![CINTA TIADA AKHIR [ Tujuh Kehidupan ]](https://asset.asean.biz.id/cinta-tiada-akhir---tujuh-kehidupan--.webp)
Setelah bener-bener hilang rasa nyerinya di kepalanya, ia pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Di bawah guyuran shower ia mengingat-ingat kembali, saat cahaya masuk dalam pikirannya. Ia sangat penasaran kenapa bola cahaya itu selalu menemui'nya.
*Dalam pikiran.*
"Kita sudah berjanji, apapun rintangan'nya walaupun kita akan mendapatkan hukuman. Kita akan tetap bersama"
"Kamu bener, karena raga kita satu yang tak pernah, Terpisahkan. Kemanapun kamu pergi jiwaku akan tetap bersama mu"
**
Hufftt, hufftt hufftt. Suara deru nafas yang keluar dari pernapasan dheandra. "Ingatan apa lagi yang keluar dari kepalaku? Ketawa ingat itu sering muncul, siapa sebenarnya mereka. Kenapa, mereka muncul di kepalaku." ucap dheandra.
Dheandra pun langsung menyudahi mandinya, ia pun keluar dari kamar mandi. Menunju ke arah walk in closet, ia lalu memilih pakean santai. Setelah semuanya sudah rapih, ia keluar dari kamar menunju ke arah meja makan.
Orang tua, dheandra. Yang melihat kedekatan anaknya, langsung menyambutnya. Namun, dheandra hanya menjawab dengan deheman saja.
Sang mommy pun menawarkan kepada putranya, ingin memakan apa. Tapi, dheandra hanya menjawab seadanya,
Mommy ventura dan daddy Albert hanya bisa menghela nafas panjang, melihat tingkah anaknya yang terlihat dingin dan datar.
Mereka pun memulai makan malamnya dengan tenang, tanpa ada yang bersuara, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Karena itu sudah menjadi peraturan keluarga mereka,
Setelah makan malam, mereka pergi ke ruang keluarga, untuk sekadar kumpul-kumpul.
"Sayang kenapa kamu jadi dingin gitu sama kami?" ventura bertanya kepada anak semata wayangnya itu.
"Ada hubungan apa mommy sama om Januar?" bukannya menjawab pertanyaan mommy'nya, ia palah bertanya kepada sang mommy. Tentang kedekatan janur bersama dengan mommynya.
Mendengar perkataan anaknya, mommy ventura terdiam, ia tak bisa berkata apa-apa. Lagi, karena itu adalah luka lama yang sudah ia pendam.
"Tak bisa menjawab kan?!" setelah mengatakan itu Dheandra pergi keluar rumah ia ingin menenangkan dirinya sendiri.
***
Di alam para dewa, seorang wanita sedang bersedih karena melihat, jalan hidup putranya.
"Aku yakin, sebentar lagi kamu akan menemukan kebenaran- kebenaran yang ada di dalam hatimu putraku. Dan, ibunda sangat yakin kalau kamu bisa kembali lagi ke alam sesungguhnya, yaitu alam para dewa." gumamnya.
Tanpa di sadari ada seorang Dewi yang mendengar semuanya. Dengan tatapan jahatnya dèwi itu pergi dari tempat dèwi tertinggi.
***
Kembali ke alam bumi.
Saat ini Dheandra sedang menikmati desiran ombak malam, yang sangat indah. Namun, saat sedang menikmati keindahan alam, ia melihat seorang wanita yang sedang duduk di tepi pantai sambil memegang kuas.
Karena penasaran dheandra mendekati wanita itu dengan hati-hati, takut wanita di depannya adalah kuntilanak yang sedang menyamar menjadi wanita.
__ADS_1
"Akhirnya kita bisa bertemu." ucap wanita itu kepada Dheandra yang sudah berada di belakang, ia bisa merasakan harus semerbak yang keluar dari tubuh pria yang ia tunggu.
Dheandra sangat terkejut dengan ucapan wanita di depannya, tanpa melihat ke arah belakang. Dia mengetahui dirinya sedang berada di belakangnya.
Wanita itupun, menghentikan acara melukisnya. Ia pun berdiri lalu berbalik arah menatap ke arah pria'nya.
Lagi-lagi dheandra kembali terkejut saat melihat wajah wanita yang tidak di kenalinya. Dengan menggunakan kain yang menutupi bagian mata'nya.
Wanita yang sangat cantik, dengan hidung mancung, bibir yang merah merona. Namun sayang ia tak bisa melihat matanya, karena tertutup kain merah.
"Siapa kamu?" dheandra bertanya kepada wanita di depannya.
"Nanti kamu akan mengetahui'nya sendiri, jika kita berjodoh."
"Tapi kenapa, kamu malam-malam begini ada di pantai sendirian? Ini gak baik buat seorang wanita," ucap dheandra.
"Kamu tak perlu khawatir, karena rumahku tak jauh dari sini. Lagian ini adalah tempat ternyaman, saat aku bersedih." ucapnya.
"Maaf apa aku boleh bertanya?" dheandra sedikit ragu untuk bertanya kepada wanita di depannya itu.
Wanita itupun tersenyum simpul, pasti pria di depannya ingin bertanya tentang kain yang menutupi bagian matanya.
"Kamu pasti ini bertanya tentang kain merah yang menutupi mataku kan?" tebak gadis itu.
Dheandra pun mengangguk kan kepalanya, seharusnya ia tak bertanya seperti itu, apa lagi ini kali pertamanya dengannya, pasti dia akan merasa tersinggung. Bisa saja dia buta dan ingin menutupi matanya.
Dia pun hanya menjawabnya dengan seadanya. "Aku sudah bersumpah kepada alam, bahwa aku tak akan pernah melihat dunia sebelum aku melihat pria yang akan menjadi jodohku kelak." ucap wanita itu penuh kelembutan. Namun, mempu menggetarkan hati dheandra.
Namun pikiran'nya langsung mengingat tentang violetta, ia tak bisa menggantikan posisi wanita di depannya, karena hanya Violetta saja yang berhak mengisi hatinya.
"Ini udah malam? Apa kamu tidak ingin pulang?" tanya Dheandra.
Namun wanita di depannya menggelengkan kepalanya, ia berkata kalau dirinya belum menyelesaikan lukisannya.
Dheandra pun menghela nafas, "Bolehkan aku menemani'mu? Sampai lukisan kamu selesai?" tanya dheandra.
Wanita itu menganggukkan kepalanya, ia tersenyum manis karena dheandra mau menemani dirinya. Melukis,
Berapa jam sudah berlalu, dheandra dan wanita yang baru ia kenali, sudah menghabiskan waktunya untuk melukis air laut, bahkan di lukisan itu terdapat mereka berdua.. Karena, sudah sangat larut malam. Dheandra mengantarkan wanita itu pulang ke rumahnya.
Saat sudah sampai di depan gerbang yang menjulang tinggi, mobil Lamborghini yang di tumpangi oleh dheandra pun berhenti.
"Apa ini rumah kamu?" tanya Dheandra.
"Iya ini rumah aku. Terima kasih sudah mau mengantarkan aku." ucap wanita itu.
"Hm iya, sama-sama,"
Setelah wanita itu masuk kedalam gerbang, dheandra menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Membelai jalanan ibukota yang terlihat sepi.
__ADS_1
***
"Dheandra, aku sangat merindukan dirimu?" ucap seorang wanita yang sedang duduk di depan laptop'nya.
Violetta, yang sekarang sudah menjalani kehidupannya, sebagai seorang CEO ternama. Di, perusahaan Maheswara group.
Semenjak kepergian mamah'nya, Violetta menjadi wanita yang sangat dingin, bahkan ia tak pernah sekalipun berbicara kepada orang baru. Ia juga tak pernah bertatap muka bahkan berbicara kepada kedua wanita yang hadir di Keluarga'nya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia keluar dari ruang kerjanya. Namun, baru membuka pintu, ia berpapasan dengan wanita yang begitu ia benci.
"Kenapa kamu disini?!" ucapnya dengan dingin.
"Terserah aku mau dimana? Kan ini juga rumah aku,"
"Cih."
"Sejak kapan, ini menjadi rumah kamu. Semua kekayaan kan sudah jatuh ke tangan Violetta, jadi kamu tak berhak." ucap violet dengan sinis.
"Tentu saja saya berhak, kan saya juga anaknya papah Januar." ucap kaisya dengan percaya diri.
Tak ingin mendengar radio butut, Violetta pun pergi meninggalkan adik tirinya itu.
***
"Dari mana saja kamu baru pulang?" ucap seseorang.
"Main."
Ia pun langsung berjalan meninggalkan Daddy dan mommy'nya yang masih di ruang keluarga. Sambil menonton drama Korea. Yang, sedang trending.
Saat sudah sampai di kamarnya, ia merebahkan tubuhnya, yang terasa sangat lelah,
"Gadis berkain merah, kenapa aku memikirkan kamu?" gumam dheandra. Ya, pria itu adalah Dheandra.
"Semoga kita bisa bertemu lagi, gadis berkain merah."
Ia pun memejamkan matanya yang sudah terasa ngantuk.
**
"Sayang siapa orang yang mengantar kamu pulang?" tanya Wanita paruh baya, kepada anaknya. Karena, ia melihat Putrinya di antar oleh seorang pria dengan menggunakan mobil Lamborghini.
"Dia adalah pria yang kutunggu selama ini ibunda." ucap sang gadis.
"Hoho benarkah itu? Lalu kalian bertemu dimana?" timpal sang pria kepada putrinya.
Wanita itupun menceritakan tentang pertemuannya dengan pria yang selama ini di tunggu-tunggu. Saat, itu dia merasa tak baik-baik saja. Lantas, ia pun pergi ke pantai dengan sendirinya. Namun, saat ia sedang melukis ia mendengar langkah kaki. Tapi, saat dia sudah mendekati dirinya ia mencium wangi tubuhnya.
"Apa kamu tau namanya sayang?"
__ADS_1
"Dia adalah.."