CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Kekecewaan Dheandra


__ADS_3

"Dia adalah.. Floretta Diandra martinez, putri bungsu dari keluarga Martinez.!!" ucap sang kakek Robert kepada mantunya. Ya, dia ingin. menjodohkan cucunya dengan seorang gadis yang bernama floretta, karena. Dari, prediksi tanggal Jawa, Wanita itu mampu membuat hubungan mereka semakin dekat. Bahkan, wanita itu memiliki keturunan yang sangat bagus, karena besar kemungkinan keturunan Meraka adalah seorang dewa yang akan. menghancurkan semua kejahatan yang berada di muka bumi ini.


Maka, dari itu Robert. Menyetujui, permintaan dari sang sahabat. Bahkan saat dirinya bertemu dengan sosok wanita itu, ia merasakan daya tarik, untuk menjadikan seorang mantu. Buat, cucunya yang sangat brandal.


Ventura dan Albert terkejut dengan perkataan dari ayah'nya itu, jadi wanita yang akan di jodohkan dengan anak mereka adalah seorang putri dari kesultanan ningrat. Mereka, pun mau tidak mau menyetujui pernikahan antara putranya dengan gadis pilihan ayah mereka.


**


"Akkkhh!! Brengsek, kakek selalu saja berbuat. Semena-mena terhadap diriku. Kenapa, aku harus hidup di tengah-tengah keluarga mereka? Kenapa aku gak hidup jadi orang biasa saja?" teriak seorang pria sambil melemparkan kerikil ke arah air laut. Hal, itu pun membuat kediaman dèwi ratu kidul berguncang.


Dewi ratu kidul, yang memang sedang berada di istana air. sangat terkejut melihat kerajaannya berguncang. Dewi itu bertanya kepada senopati nya. Tentang, apa yang terjadi.


"Senopati, ada guncangan keras apa ini?" ucap dèwi ratu kidul. Lalu, ia turun dari singgah sana'nya. Dan, menghampiri senopati.


"Saya, tidak tau dèwi.. Karena, guncangan ini jarang terjadi, dan jika ada guncangan ini berarti, akan ada sunami atau ada seorang yang sedang dewa yang sangat murka." ucap senopati.


Karena, penasaran dèwi ratu kidul itu, memanggil kereta kencana'nya, lalu Dewi itu Naim ke arah permukaan laut ingin melihat apa yang sedang terjadi di atas dataran.


Saat sudah, sampai di dataran dèwi itu sangat terkejut melihat dewa kehidupan sedang berada di tebing tinggi yang di bawahnya adalah air laut.


Dheandra, juga sangat terkejut melihat sosok wanita yang sangat cantik dan anggun sedang menaiki kereta kencana. Dengan, pakai serba hijau. Namun, tatapan itu tidak luput dari pandangan dèwi pantai selatan.


"Wahai, manusia.. Kenapa anda mengganggu kediamanku?" ucap dèwi pantai selatan.


"Saya, tidak mengganggu anda dèwi.!!" ucap dheandra, kepada sang dewi dengan suara dingin, datarnya. Dia, memang tidak pernah takut kepada siapapun.

__ADS_1


"Teryata, sifat dari dewa kehidupan tidak pernah keluar dari dalam tubuh manusia ini. Walaupun ingatannya terlah hilang, tapi sifat dan karakternya tidak hilang." Batin dèwi pantai selatan. Karena, dirinya mengetahui kalau dewa kehidupan adalah seorang dewa yang sangat dingin, datar bahkan di tidak pernah takut kepada siapapun. Yang dia takuti adalah seorang manusia tua dan sang pencipta alam.


"Lantas, jika anda tidak mengganggu. Kenapa, anda melemparkan batu ke laut?" tanya dèwi pantai selatan dengan suara keanggunan.


"Hanya, ingin melepaskan kekesalan." ucap Dheandra seadanya.


Dewi itu pun, meminta kepada dheandra untuk tidak melakukan hal itu lagi, karena jika dia melakukan hal itu, akan ia pastikan membuat pria di hadapannya celaka.


Mendengar itu, Dheandra menyetujui tidak akan melemparkan batu ke arah air laut, tapi ia akan melemparkan makanan ke dalam laut agar ada makhluk hidup yang berada di laut bisa makan.


Dewi pantai selatan, pun hanya tersenyum. Lalu meminta kepada senopatinya untuk menjalankan kereta kencana'nya. Karena mereka harus segera kembali ke istananya.


"Kamu, akan menemukan hal yang tak terduga dewa setelah kehidupan kamu selesai di dunia." batin dèwi pantai selatan.


**


Dewi tertinggi, juga. Merasakan kesedihan karena putranya harus patah hati lagi. Tapi, patah hati saat ini melebihi apa yang terlah dia alamin selama enam kehidupan.


"Putraku..!! Maafkan lah ibunda yang tidak bisa membantu kamu." ucap dèwi tertinggi. Karena, alam manusia sudah di segel oleh sang jagat, agar para Dewi atau dewa yang berada di kerajaan Langit tidak mendatangi bumi lagi. Itu, semua di lakukan untuk keseimbangan.


"Dewi, sebaiknya kamu tak perlu khawatir, karena setelah kehidupan putra kita selesai, dia akan menjadi seorang dewa yang pangkatnya jauh lebih besar." ucap dewa tertinggi.


Dia, baru saja mengetahui kalau, Putranya akan menikah dengan seorang Dewi bermata cahaya. Yang, memiliki kekuatan hampir setara dengan Dewi alam semesta.


Apa, lagi kedua Dewi itu saling berdampingan satu sama lain. Dan, dari pandangan para dewa mereka tak memiliki perselisihan satu sama lain. Dan yang, lebih mengejutkan lagi ada dia adalah pecahan dari reinkarnasi dèwi alam semesta.

__ADS_1


Jadi, bakalan ada generasi muda di alam dewa, yaitu penerus dari kerajaan langit. Yang, akan dia berikan kepada putranya dewa kehidupan.


***


Dheandra pun pulang, karena hari sudah semakin malam, dan matahari sudah terbenam di gantikan oleh sang rembulan. Saat, dirinya sampai di kediaman ia melihat mommy, Daddy dan kakeknya, sedang menikmati makan malamnya.


Ven, yang melihat kedatangan puteranya langsung menyuruh dheandra untuk segera duduk dan menikmati makan malamnya.


Dheandra, pun mengikuti makan malam dengan tenang tanpa. membuka suara suasana menjadi dingin. Karena, makan malam sudah selesai, dheandra ijn pamit kepada mommy untuk masuk kedalam kamarnya, karena ia ingi. istirahat sejenak.


Namun, semua itu di cegah oleh kakek Robert. Ia ingin membicarakan wanita yang akan dia nikahkan dengan cucu laki-laki satu-satunya. Dheandra, yang memang sudah lelah hanya menuruti saja tanpa membantah sedikit pun kepada sang kakek. Percuma dirinya membantah dan menolak wanita pilihan kakek, toh kakek tidak akan menyetujuinya.


***


"Violet, dari mana saja kamu hah? Apa kamu tidak tau kerjaan rumah sudah sangat menumpuk.!!" bentak nyonya Merry. Yang, sangat berkuasa.


"Cih..!! Itukan kerjaan kamu dan anak kamu? Aku sih tinggal cari kerja dan menafkahi para beban di rumahku." ucap violet Kepada dua wanita Lampir di depan.


Kay, sangat marah karena dirinya di rendahkan oleh adiknya itu, ia pun langsung menampar pipi violet. Namun, semua itu tidak mengenai pipi violet, melainkan pergelangan tangan violet, dia berhasil menangkap tangan itu.


"Vio, kamu jangan macam-macam kepada putri saja. Atau saya akan..." ucapan Merry terpotong oleh perkataan dari violet. "Akan apa hah Jawab?!" bentak violet.


Dirinya, tidak merasakan takut kepada dua wanita di hadapannya itu. Ia pun menghempaskan tangan Kay, yang membuat sang pemilik tangan terjatuh ke lantai.


"Aku peringatkan kepada kalian kalau...?"

__ADS_1


__ADS_2