Kau benar semoga saja para sang Hyang bisa menyelamatkan mereka." ucap satunya.


"Semoga saya Dewata Agung melindungi para sang Hyang yang sedang menyelamatkan mereka." ucap satunya.


Setelah berapa saat terjun keduanya sudah mendarat di permukaan dasar bawah tanah. Yang sangat aneh karena ada sebuah retakan di permukaan tersebut.


"Kenapa bisa ada sebuah retakan yang sangat dalam?" tanya Dheandra yang sangat penasaran akan retaknya sebuah dataran yang sangat luas ini.


"Seperti akan ada sebuah terpisahnya sebua datara benua," ucap rancasan.

__ADS_1


Wussshhh..


Sebuah cahaya putih melesat mendekat ke arah dua pendekar tersebut yang sedang berada di permukaan bawah tanah. Tiba-tiba muncullah sosok wanita yang sangat cantik dengan penuh ke anggunan.


Rancasan dan Dheandra, sudah siap untuk menyerang sosok yang mendekat ke arah mereka dengan aura yang sangat mencengkram, bahkan kekuatannya lebih besar dari kekuatan mahluk di dataran benua barat, benua timur, benua selatan, bahkan dari penduduk bumi sekalipun.


"Hentikan, saya bukan lawan kalian, saya di sini hanya memberi tau kepada kalian kalau, akan ada bencana alam yang akan memisahkan dataran pulau ini." ucap seorang wanita dengan anggun.


"Siapa kamu? kenapa kamu mengatakan kalau ada bencana alam?" tanya rancasan yang tidak di mengerti oleh mereka.


"Kalian tidak perlu banyak bertanya yang harus kalian lakukan adalah mengungsikan para penduduk desa yang berada di dataran ini?" seorang wanita yang sangat cantik kembali berbicara dan sedikit meninggikan suaranya.


Mau tidak mau mereka segera melaksanakan perintah dari sang wanita itu. Walaupun banyak pertanyaan di benak mereka tapi mereka segera melakukan tugasnya.


Mereka lalu naik ke permukaan dan segera membicarakan kepada warga yabg berada di sekitar tempat itu untuk segera pergi, karena dataran yang mereka pijak akan terjadi kehancuran yang sangat dahsyat.


Namun, salah satu warga desa tidak mempercayai apa yang terlah di katakan oleh rancasan maupun dheandra, karena mereka bukan dewa yang perkataannya harus di turuti begitu saja.


Dan, mereka juga tidak akan pernah meninggalkan tempat ini karena mereka akan terus hidup di dataran benua tersebut.


Karena hasutan dari satu warga, membuat warga yang lain ikut tidak mempercayai apa yang sudah di katakan oleh rancasan,


"Sudahlah Ranca, biarkan saja mereka, nanti mereka juga yang akan menyesal. Dan lebih baik kita segera melanjutkan perjalanan kita untuk sampai ke tempat dimana anggota kita berada." ucap dheandra.


"Jika, mereka tak mempercayai kita jadi buat apa kita memaksa mereka, jika benar takdir menentukan mereka bakalan mati dalam musibah ini, jadi biarkan karena tidak ada yang bisa menghalangi takdir yang sudah di tentukan oleh sang pencipta," sambung Dheandra dengan aura yang mencengkram,


"Baiklah kalau itu mau kalian aku tidak akan memaksa kalian untuk pergi dari tempat ini," ucap rancasan

__ADS_1


Mereka dengan berat hati pergi meninggalkan benua itu untuk melanjutkan perjalanan mereka karena mereka sudah tidak ada waktu lagi untuk terus berdiam diri.


Karena, mereka harus segera mempersatukan kekuatan lima sang Hyang Agung. Karena jika ke lima kekuatan bersatu maka mereka bisa menghancurkan semua kekuatan kejahatan,


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh mereka sudah sampai di hutan kegelapan, hutang yang tidak pernah mendapatkan sinar matahari karena, ada pelindung yang cukup kuat agar sebuah cahaya tidak bisa memasuki hutan tersebut.


Saat, mereka sedang beristirahat, mereka berdua merasakan kehadiran seorang, dengan aura kegelapan. Namun, mereka tetap santai karena jika mereka langsung waspada, maka orang tersebut langsung menyerang mereka.


Dheandra, memainkan serulingnya, yang membuat semua akar-akar bergerak langsung melilit tubuh orang tersebut.


Keduanya, langsung bergegas menuju ke tempat dimana orang itu bersembunyi. Namun saat mereka sudah sampai mereka tidak menemukan keberadaan orang tersebut, mereka hanya menemukan sebuah abu.


"Sepertinya, kita kalah cepat dengan orang itu?" ucap rancasan.


"Kamu, benar, kita memang kalah cepat, karena kekuatan bangsa mereka sudah melampaui batas yang sudah di tentukan oleh sang pencipta, maka dari itu, bencana alam yang akan terjadi adalah untuk membumihanguskan orang-orang yang memiliki kekuatan di batas maksimal. Dan, orang-orang tersebut yang menggunakan kekuatan untuk melakukan kejahatan," kata dheandra.


"Apa, akan ada kejadian setelah ini?" tanya rancasan,


"Kamu memang benar setelah bencana alam, maka pulau ini akan terbelah dan tidak lagi menyatu dengan pulau yang lain. Dan, di situlah Bangsa iblis, bangsa siluman dan bangsa jin akan menguasai dataran ini karena ini sudah menjadi wilayah bangsa iblis." ucap Dheandra dengan datar.


Rancasan, bertanya kepada dheandra dari mana dia mengetahui kalau dataran ini akan terbelah dan dari mana juga Bangsa iblis akan menguasai dataran tanah yang sangat subur akan pusat kesuburan tanahnya.


Dheandra, lalu mengeluarkan sebuah buku kuno dari dalam tubuhnya, buku yang sudah tertulis semua sejarah peradaban dunia. Bahkan di buku tersebut ada ramalan yang ada masa terbelahnya sebuah pulau yang sangat indah akan pegunungan nya.


Dan, di situ juga tertulis dengan jelas kalau akan ada lahirnya seorang Dewi yang terkutuk karena anak dari perkawinan seorang Dewi dan seorang dewa. Dengan wujud yang berbeda.


"Apa yang di maksud dari ramalan tersebut kalau ada seorang Dewi yan terkutuk?" tanya rancasan.

__ADS_1


"Dewi itulah yang akan menjadi seorang Dewi penjaga bumi dari kehancuran, dan Dewi itu adalah...?"


__ADS_2