![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Kedua, pendekar saat ini sedang berjalan keluar dari istana. Setelah, sang Hyang rancasan, mendapatkan pesan bahwa dia harus segera mengumpulkan seluruh pendekar sakti. Karena, saat ini bangsa iblis sudah mulai berulah, mereka ingin menguasai planet bumi. Dengan cara menghancurkan para manusia. Karena, tidak ingin itu terjadi. Sang Hyang rancasan dan sang Hyang Batara dheandra, langsung pergi ke gunung angin.
Dan, mereka berjalan sudah mulai memakan waktu tapi mereka masih berada di perkampungan majaka, tempat yang sangat di takuti oleh para penduduk desa. Karena perkampungan itu penuh dengan orang-orang aliran hitam. Dengan kekuatan yang di miliki mereka sangat tinggi.
"Apa, sebaiknya kita menginap di sini saja ranca?" ucap Dheandra, karena, melihat hari sudah mulai gelap dan jalanan juga sudah petang tidak ada penerangan yang ada.
Sang Hyang rancasan, pun menyetujui perkataan, dari sang Hyang Batara dheandra. Mereka pun, pergi ke penginapan dan mereka mengambil satu kamar untuk mereka berdua karena. Koin yang mereka miliki hanya sedikit jadi mereka menyewa satu kamar.
Setelah, menyewa kamar merek bergegas ke dalam kamar. Dan, keduanya melakukan aktivitas masing-masing. Rancasan sedang bersemedi untuk memulihkan tenaganya sedangkan dheandra dia sedang duduk sambil melamun dia membayangkan perpisahan dengan tuan putri Flo.
...Flashback on...
Saat, dia sudah menyelesaikan main serulingnya, dia menghadap ke arah tuan putri Flo. Dan, dia tersenyum ke arahnya dengan senyum yang mengembang dia bertanya kepada tuan putri Flo.
"Sedang, apa tuan putri ada di sini.?" tanya dheandra.
"Aku, sedang menikmati kamu bermain seruling. Karena, ini adalah pertama kalinya aku mendengar kamu bermain seruling." ucap Flo.
Saat, sedang mengobrol rancasan datang menghampiri ke-dua nya dia mengatakan untuk segera pergi dari tempat ini karena. Mereka, harus segera menemui para pendekar lainnya untuk mengalahkan para pasukan iblis.
Mendengar Dheandra akan pergi, Flo merasakan sedih dia pun meminta waktu kepada rancasan untuk berbicara kepada dheandra. Karena, dia akan berpisah dengan dheandra untuk berapa lama.
Rancasan, pun menatap ke arah dheandra, dan dheandra pun mengangguk dengan pelan, dan meminta rancasan pergi dari hadapannya.
"Putri, ingin berbicara apa denganku hm?" tanya dheandra.
"Aku, ingin memberikan kamu kristal, ini adalah peninggalan leluhurku untuk di berikan kepada pria yang sangat aku cintai." ucap Flo sambil memperlihatkan kristal yang sangat indah.
__ADS_1
( ilustrasi glowing blue crystal )
Kristal yang di miliki oleh Flo, dan kristal itu di berikan kepada dheandra untuk tanda cintanya kepada pria yang selalu dia nantikan. Dan, dheandra lah pria yang lalu ada di dalam hatinya.
Namun, dheandra tidak bisa menerimanya. Karena, dia tidak pantas menerima pemberian dari Flo. Yang, memiliki kekuasaan yang sangat tinggi di dataran Selatan.
Tapi, Flo memaksa dheandra untuk menerima pemberian kristal blue yang dia berikan.
"Baiklah, jika kamu tidak ingin menerima kristal ini. Gimana, kalau kita tukeran sebuah benda yang sangat berharga." tanya Flo.
Dheandra, berpikir sejenak sebelum ia mengiyakan permintaan dari Flo. Namun, dia merasa bingung benda apa yang akan di berikan kepada Flo, sedangkan dia tidak memiliki sebua benda yang sangat berharga. Dheandra, pun mengingat kalau dia memiliki sebuah kalung yang hampir sama dengan kristal yang di miliki oleh Flo.
"Gimana, kalau aku menukarkan dengan ini?" tanya dheandra yang tidak sadari kalau wanita itu tak bisa melihat atau matanya di tutup oleh kain. Yang, membuat dia tidak bisa melihat dunia luar.
"Kalung, yang sangat cantik.. Aku, sangat menyukainya." ucap Flo, membuat dheandra terkejut kalau Flo bisa mengetahui dirinya memberikan kalung.
"Hati.. Hatiku mempunyai mata yang bisa melihat apa saja yang ada di depanku saat ini." ucap Flo. Membuat, dheandra percaya, kalau dia bisa melihat melalui hati. "Apa, nama kalung itu?" sambung Flo, bertanya kepada dheandra.
"Nama, kalung ini adalah... Kalung pure heart blue, " ucap Dheandra.
( ilustrasi kalung pure heart blue.)
Flo, meminta kepada dheandra untuk memasangkan kalungnya karena dia tidak bisa memakai kalung itu sendiri. Dheandra, pun mengiyakan permintaan Flo, lalu dia memasangkan kalung pure heart blue. Ke leher Flo.
__ADS_1
Setelah, memasangkan kalung. Flo, memberikan glowing blue crystal. Kristal itu memiliki sebuah misteri yang harus di berikan kepada orang yang tepat. Dan, benar saja saat dheandra memegang crystal blue. Crystalnya mengeluarkan cahaya warna biru terang sampai membuat langit juga sangat terang.
"Sangat, indah?" gumam dheandra. Dia, tidak percaya kalau crystalnya mengeluarkan cahaya.
Belum hilang rasa terkejutnya dia sudah di panggil oleh rancasan untuk segera pergi. Karena, hari sudah mulai malam mereka harus segera sampai di perbatasan.
Dheandra, berpamitan kepada Flo, dan dia berjanji kalau dia bakalan datang kembali untuk menemui Flo, dan dia akan menikahinya. Setelah, mengatakan hal itu dheandra pergi sambil melambaikan tangannya kepada Flo.
"Dheandra, aku akan menunggu janji kamu untuk menikahi ku. Walaupun aku harus menunggu kamu selama ratusan tahun. Bahkan, sampai ribuan tahun, aku akan tetap setia kepadamu. Jika, kita tidak bisa di satukan di kehidupan ini maka kita akan di satukan di kehidupan selanjutnya." batin Flo, yang masih bisa di denger oleh dheandra. Yang memang dia belum jauh dari tempat dimana Flo berdiri. Setelah, dheandra berpamitan kepada sang raja agung Santanu dia benar-benar pergi.
...Flashback off...
Saat, dheandra sedang melamun dengan melihat crystal, yang di berikan oleh Flo. Membuat dia tidak menyadari kalau rancasan memperhatikan tingkah sahabatnya itu. Yang, gila karena, senyum-senyum sendiri.
"Sepertinya, kamu sedang jatuh cinta dhean." ucap rancasan yang masih setia dengan semedinya.
"Ck, sebaiknya kamu selesaikan saja tugas kamu memulihkan kembali kekuatan kamu yang terkuras karena melawan aliran hitam." ucap Dheandra tanpa melihat ke lawan bicaranya.
Rancasan, pun mengiyakan perkataan Dheandra, sambil menunggu rancasan, semedi. Dheandra memainkan seruling, dengan alunan melodi yang berbeda. Karena, dia ingin mempercepat pemulihan rancasan, yang melawan kegelapan.
Setelah, menyelesaikan serulingnya dia lalu keluar dari kamar karena dia merasakan bosen. Apa lagi harus menunggu rancasan bersemedi. Saat, dia keluar dari kamar dia merasakan sangat sepi, seperti sebuah kota mati yang tidak ada penghuninya.
"Permisi kisanak." ucap Dheandra kepada pelayan penginapan.
"Iya, tuan sang Hyang Batara. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan penginapan, dengan lembut dan sopan. Karena, dia mengetahui kalau pria itu adalah seorang pendekar kuat. Yang, bisa melawan kejahatan.
"Tidak ada, kisanak. Saya, cuma mau tanya saja kenapa penduduk desa di tempat ini sangat sepi sekali? Apa,, ada sesuatu yang aku tidak ketahui?" tanya dheandra, yang merasa curiga dengan keadaan penduduk desa tempat dia singgah.
__ADS_1
"Di, sini semua warga tidak ada yang boleh keluar malam, jika mereka keluar malam maka, orang itu bakalan habis di makan atau bisa jadi di jadikan tumbal untuk meningkatkan kekuatan mereka." jawab pelayan penginapan.
"Tolonggggg...!!"