
" Nadra itu cuma gak mau menambah beban ibu lagi, nadra itu pengen bantu ibu cari uang..."
Ibu yang mendengar aku berkata seperti itu, kemudian bangkit dari tidurnya dan duduk diatas tempat tidurnya ibu malam itu...
Dan, begitu juga dengan aku yang juga ikut duduk menghadap kearah ibu malam itu...
Dan sambil membelai rambutku, ibuku pun kembali berkata kepadaku malam itu...
" Ayah pasti bangga karna telah mempunyai anak seperti kamu nadra, dan begitu pun juga dengan ibu..." ucap ibu ke aku...
" Hati kamu begitu mulai kepada kami orang tuamu nak..."
" Tapi nak, izinkan ibu untuk berjuang agar ibu bisa mewujudkan semua impian kamu selama ini nadra..."
" Dan, ibu tau kalau kamu itu gak mau menambah beban ibu setelah ayah gak ada..."
" Tapi sebagai orang tua kamu, ayah dan ibu itu telah berjanji kalau kami akan melakukan apa pun agar kalian anak anaknya kami jangan sampai merasakan pahitnya hidup seperti yang selama ini kami rasakan nak..."
__ADS_1
" Dan impian terbesar ayah dan ibu selama ini adalah, dimana kami bisa melihat kalian berdua kelak bisa hidup dengan layak dan bisa hidup bahagia dihari tua kalian nanti nak..."
" Jadi nak kamu dengar ibu malam ini, kamu itu harus percaya ama ibu kalau ibu pasti bisa menguliahkan kamu walaupun kerjanya ibu itu cuma jualan sarapan..."
" Dan ibu pun berjanji ama kamu, kalau apa pun akan ibu lakukan agar kamu itu bisa kuliah nak..."
Aku yang mendengar ibu berkata seperti itu malam itu kepadaku, membuatku langsung memeluknya dan menangis dipelukanya ibu malam itu...
" Maafkan nadra bu, maafkan nadra, kalau sampai hari ini nadra itu belum bisa menjadi anak yang seperti ayah dan ibu harapkan selama ini..." ucapku ke ibu...
" Dan nadra juga sadar bu, kalau selama ini nadra itu punya banyak salah ama ayah dan ibu..."
" Malahan, ayah ama ibu itu bersyukur bisa mempunyai anak seperti kamu nadra..."
Kemudian aku pun melepaskan pelukanku dan kembali berkata kepada ibu malam itu...
" Nadra juga bersyukur bisa mempunyai orang tua seperti ayah ama ibu..." ucapku sambil menghapus air mataku...
__ADS_1
" Dan nadra juga berjanji demi nyawanya nadra, kalau nadra akan selalu menjaga ibu dan nadra juga akan berjuang untuk bisa membahagiakan ibu..."
" Nadra sayang ibu..." ucapku sambil kembali memeluk ibu...
" Ibu juga sayang ama nadra..." jawab ibu ke aku...
Kemudian ibu pun melepaskan pelukanku, dan ibu pun mencium keningku dan ibu pun menyuruhku untuk tidur karna besok aku harus kembali sekolah...
Dan waktu pun berjalan seperti biasanya, dan hari itu tepat sebulan sebelum aku dan iren akan melaksanakan ujian akhir disekolah kami...
Dan siang itu, dikantin sekolah iren pun terus saja memaksaku agar aku mau ikut pergi jalan jalan bersama denganya dan fahmi kemedan...
" Nad, jangan lupa ya besok malam kita berangkat..." ucap iren sambil mengaduk teh manis dingin...
" Berangkat, berangkat kemana ren...??? " tanyaku heran...
" Yaelah ni anak, kamu itu lupa atau pura pura lupa sih nad...??? " jawab iren kesal...
__ADS_1
" Siapa yang pura pura lupa ren, emangnya nadra itu ada janji apa ama kamu ren...??? " ucapku bingung...
" Dengar ya nadra sayang, kemaren itu kamu kan udah janji ama iren kalau kamu itu mau ngawani iren jalan jalan kemedan..." jawab iren ke aku...