Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...

Cinta Yang Terkubur Bersama Penyesalan...
BAB : I ( KEPERGIAN AYAH...)


__ADS_3

# 1


# Riau...


" Ayah, Ayah bangun, Ayah jangan tinggalkan Nadra, Nadra masih butuh Ayah..."


" Nadra masih butuh Ayah disamping Nadra, Nadra masih butuh pelukan Ayah..."


 " Ayah, Ayah bangun, Ayah jangan diam aja, bangun Ayah, Nadra gak mau hidup tanpa Ayah..."


" Ayah, jawab Nadra, ngomong ama Nadra Ayah, Ayah, Ayah bangun...!!! "


Siang itu aku terus menggerak gerakan tubuh Ayahku yang hanya terdiam kaku tanpa bisa menjawab semua perkataanku tadi...


Dan disaat itu juga aku berharap akan adanya mukjizat yang datang kepadaku agar Ayahku dapat bernafas kembali...


Tak terbayangkan betapa hebatnya tangisanku dan tak dapat terhitung lagi berapa banyak air mata yang jatuh membasahi pipi ini...


Hatiku dan perasaanku tak dapat terlukiskan lagi betapa sakit dan hancurnya...


Ketika aku melihat cinta pertamaku dan Malaikat pelindungku hanya terbujur kaku dan hanya terdiam membisu...


Semua saudaraku, semua tetanggaku dan semua teman temanku pun terus menenangkanku...

__ADS_1


Dan menyuruhku agar aku dapat mengikhlaskan kepergian Ayahku saat itu...


Akan tetapi semuanya percuma, karna tangisanku dan teriakanku semakin menjadi jadi dan tak terbendung lagi...


Karna rasa ketidak ikhlasanku untuk melepas kepergian Ayahku untuk selama lamanya...


Tubuhku terus berontak hebat disaat Ibuku terus memelukku dan mencoba untuk menenangkanku siang itu...


Peristiwa itu adalah kejadian yang paling menyakitkan didalam hidupku...


Dan peristiwa itu pun akan tetap terus aku kenang sampai akhir hayatku...


Sampai pada hari kelam itu berlalu...


Dan saat ini keluargaku sedang mengadakan acara tahlilan untuk mengirim doa buat almarhum Ayahku...


Namun meskipun rumahku begitu ramai malam ini, tapi hati dan batinku tetap saja terasa kosong dan begitu hampa...


Entahlah, aku sendiri begitu heran atas apa yang telah terjadi didalam diriku ini...


Bibirku begitu hebatnya bergetar disaat aku harus menahan suara tangisan yang sebenarnya sudah tak sanggup lagi untuk aku tahankan...


Dunia terasa berhenti berputar seketika bagiku, dan jantungku terasa berhenti berdetak, harapan serta semangat hidupku lenyap entah kemana...

__ADS_1


Dan hanya air mata yang tak henti hentinya terus mengalir deras membasahi pipiku ini...


Saat ini aku terduduk lemas didinding rumahku, dan telingaku pun terus ditemani dengan lantunan ayat ayat suci Al - Qur'an yang sedang dibacakan para tamu yang hadir dirumahku...


Sementara mataku terus tertuju kearah Kakakku yang sedang duduk tepat didepanku...


Tatapan mataku penuh dengan rasa dendam dan rasa benci yang begitu luar biasa terhadapnya...


Karna aku terlanjur menganggap kalau kakakku lah penyebab kematian Ayahku dan penghacur kebahagiaan serta keharmonisan keluargaku selama ini...


Dan ingin rasanya aku membalas semua perbuatanya itu agar dia tau betapa sakit dan hancurnya aku saat ini...


Tapi apalah dayaku, karna seluruh tubuhku begitu lemas untuk aku gerakan...


Darah yang ada didalam tubuhku hilang entah kemana bersama dengan semangat hidupku...


Namun meskipun saat ini aku belum bisa membalas semua perbuatan Kakakku itu...


Tapi didalam hati ini telah bersumpah kalau kelak aku akan membalas semua perbuatanya kepada orang tuaku...


Dan apa yang sedang aku rasakan saat ini sama benar seperti apa yang sedang Ibuku rasakan...


Walaupun sebenarnya aku tau kalau rasa kesedihan dan rasa kehilangan Ibu terhadap Ayah jauh lebih besar dari pada aku...

__ADS_1


Wajah Ibu menggambarkan begitu berat perjalanan hidup yang akan Ibu jalani kedepan tanpa adanya Ayah, orang yang paling Ibu cintai didunia ini...


__ADS_2