![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Saat, mereka akan melakukan semedi untuk memulihkan kekuatannya, karena terkuras hebat saat melawan. Makhluk kegelapan, bahkan mereka hampir semua kekuatan terkuras habis. Mereka, tidak boleh main-main dengan lawannya. Karena lawan yang mereka hadapi memiliki kekuatan yang sangat hebat. Bahkan, kekuatan mereka hampir mencapai Immortal. Kekuatan, yang mencapai tahap, itu akan sangat berbahaya. Bahkan, bisa di bilang kekuatan penakluk dunia. Karena, di dunia fana, tidak ada yang memiliki kekuatan yang hampir ke tahap immortal.
"Tuan, apa kalian baik-baik saja.?" tanya pelayan hotel kepada dheandra dan rancasan.
"Ya, kami tidak apa-apa, sebaiknya kamu pergi. Jangan ganggu kami dulu, karena saat ini kami sedang memulihkan tenaga kami karena terkuras saat melawan mahluk kegelapan." ucap dheandra dengan dingin. Yang membuat pelayan hotel mengangguk kepala. Dia, langsung pergi takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Dheandra, lalu, mulai bersila dengan tangan di letakan di pahanya, tak lupa ia menyatukan jari tengah dengan ibu jarinya. Setelah hal itu Dheandra memejamkan matanya.
Namun, ada hal yang aneh, dia merasakan gejolak tak biasa di dalam tubuhnya, bahkan dia merasakan ada sinar warna biru tua yang menyelimuti tubuhnya. Seluruh ingatan dheandra dengan ingatan Bantara mulai bersatu menjadi sebuah film yang terus berputar di dalam ingatannya.
Bahkan, dia mengenali sosok wanita yang dia temui di jaman modernnya. Dia, sedang tidak berhayal atau halusinasi. Tapi, semua itu memang terjadi. Dia, mengenali orang-orang terdekatnya.
"Apa, yang sebenarnya terjadi?" ucap Dheandra di dalam duang jiwanya. Yang, merasakan keanehan dalam tubuhnya itu.
"Itu, semua adalah ingatan kalian. Kau adalah reinkarnasi dari Bantara yang hidup di dunia fana." ucap sebuah cahaya itu yang berasal dari crystal blue.
"Reinkarnasi? Apa, maksud dari semua ini? Aku, sama sekali tidak mengerti?" ucap Dheandra.
Crystal blue, itu tidak menjelaskan secara rinci. Karena, belum saatnya dia tau soal ini. Ini, adalah ujian untuk dheandra agar berusaha mencari dengan sendirinya, Setelah itu crystal blue mulai meredup. Namun, sebelum dia menghilang dia memberikan kekuatan baru kepada dheandra. Kekuatan, yang akan. mengalahkan raja para raja kegelapan. Yang, ingin menguasai planet bumi. Karena, jika planet bumi di kuasai oleh bangsa iblis atau siluman maka dunia ini akan langsung hancur.
Setelah, melakukan semedi yang lumayan lama. Akhirnya, dheandra membuka mata dan pertama kali di lihat adalah rancasan. Yang, sedang menyiapkan makanan untuk mereka.
__ADS_1
"Ranca, gimana keadaan kamu? Apa, luka di dalam tubuh kamu sudah pulih kembali?" tanya dheandra, yang melihat keadaan rancasan yang tidak terjadi sesuatu apa-apa kepada rancasan.
"Aku, baik-baik saja dhean. Dan, semua ini berkat kamu dhean, karena kekuatan penyembuh yang sangat besar membuat tubuhku baik-baik saja." ucap rancasan, sambil m menyodorkan cangkir yang berisi teh Jawa, kepada dheandra. Karena, teh Jawa memiliki khasiat yang sangat bagus. Untuk, pemulihan.
Dheandra, tidak mengerti akan maksud perkataan rancasan, dia sembuh berkat kekuatan penyembuhan yang ada di dalam tubuhnya. Dia, bahkan tidak berasa menyembuhkan rancasan, karena saat itu juga dia sudah sangat lemah.
Rancasan, menjelaskan kalau tubuh dheandra mengeluarkan cahaya blue dengan sangat terang maka otomatis, empat pendekar sakti akan juga merasakan desiran itu. Bahkan, berkat kekuatan penyembuhan tubuh rancasan menjadi sangat ringan.
Namun, dheandra, masih belum paham dengan hal itu. Tapi, semua itu tidak di ambil pusing oleh dheandra, dia mengalihkan topik pembicaraan kepada rancasan kalau mereka akan lama di dewa langit malam. Karena, dheandra merasa kalau desa yang mereka singgahi memiliki misteri yang sangat kuat. Jika, tidak seperti itu maka, seluruh mahluk kegelapan yang memiliki kekuatan tinggi tidak menjaga tempat ini.
"Tapi, kita harus segera menjemput para pendekar yang lain." ucap rancasan, yang tidak menyetujui usul dheandra, karena mereka harus segera menjemput para pendekar untuk menggabungkan kekuatan agar, mereka akan menjadi semakin kuat dan menghancurkan kejahatan.
Rancasan, menggelengkan kepala, kalau semua itu tidak bisa di lakukan. Lantaran, para pendekar terkena kutukan, yang sudah melanggar hukum perjanjian kepada tetua yang sangat berkuasa. Maka, dari itu, mereka di kutuk untuk tinggal di pegunungan. Dengan kekuatan yang berkurang, ke empat pendekar itu seperti seorang manusia biasa yang harus menjaga sebuah benda langit agar tidak jatuh ke tangan yang salah.
Dia, juga menceritakan kalau mereka bisa keluar saat seorang pendekar sakti yang berasal dari kutub utara. Tanda-tanda dari pendekar itu memiliki kekuatan yang sangat besar. Dan, pendekar itulah yang akan mengembalikan seluruh kekuatan ke empat pendekar sakti.
"Siapa nama pendekar itu?" tanya dheandra.
"Yang pertama adalah, sang Hyang tunggal daniel, elemen yang ada di dalam tubuhnya. Adalah elemen angin, tempat tinggalnya ada di gunung angin." ucap rancasan.
...----------------...
__ADS_1
"HAHAHA..! AKHIRNYA, TUANN, KU SUDAH DATANG UDAH SAATNYA AKU BERSIAP MENYAMBUT KEDATANGAN TUANKU BANTARA..!" teriak seorang pria yang sangat dingin. Pria, itu lalu mengeluarkan elemen anginnya, dia menyapu bersih pondok tempat tinggalnya, dengan kipas yang selalu dia bawa akan membuat dia bisa melakukan apa saja agar, dia bisa membersihkan tempat tinggalnya.
"Aku, adalah sang Hyang tunggal Daniel, pendamping dari sang Hyang Batara. Dan, tujuanku datang ke dunia ini ingin mencari keberadaan dari dewa alam semesta. " ucap lantang sang Hyang tunggal. Dia, adalah sosok reinkarnasi dari Daniel. Karena, dia harus melindungi ruang agung.
Dia, pun terbang mencari makanan yang ada untuk melakukan penyambutan kepada tuannya itu.
...----------------...
Dheandra, terkejut. Mendengar nama Daniel di sebut, karena nama itu adalah nama sahabat'nya yang mengalami kecelakaan saat melakukan balapan bersama dengan musuh bebuyutannya.
Dia, lalu menatap ke arah rancasan, untuk memberi tau pendekar yang berikutnya. Hal, yang sangat penasar membuat dheandra terus bertanya siapa orang yang akan menjadi rekan untuk bertarung melawan kejahatan.
Rancasan, menjelaskan kalau pendekar yang berikutnya adalah seorang wanita dia bernama sang Hyang Nurcahya. Dia adalah sosok wanita yang memiliki elemen petir. Bahkan, kekuatan petir sang Hyang Nurcahya adalah yang sangat kuat bahkan tidak ada seorang pun yang memiliki kekuatan itu.
Dheandra, menganggukkan kepalanya. Dia, sedang menyimak cerita dari rancasan. Tentang ke empat pendekar langit, dengan kekuatan mampu mengguncang dunia.
Rancasan, kembali bersuara dan ini adalah yang terakhir. Dia menceritakan kalau pendekar ini berbeda dari pendekar yang lain. Dia, memiliki kekuatan yang sangat besar elemen dari wanita itu adalah api. Yang, di pegang oleh sang Hyang sita. Wanita, yang sangat berbahaya walaupun dia terlihat polos tapi kekuatan di dalamnya akan membakar habis lawannya.
Saat sedang asik bercerita. Rancasan dan dheandra mendengar suara orang Minta tolong. Karena takut terjadi sesuatu, ke-dua langsung bergegas menghampirinya.
"Ada, apa in!?"
__ADS_1