CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]

CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]
Inti Ingatan Dewa alam semesta


__ADS_3

Pagi pun tiba, sinar matahari pagi masuk kedalam sela-sela jendela kamar seseorang pria yang baru saja tertidur pulas. Dia belum menyadari ada seseorang wanita yang sedang duduk menatap wajahnya.


Pria yang sedang tertidur pulas pun langsung terusik karena cahaya matahari. Dia, lalu menggeliatkan tubuhnya, dan ia pun bangun dari tidurnya.


Saat ia sedang duduk di tepi ranjang, ia baru tersadar ada orang lain di dalam kamarnya.


"Violetta?" panggil pria itu. Kepada perempuan yang sedang duduk di sofa kamarnya. Dheandra pun mengucek matanya agar, segera tersadar. Namun, berapa kali ia melakukan ia masih melihat violetta.


Ya orang itu adalah Violetta, ia sengaja pulang ke Indonesia hanya untuk menemui sahabat'nya. Karena, ia mendapatkan tugas dari seseorang, untuk memberikan sebuah bola cahaya kepada kekasihnya


"Sebaiknya kamu bersiap-siap, aku ingin mengajakmu ke sesuatu tempat." ucap violet, kepada Dheandra.


Walaupun ada rasa tak percaya, di hati dheandra pun menuruti permintaan wanita yang sangat ia sayangi. Melebihi dirinya sendiri,


Setelah berapa saat, dheandra terlah menyelesaikan ritualnya di dalam kamar mandi, sekarang ia pun beralih ke walking in closet. Memakai pakaian.


"Kamu ingin membawaku ke mana?" tanya ya dheandra saat sudah berpakaian rapih. Dan, berdiri di hadapan violet.


Namun Violetta hanya tersenyum manis, ia tak ingin memberi tau kepada kekasihnya. Karena, ini adalah sebuah kejutan yang tak akan pernah terlupakan bagi mereka.


***


Berapa jam sudah berlalu.


Saat ini kedua pria dan wanita baru sampai ke tempat tujuan'nya, yaitu tempat yang begitu sunyi, cuma hanya ada pepohonan dan burung yang berkicau'an.


Violetta membawa dheandra kesebuah hutan. Namun, di dalam hutan itu terdapat sungai yang mengalir, dari air terjun yang sangat tinggi. Dan tak jauh dari situ ada sebuah kastil yang sangat besar. Yang, membuat dheandra kebingungan.


"Ini tempat apa Vio?" tanya Dheandra.


"Kamu akan mengetahui'nya nanti saat waktunya tiba? Yang jelas kamu harus ikut dengan'ku masuk kedalam." ucap violet.


Mereka pun dengan perlahan masuk kedalam kastil itu. Saat telapak kaki mereka menginjakkan lantai utama kastil, kastil yang tadi'nya gelap dan tak ada cahaya, sekarang mulai bersinar menerangi seluruh kastil.


Dheandra sangat terkejut saat melihat semua ini. Belum hilang rasa terkejutnya, ia di kejutkan kembali dengan ruangan dalam istana yang sangat mewah.


"Vio?" panggil Dheandra.


"Sudah waktunya dhean. Sudah waktunya kamu mengingat kembali, karena wanita yang sesungguhnya sudah ada di depan mata kamu." gumamnya.

__ADS_1


Violetta, sudah mengetahui kalau dheandra sudah bertemu dengan gadis berkain merah. Dan sudah saatnya juga ia memberikan inti dari salah satu reinkarnasinya.


**


Di alam dewa.


Seorang dewa yang melihat semua itu merasa tak senang karena sebentar lagi, pria yang sangat di bencinya akan segera mendapatkan inti dari setiap reinkarnasinya. Jika itu sampai terjadi, kemungkinan besar dewa itu akan mengingat kalau dia adalah seorang dewa yang akan memimpin Alam para dewa.


Karena marasa iri ia pun merencanakan sesuatu agar dia tidak pernah mendapatkan ingatannya kembali, sampai kapan pun.


Dewa itu lalu pergi dari kediamannya, ia berjalan menghampiri kediaman dewa api.


"Ada apa kamu menemui ku wahai dewa petir?" ucap dewa api.


"Aku membutuhkan bantuan kamu dewa api." ucap dewa petir, salah satu saudara dari dewa kilat yang di reinkarnasi kan ke bumi.


"Bantuan seperti apa itu?" tanya dewa api.


Dewa petir pun menceritakan. Niatnya, datang ke kediaman dewa api. Ia ingin menghancurkan inti dari semua ingatan dewa alam semesta, agar dia tak bisa mengingat kembali setiap reinkarnasinya. Dia juga sudah mengabari dewa kilat untuk mengurus keadaan di bumi.


Dewa api Sangat terkejut, ia tak menyangka kalau dewa petir juga sangat tidak suka kepada dewa alam semesta. Selain dewa kilat, karena di alam dewa sudah tersebar gosip kalau dewa kilat tidak menyukai dewa alam semesta.


"Saya tak percaya kalau kamu sangat membenci dewa alam semesta." ujar dewa api.


Dewa api yang memang juga tidak suka kepada dewa alam semesta, dia pun menuju'i perintah dari dewa petir. untuk membakar dan menghancurkan bola cahaya yang terdapat ingatan tentang reinkarnasi dewa alam semesta.


***


Sebuah kelereng kecil berwarna perak sudah berada di tangan kanan violetta. Kelereng itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Ia tinggal menunggu keempat cahaya bersatu, cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya bintang dan yang terakhir adalah cahaya dari alam semesta, cahaya itu adalah cahaya milik dewa alam semesta sendiri. Karena, keempat cahaya itu bisa menarik ingatan yang ada pada kelereng kecil, masuk kedalam kepala dheandra.


*Cahaya matahari * Cahaya itu sudah mulai kelihatan, perlahan cahaya itu pun turun mengenai kelereng yang di pegang oleh violetta. cahaya matahari adalah cahaya paling terang.


*Cahaya bulan * Perlahan sinar yang berada di bulan turun mengarah kepada kelereng. Itu,


*Cahaya bintang* Cahaya bintang yang berwarna biru, itu pun melesat ke turun, mengarah ke kelereng perak itu.


*Yang terakhir adalah cahaya alam semesta, yang memiliki cahaya yang sangat besar dan menyilaukan. Perlahan demi perlahan cahaya itu menyelimuti kelereng perak itu.


Dheandra yang melihat itu merasa sangat khawatir sekaligus takut, pasalnya ia tak pernah melihat fenomena yang seperti ini. Sebenernya ia ingin sekali bertanya kepada Vio tentang apa yang terjadi, dan kenapa Vio bisa memiliki kekuatan yang sangat besar.

__ADS_1


Saat semua cahaya sudah bersatu menjadi satu di dalam kelereng kecil itu, kelereng itupun melayang ke udara.


Wushhh.!!


Saat sudah berada di atas, cahaya dari kelereng itupun keluar mengarah ke arah kepala dheandra.


***


Kembali ke alam dewa,


"Akhirnya sebentar lagi kamu akan mengingat kembali tentang semua reinkarnasi kamu putraku." gumam seorang Dewi yang sangat cantik dan begitu anggun.


Ia sangat bahagia, penantiannya selama ratusan tahun akan segera terlaksana. Ia melihat salah satu reinkarnasinya akan bersatu bersama dengan reinkarnasi yang ketujuh. Dan itu akan bisa membuat dia mengingat kalau dia adalah seorang dewa terkuat yang ada di alam dewa.


"BENCANA.!!" teriak seorang dewa,


**


"Sayang, ayah sudah berbicara dengan kakek kamu, dan kakek kamu sudah menuju'i untuk menikahkan kamu dengan pria idaman kamu." ucap seorang pria yang sedang menikmati sarapan.


Gadis yang sedang makan itu pun tersedak, mendengar perkataan ayahnya yang ingin menjodohkan dirinya dengan pria idamannya.


Floretta Diandra martinez anak bungsu dari keluarga Martinez. Floretta yang sejak kecil selalu di tutupi matanya karena sesuatu peristiwa yang membuat dia menutup mata dari dunia.


"Flo apa kamu tidak ingin melepaskan kain yang menutupi matamu?" ujar sang Kaka perempuan.


"Bener Flo? Yang di bilang kakakmu, bunda tidak ingin kamu menutup matamu itu." ucap sang bunda.


Ia ingat betul, saat putrinya itu lebih memilih menutup matanya di bandingkan membiarkannya terbuka. Di saat itulah ia merasa sedih, bahkan anaknya mengurungkan dirinya di dalam kamar selama berapa bulan.


"Iya sayang ini sudah saatnya kamu membuka kain itu? Agar semua orang tau kalau kamu memiliki hal yang sangat indah, di balik kain itu." kata sang ayah.


Flore, yang mendengar permintaan dari keluarganya hanya terdiam saja, sejujurnya ia tak ingin membuat Keluarga'nya merasa sedih. Namun, ini sudah keputusan yang terlah ia buat, dengan di saksikan oleh dewa dan dewi.


"Ini sudah keputusan'ku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan kain ini." ia berkata dengan suara tegasnya.


Semua orang yang berada di situ hanya bisa menghela nafas panjang, mereka sudah berusaha agar Flo tak perlu melakukan seperti ini. Namun ujung-ujungnya sia-sia, flo tak akan pernah mau melepaskannya.


Setelah selesai sarapan Flo berjalan meninggalkan ruangan, ia berjalan ke arah dimana ia sering menghabiskan waktunya,

__ADS_1


Tempat lukis, adalah tempat ternyaman flo menghabiskan waktunya, walaupun ia melukis dengan mata tertutup. Namun, lukisannya tak pernah sekalipun gagal, malahan gambaran yang di ciptakan oleh flo terkesan hidup dan nyata.


"Seperti dèwi Gandari yang rela menutup matanya demi sang suami yang tak bisa melihat. Seperti itu lah diriku, namun bedanya saya menutup mata, hanya ini merasakan cinta melewati hati bukan melewati mata." gumamnya.


__ADS_2